Kelas
IXD Jam Ke 4-6 dan Kelas IXC Jam Ke 9-10
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Senin/ 19 Oktober 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IXD Jam Ke 4-6
Kelas IXC Jam Ke 9-10
Materi
: Listrik statis
Pertemuan :1
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta
didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan
sehari-hari
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik memusatkan perhatian (mindfulness) pada fenomena
sederhana agar mereka sadar bahwa sains ada di sekitar mereka.
Peserta didik melatih kesadaran reflektif: "Apa yang kalian rasakan di tangan? Apa
yang kalian lihat pada kertas? Peserta didik fokus mengamati apa yang
terjadi saat penggaris digosok ke rambut kering lalu didekatkan ke kertas
Meaningful ( Bermakna), Materi listrik statis
sering dianggap abstrak. Pada tahap ini, konsep dihubungkan langsung dengan
pengalaman hidup sehari-hari dan teknologi. Melalui demonstrasi, peserta didik
dibimbing untuk menyimpulkan sendiri bahwa ada "muatan listrik" (positif
dan negatif) yang berpindah akibat gesekan (triboelektrik), serta memahami
hukum interaksi muatan (sejenis tolak-menolak, tak sejenis tarik-menarik) yang
juga diaplikasikan pada alat seperti penangkal petir atau mesin pencetak laser
(fotokopi).
Peserta didik dapat belajar sains harus terasa
seperti bermain. Pada tahap ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas kolaboratif
yang menantang dan memicu rasa ingin tahu (fun science).
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta didik mampu Memahami struktur dasar penyusun
materi (atom) dan fungsi perpindahan elektron dalam memicu gejala listrik
statis.
2.Pemahaman Proses Biologis
Peserta
didik Menghubungkan konsep muatan listrik dan ion dengan proses biologis yang
terjadi pada tubuh makhluk hidup (sistem saraf dan hewan bioelektrik).
3.Kesadaran & Aksi Nyata
Peserta didik dapat Menumbuhkan
kesadaran diri terhadap keselamatan dari fenomena alam (petir) dan merancang
aksi nyata pemanfaatan atau pencegahan bahaya listrik statis.
MATERI
Materi
pembelajaran terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi Tekanan terlampir sebagai berikut
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT
1.Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Struktur atom (proton, elektron, neutron) yang
berukuran sangat kecil namun tersusun dengan sangat rapi dan simetris pada
setiap benda di alam semesta.
Allah menciptakan partikel dasar terkecil (elektron
dan proton)
dengan muatan yang pas dan presisi. Tanpa keseimbangan muatan ini, materi di
alam semesta tidak akan bisa menyatu membentuk benda, air, atau tubuh manusia. Peserta
didik menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibanding keagungan Allah
yang sanggup mengatur pergerakan triliunan elektron secara bersamaan tanpa ada
yang bertabrakan.
.
2.Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Petir
mengandung energi listrik statis jutaan Volt yang mematikan. Namun, Allah
menciptakan Bumi sebagai "penampung muatan" berkapasitas tak terbatas
(grounding) untuk menetralkan kilat. Allah juga memberkati manusia
dengan akal untuk menciptakan sistem penangkal petir demi keselamatan.Peserta
didik melihat fenomena petir bukan hanya sebagai ketakutan, tetapi sebagai
tanda penjagaan Allah SWT pada alam agar terjadi keseimbangan energi
3.Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Peserta
didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) atas rezeki kesehatan dan kesempurnaan
sistem saraf. Siswa diajak menggunakan "listrik di dalam tubuhnya"
(tangan, kaki, otak) hanya untuk perbuatan yang diridhai Allah, seperti
menolong teman dan menuntut ilmu.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan
aktivitas terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Listrik
statis
adalah ketidakseimbangan
muatan listrik pada permukaan suatu benda yang menyebabkan muatan tersebut diam
atau tidak mengalir
Atom
adalah bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi.
Atom
terdiri dari partikel- partikel antara lain
1.
Proton ( + )
2.
Elektron ( - )
3.
Neutron ( o )
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
·
Petir: Pelepasan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan
Bumi.
·
Penggaris
atau balon menarik kertas: Penggaris
plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas kecil.
·
Rambut
berdiri: Rambut ikut tertarik atau berdiri
setelah bergesekan dengan balon atau perosotan plastik
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam
tiga tahapan utama:
1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning /
Mengenal & Mengingat)
Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun
fondasi pengetahuan konkrit mengenai struktur atom (proton dan elektron) serta
fenomena dasar listrik statis melalui observasi langsung (mindful).Peserta didik
mampu mengenali, mengingat, dan mendemonstrasikan gejala awal listrik statis
sederhana (seperti penggaris digosok rambut yang dapat menarik kertas atau
balon yang menempel). Mereka memahami bahwa perpindahan elektron akibat gesekan
adalah akar dari fenomena tersebut.
2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)
Peserta didik mampu
meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi
menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk
menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik dapat
menganalisis interaksi muatan listrik (tolak-menolak dan tarik-menarik), memahami
hukum dasar kelistrikan, serta menalar bagaimana sistem saraf manusia dan hewan
tertentu (seperti belut listrik) memanfaatkan ion dan impuls listrik (bioelektrik) dalam proses
biologisnya. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq dan Ar-Razzaq) melalui
keteraturan struktur ciptaan-Nya.
3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning /
Mengaplikasikan & Merefleksikan)
Pada tahap puncak ini,
peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di
lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.
Peserta didik
menunjukkan kesadaran kritis (mindful & meaningful) dengan merancang aksi
nyata, seperti memahami sistem penangkal petir, menerapkan tips keselamatan
saat badai, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk
pengamalan sifat Allah Al-Hafiz
(Maha Memelihara). Mereka mampu mengkomunikasikan pemahamannya melalui produk
kreatif atau kampanye keselamatan sederhana.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar