Kelas
IXB Jam Ke 8-10
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Selasa/ 20 Oktober 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IXB Jam Ke 8-10
Materi
: Listrik statis
Pertemuan :1
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta
didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan
sehari-hari
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik memusatkan perhatian (mindfulness)
pada fenomena sederhana agar mereka sadar bahwa sains ada di sekitar mereka.
Peserta
didik melatih kesadaran reflektif: "Apa yang kalian rasakan di tangan? Apa yang kalian lihat pada
kertas? Peserta didik fokus mengamati apa yang terjadi saat penggaris
digosok ke rambut kering lalu didekatkan ke kertas
Meaningful ( Bermakna), Materi listrik statis
sering dianggap abstrak. Pada tahap ini, konsep dihubungkan langsung dengan
pengalaman hidup sehari-hari dan teknologi. Melalui demonstrasi, peserta didik
dibimbing untuk menyimpulkan sendiri bahwa ada "muatan listrik"
(positif dan negatif) yang berpindah akibat gesekan (triboelektrik), serta
memahami hukum interaksi muatan (sejenis tolak-menolak, tak sejenis
tarik-menarik) yang juga diaplikasikan pada alat seperti penangkal petir atau
mesin pencetak laser (fotokopi).
Peserta didik dapat belajar sains harus terasa
seperti bermain. Pada tahap ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas kolaboratif
yang menantang dan memicu rasa ingin tahu (fun science).
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta didik mampu Memahami struktur dasar penyusun
materi (atom) dan fungsi perpindahan elektron dalam memicu gejala listrik
statis.
2.Pemahaman Proses Biologis
Peserta
didik Menghubungkan konsep muatan listrik dan ion dengan proses biologis yang
terjadi pada tubuh makhluk hidup (sistem saraf dan hewan bioelektrik).
3.Kesadaran & Aksi Nyata
Peserta didik dapat Menumbuhkan
kesadaran diri terhadap keselamatan dari fenomena alam (petir) dan merancang
aksi nyata pemanfaatan atau pencegahan bahaya listrik statis.
MATERI
Materi
pembelajaran terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi listrik statis terlampir sebagai
berikut
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT
1.Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Struktur atom (proton, elektron, neutron) yang
berukuran sangat kecil namun tersusun dengan sangat rapi dan simetris pada
setiap benda di alam semesta.
Allah menciptakan partikel dasar terkecil (elektron dan proton)
dengan muatan yang pas dan presisi. Tanpa keseimbangan muatan ini, materi di
alam semesta tidak akan bisa menyatu membentuk benda, air, atau tubuh manusia. Peserta
didik menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibanding keagungan Allah
yang sanggup mengatur pergerakan triliunan elektron secara bersamaan tanpa ada
yang bertabrakan.
.
2.Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Petir
mengandung energi listrik statis jutaan Volt yang mematikan. Namun, Allah
menciptakan Bumi sebagai "penampung muatan" berkapasitas tak terbatas
(grounding) untuk menetralkan kilat. Allah juga memberkati manusia
dengan akal untuk menciptakan sistem penangkal petir demi keselamatan.Peserta
didik melihat fenomena petir bukan hanya sebagai ketakutan, tetapi sebagai
tanda penjagaan Allah SWT pada alam agar terjadi keseimbangan energi
3.Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Peserta
didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) atas rezeki
kesehatan dan kesempurnaan sistem saraf. Siswa diajak menggunakan "listrik
di dalam tubuhnya" (tangan, kaki, otak) hanya untuk perbuatan yang
diridhai Allah, seperti menolong teman dan menuntut ilmu.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan
aktivitas terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Listrik
statis adalah
ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan suatu benda yang menyebabkan
muatan tersebut diam atau tidak mengalir
Atom
adalah bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi.
Atom
terdiri dari partikel- partikel antara lain
1.
Proton ( + )
2.
Elektron ( - )
3.
Neutron ( o )
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
·
Petir: Pelepasan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan
Bumi.
·
Penggaris
atau balon menarik kertas: Penggaris
plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas kecil.
·
Rambut
berdiri: Rambut ikut tertarik atau berdiri
setelah bergesekan dengan balon atau perosotan plastik
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada
materi listrik statis menunjukkan
peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap
berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga
kesadaran kontekstual yang mendalam.
Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam
tiga tahapan utama:
1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning /
Mengenal & Mengingat)
Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun
fondasi pengetahuan konkrit mengenai struktur atom (proton dan elektron) serta
fenomena dasar listrik statis melalui observasi langsung (mindful).Peserta
didik mampu mengenali, mengingat, dan mendemonstrasikan gejala awal listrik
statis sederhana (seperti penggaris digosok rambut yang dapat menarik kertas
atau balon yang menempel). Mereka memahami bahwa perpindahan elektron akibat
gesekan adalah akar dari fenomena tersebut.
2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning /
Menganalisis & Menalar)
Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan
kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme
di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem
biologis makhluk hidup. Peserta didik dapat menganalisis interaksi muatan
listrik (tolak-menolak dan tarik-menarik), memahami hukum dasar kelistrikan,
serta menalar bagaimana sistem saraf manusia dan hewan tertentu (seperti belut
listrik) memanfaatkan ion dan impuls listrik (bioelektrik) dalam proses
biologisnya. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq
dan Ar-Razzaq) melalui keteraturan struktur ciptaan-Nya.
3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer
Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)
Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu
mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar
serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar