Kelas IX A Jam Ke 1-2
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Rabu/ 28 Oktober 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IXA Jam Ke 1-2
Materi
: Listrik statis
Pertemuan :1
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Menganalisis
gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah
lingkungan.
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat menganalisis
konsep listrik statis, interaksi antar muatan, dan gaya Coulomb.
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik menyadari bahwa listrik ada di dalam diri
mereka (sistem saraf) dan di sekeliling mereka, serta menyadari proses berpikir
mereka saat mengamati fenomena listrik (misalnya: rasa penasaran saat melihat
petir atau rambut tertarik penggaris)
Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat memahami Konsep fisika yang abstrak
dihubungkan langsung dengan realitas kehidupan sehari-hari . Contohnya: Mengapa
baterai smartphone cepat habis? Bagaimana fungsi tegangan (beda potensial) pada
alat elektronik rumah tangga?
Menggembirakan (joyful)
Peserta didik dapat menciptakan Suasana kelas yang kolaboratif, bebas dari
kecemasan, eksperimen sederhana, dan apresiasi terhadap setiap penemuan kecil
yang dilakukan .
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta didik mampu memahami komponen dasar
pembentuk muatan, struktur medan listrik, dan cara kerja sumber tegangan.
2.Pemahaman Proses Biologis
Peserta
didik Menghubungkan konsep fisika listrik dengan sistem kehidupan pada tubuh
manusia dan hewan.
3.Kesadaran & Aksi Nyata
Peserta didik dapat menumbuhkan
kesadaran diri (mindful) terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem
saraf (menghindari paparan arus liar atau kebiasaan buruk yang merusak sel
saraf).
MATERI
Video pembelajaran materi listrik statis terlampir sebagai
berikut
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT
1.Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Memadukan sains (fisika dan
biologi) dengan nilai-nilai ketuhanan (Adab & Kebesaran Allah SWT)
adalah langkah luar biasa dalam mewujudkan pembelajaran yang utuh—mendidik akal
sekaligus menumbuhkan jiwa spiritual peserta didik.Allah SWT menciptakan segala
sesuatu dengan presisi dan ukuran yang sangat teliti. Partikel subatomik
(elektron dan proton) yang tidak kasat mata diciptakan dengan hukum
tarik-menarik dan tolak-menolak yang sangat teratur.
Peserta didik mengagumi kebesaran Sang Pencipta (Al-Khaliq)
melalui keteraturan mikrokosmos (atom) hingga makrokosmos (petir dan medan
magnet bumi).
2.Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Allah
SWT melalui sifat Al-Hafiz memelihara sel saraf manusia dan menjaga
keseimbangan atmosfer bumi dengan sistem kelistrikan yang sempurna.
Peserta didik dapat
mensyukuri nikmat kesehatan tubuh (sistem saraf) dengan menjaga pola hidup
sehat serta menggunakan energi ciptaan Allah dengan bijak.
3.Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Peserta
didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) dengan adanya
Beda potensial
(tegangan listrik pada baterai atau sumber energi) yang menggerakkan elektron
menghasilkan arus listrik, yang kemudian menghidupkan berbagai teknologi
penunjang kehidupan (penerangan, komunikasi, kesehatan).
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan
aktivitas terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Pengertian
Medan Listrik dan Beda Potensial
Daerah
di sekitar muatan listrik yang masih mendapat pengaruh gaya listrik
(tolak-menolak atau tarik-menarik).
Beda Potensial adalah Perbedaan jumlah muatan listrik antara dua titik dalam
suatu rangkaian atau medan yang menyebabkan muatan listrik dapat mengalir
Contoh
Medan Listrik dalam Kehidupan
1.Petir
saat hujan: Terjadi medan listrik yang sangat kuat
antara awan badai (atmosfer) dan permukaan bumi sehingga mampu menembus udara
dan menghasilkan kilatan cahaya.
2.Gagang
pintu tersengat listrik (kejutan statis): Adanya medan
listrik statis dari tubuh atau benda sekitar yang menyebabkan lompatan elektron
saat Anda menyentuh gagang pintu logam.
3.Mesin
fotokopi dan printer laser: Memanfaatkan medan listrik untuk
menarik dan menempelkan serbuk tinta (toner) ke atas kertas sesuai pola
dokumen.
Contoh
Beda Potensial (Tegangan) dalam Kehidupan
Baterai
ponsel atau sentuh (1.5V – 3.7V): Memiliki kutub positif
(potensial tinggi) dan kutub negatif (potensial rendah) yang menciptakan beda
potensial sehingga arus listrik dapat mengalir untuk menghidupkan perangkat.
Stopkontak
rumah (220 Volt): Menyediakan beda potensial sehingga
ketika Anda mencolokkan TV, kulkas, atau lampu, arus listrik langsung mengalir
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada
materi medan listrik dan beda potensial menunjukkan peningkatan yang positif. Proses
pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik
dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.
Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam
tiga tahapan utama:
1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning /
Mengenal & Mengingat)
Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenali
fenomena dasar kelistrikan statis dan dinamis. Mereka memahami struktur atom
sederhana (proton, elektron), gejala tarik-menarik muatan (seperti penggaris
digosok rambut), serta konsep visualisasi garis gaya pada medan listrik.
2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning /
Menganalisis & Menalar)
Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan
kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme
di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem
biologis makhluk hidup. Peserta didik mulai bisa menghubungkan konsep beda potensial (tegangan) dengan
analogi aliran energi, serta memahami keterkaitan fisika dengan proses biologis (bioelektrik)
seperti penghantaran impuls saraf pada tubuh manusia.
3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer
Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)
Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu
mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar
serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.
Peserta didik mampu mentransfer pengetahuan yang didapat di
kelas ke dalam kehidupan nyata sehari-hari, baik dalam bentuk kepedulian
keselamatan kelistrikan, penghematan energi, maupun kesadaran spiritual.









%20(1)_page-0001.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar