Kelas VIII D Jam Ke 6-8
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mata
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Rabu / 21 Oktober 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas VIII D Jam Ke 6-8
Materi :
Usaha
Pertemuan :
1
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta
didik mampu memahami konsep usaha
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat memahami konsep usaha
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik merenungkan: "Coba bayangkan saat kalian mendorong meja yang berat sendirian
versus dibantu teman. Apa yang kalian rasakan pada otot kalian? Di mana energi
itu bekerja?"
Peserta
didik menyadari kaitan antara kerja fisik yang mereka lakukan sehari-hari
dengan konsep sains yang akan dipelajari, sehingga mereka siap secara mental (ready to learn).
Meaningful
( Bermakna), Peserta didik dapat
menghubungkan konsep sains dengan realitas kehidupan nyata .Peserta didik berdiskusi bahwa dalam sains, usaha memiliki
syarat mutlak: ada gaya dan ada perpindahan searah gaya tersebut. Ini
membangun pemahaman konseptual yang mendalam
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik berdiskusi bahwa Membuktikan Konsep Usaha Nol, usaha
bernilai nol jika perpindahan benda bernilai 0.
ALUR
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Tahap
Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik
Membangun kesadaran (mindful)
dan rasa ingin tahu tentang definisi "Usaha" dalam konteks fisika vs.
kehidupan sehari-hari, serta menemukan syarat terjadinya usaha.
Peserta didik menyimpulkan dua
syarat utama terjadinya usaha secara sains: Adanya gaya (F) dan adanya
perpindahan (s) yang searah dengan gaya.
2.Tahap Pendalaman:
Peserta didik dapat memahami hubungan kuantitatif antara
Gaya (F), Perpindahan (s), dan Usaha (W), serta merumuskannya secara bermakna (meaningful)
tanpa sekadar menghafal rumus.
3.Tahap
Aplikasi dan Penyelidikan : Peserta
didik dapat menghubungkan konsep ke dalam kehidupan nyata (meaningful),
melatih keterampilan berpikir kritis melalui mengumpulkan data nyata, dan
mengomunikasikan hasilnya.
MATERI
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:
1.Al-Khaliq (Maha
Pencipta)
Allah SWT menciptakan hukum-hukum fisika yang presisi dan teratur di alam
semesta, termasuk Hukum Usaha dan Energi (W = F \ s).
Peserta didik menyadari bahwa gaya, perpindahan,
dan usaha tidak terjadi secara kebetulan. Allah menciptakan alam semesta dengan
ukuran, keteraturan, dan keseimbangan yang sempurna.
2.Al-Hafiz (Maha Memelihara)
Usaha yang kita lakukan memerlukan energi, dan energi
di alam semesta ini terpelihara/kekal (Hukum Kekekalan Energi: energi tidak
diciptakan atau dimusnahkan oleh manusia, melainkan hanya berpindah/berubah
bentuk).
Allah SWT senantiasa memelihara alam semesta agar
tetap seimbang. Sebagai khalifah di bumi, manusia berkewajiban memelihara tubuh
dan lingkungan tempat mereka melakukan usaha.
3.Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Usaha manusia (W)
berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Untuk mendapatkan rezeki/hasil,
harus ada gaya (ikhtiar) dan perpindahan (pergerakan/tindakan
nyata).
Dalam fisika, jika s = 0
(tidak ada perpindahan/diam saja), maka W = 0
(tidak ada usaha), walaupun gaya yang dikeluarkan sangat besar (misalnya
mendorong tembok sampai lelah). Begitu pula dalam kehidupan: diam tanpa
tindakan tidak akan menghasilkan buah ikhtiar. Namun, hasil akhir tetaplah
karunia dari Allah SWT Ar-Razzaq.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas
terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN MATERI
Usaha berkaitan erat dengan energi. Energi adalah kemampuan untuk
melakukan usaha atau kerja. Usaha berkaitan dengan gaya dan perpindahan. Usaha terjadi jika gaya yang
bekerja pada suatu benda mengakibatkan benda itu berpindah tempat.
Persamaan Usaha
W
= F.s
Contoh
usaha dalam kehidupan sehari hari mendorong troli disupermarket, menarik koper
dibandra, mengayuh sepeda agar maju , mendorong meja dll
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman
konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi Usaha.
Pembelajaran tidak sekadar menyentuh hafalan rumus, melainkan membentuk
pemahaman utuh yang terwujud melalui tiga dimensi utama:
Transformasi pemahaman tersebut terwujud melalui tiga
dimensi utama:
1. Transformasi Kognitif & Saintifik (Mendalam & Bermakna)
·
Perubahan
Pemahaman: Peserta didik mengalami pergeseran konseptual dari
mendefinisikan "usaha" secara awam menjadi pemahaman fisika yang
presisi. Mereka menyadari bahwa rasa lelah atau gaya saja tidak cukup; usaha (W)
hanya terjadi jika ada gaya (F) yang
menghasilkan perpindahan (s) yang
searah.
·
Penguasaan
Kuantitatif: Peserta didik mampu menguraikan hubungan matematis W = F \ s
secara logis dan mengaplikasikannya dalam memecahkan masalah kehidupan
sehari-hari, bukan sekadar menghafal persamaan matematika tanpa makna.
2. Transformasi Keterampilan & Kolaborasi (Joyful & Interaktif)
·
Kemampuan
Penyelidikan Scientific: Melalui kegiatan sederhana dan tantangan
peserta didik terampil mengumpulkan data saintifik, serta menganalisis variabel
percobaan secara mandiri.
·
Kolaborasi
& Komunikasi: Pembelajaran yang menggembirakan mendorong
terbentuknya kerja sama tim yang aktif, di mana setiap peserta didik berani
menyampaikan pendapat, mendiskusikan temuan kelompok, dan mempresentasikannya
dengan percaya diri dan kreatif.
3. Transformasi Spiritual & Karakter (Mindful & Beradab)
Internalisasi
Nilai Keagungan Allah SWT:
·
Al-Khaliq
(Maha Pencipta): Peserta didik bersyukur dan mengagumi keteraturan hukum
fisika yang diciptakan Allah SWT serta kesempurnaan desain tubuh manusia yang
memungkinkan mereka menghasilkan gaya dan energi.
·
Al-Hafiz
(Maha Memelihara): Peserta didik menumbuhkan kesadaran (mindful) untuk memelihara kesehatan
tubuh (adab ergonomis) dan menggunakan energi secara efisien tanpa mubazir.
·
Ar-Razzaq
(Maha Pemberi Rezeki): Peserta didik memahami hakikat ikhtiar, bahwa
keberhasilan dan rezeki membutuhkan gaya
(usaha keras) dan perpindahan
(aksi nyata), yang kemudian diimbangi dengan sikap tawakal dan pantang
menyerah.

_page-0001.jpg)
_page-0002.jpg)
_page-0003.jpg)
_page-0004.jpg)
_page-0005.jpg)
_page-0006.jpg)
_page-0007.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar