Jumat, 11 September 2026

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5

 

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan  Kelas VIII C Jam Ke 4-5



 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Jumat / 11  September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 1-2

                                                                 Kelas VIII C  Jam Ke 4-5

Materi                                                    : Zat Aditif

Pertemuan                                              : 4

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diajak untuk sadar penuh (mindful) terhadap apa yang mereka konsumsi sehari-hari, merefleksikan kebiasaan makan, serta memahami bagaimana organ pencernaan bekerja mengolah makanan tersebut secara sadar

Meaningful ( Bermakna), Pembelajaran dikaitkan langsung dengan konteks kehidupan nyata, seperti membaca label kemasan makanan yang biasa dibeli di kantin atau supermarket dan memahami dampak zat aditif bagi kesehatan jangka panjang.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran melalui investigasi detektif label makanan

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : peserta didik diarahkan untuk membangun pemahaman awal melalui pengamatan fenomena nyata di lingkungan sekitar terkait zat aditif pada makanan dan minuman.

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat mengklasifikasikan zat aditif berdasarkan fungsi (pewarna, pemanis, pengawet, penyedap) serta membedakan antara zat aditif alami dan buatan (sintetis).

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Investigasi/survei label  bungkusan kemasan untuk mencatat jenis zat aditif (terutama pewarna dan pemanis buatan) yang paling sering digunakan.

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut 

















 







 















 

Video link pembelajaran Zat Aditif  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=PskFq2VSFkY     



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah SWT menciptakan berbagai sumber daya alam yang kaya di bumi, termasuk bahan-bahan alami yang dapat digunakan sebagai zat aditif (seperti kunyit untuk pewarna, gula aren untuk pemanis, dan daun suji). Akal manusia yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta juga memungkinkan mereka menemukan berbagai zat sintetis untuk membantu kehidupan, namun tetap dengan batasan tertentu.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

 

Tubuh manusia adalah amanah dan ciptaan Allah yang harus dipelihara kesehatannya. Penggunaan zat aditif buatan (sintetis) yang berlebihan merupakan bentuk kelalaian dalam memelihara (menjaga) kesehatan tubuh yang dititipkan-Nya.

 

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Segala jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari adalah rezeki dan bentuk kasih sayang dari Allah SWT (Ar-Razzaq). Rezeki tersebut harus disyukuri dengan cara memilih yang halalan thayyiban (halal lagi baik/menyehatkan).

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut






KESIMPULAN MATERI

 

Zat aditif adalah segala jenis bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dengan tujuan untuk menambah dan memperkuat rasa, membuat warna yang lebih menarik, mengawetkan, memberi aroma, mengentalkan, dan mengemulsi bahan makanan

Zat aditif terbagi menjadi 6 Jenis yaitu ;

1.      Pemanis

2.      Pewarna

3.      Penyedap

4.      Pengawet

5.      Pemberi aroma

6.      Pengental atau pengemulsi

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Perjalanan belajar peserta didik pada materi zat aditif menunjukkan perkembangan kognitif dan kesadaran diri yang signifikan. Pada awal pembelajaran, pemahaman peserta didik umumnya masih bertumpu pada pengetahuan awal yang bersumber dari pengalaman sehari-hari (lay knowledge). Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, terjadi pergeseran dari sekadar mengenali nama-nama produk menjadi pemahaman ilmiah yang utuh mengenai klasifikasi zat aditif alami versus buatan beserta fungsi dan batasan penggunaannya.

Lebih dari itu, integrasi nilai spiritual melalui pengenalan sifat agung Allah SWT—seperti Al-Khaliq dalam mentadabburi kekayaan bahan alam, Al-Hafiz dalam menjaga amanah kesehatan tubuh dari bahaya zat aditif berlebihan, serta Ar-Razzaq dalam mensyukuri rezeki makanan yang halalan thayyiban—berhasil memperkuat karakter peserta didik. Mereka tidak hanya cerdas secara kognitif dalam menganalisis komposisi pangan, tetapi juga memiliki kesadaran diri dan adab yang tinggi untuk menjadi konsumen yang bijak, kritis, serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.

 

 


Kamis, 10 September 2026

Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10

 

Kelas IXA  Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB  Jam Ke 9-10





 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Kamis/ 10 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 3-5

                                                                Kelas IXB  Jam Ke 9-10

Materi                                                    : Homeostatis

Pertemuan                                              : 4

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik untuk sadar (mindful) bahwa tubuh mereka memiliki sistem otomatis yang merespons perubahan lingkungan luar.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengaitkan materi  langsung dengan kehidupan skenario nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

·         Mengapa seseorang yang berada di pegunungan bersalju sering merasa ingin buang air kecil dan tubuhnya menggigil?

·         Mengapa kita merasa sangat haus dan kepanasan saat berada di tengah terik matahari?

Serta peserta didik dapat menghubungkan perubahan suhu luar atau kadar air dengan respons internal tubuh. Mereka memaknai bahwa homeostasis bukan sekadar hafalan materi biologi, tetapi sistem pertahanan hidup (survival system) yang menjaga tubuh tetap hidup dan berfungsi optimal.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan simulasi Berkeringat (Uji Suhu Tubuh): Siswa melakukan aktivitas fisik ringan (seperti lari di tempat selama 2 menit), lalu mengamati perubahan suhu tubuh, detak jantung, dan keluarnya keringat sebagai bentuk respons pendinginan alami tubuh.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik dapat. Mengidentifikasi organ dan struktur pengatur ( 3 komponen anatomi yang berfungsi sebagai reseptor, pusat kontrol, dan efektor.)

 

2.      Pemahaman Proses BiologisPeserta didik dapat Menganalisis mekanisme umpan balik (feedback loop) mengenai respons tubuh terhadap perubahan suhu atau kondisi luar ekstrem.

 

3.      Kesadaran & Aksi NyataPeserta didik dapat Merefleksikan dan mengaplikasikan pola hidup sehat  berdasarkan analisis sistem homeostasis..

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut



























Video pembelajaran  materi homeostatis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=yoO5XkPiAnU  


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik saat mempelajari bagaimana tubuh manusia mendeteksi perubahan lingkungan luar (seperti suhu ekstrem atau cahaya) dan meresponnya secara otomatis melalui sistem saraf dan hormon, peserta didik diajak melihat betapa sempurnanya rancangan ciptaan Allah.

2.      Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik mempelajari Homeostasis adalah cara tubuh mempertahankan lingkungan internal agar tetap stabil (self-preservation). Ini adalah wujud nyata kasih sayang Allah yang memelihara kehidupan manusia melalui sistem organ

3.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik  dapat mengkaitkan materi  Homeostasis glukosa darah, cairan tubuh (osmoregulasi), dan tekanan darah sangat bergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam tubuh. Makanan, air, dan oksigen adalah rezeki dari Allah yang harus dikelola dengan seimbang.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan  terlampir sebagai berikut

https://wayground.com/join?gc=26467173



KESIMPULAN MATERI

Homeostasis adalah kemampuan tubuh makhluk hidup untuk menjaga kestabilan kondisi internal (seperti suhu, kadar air, dan pH) di tengah perubahan lingkungan luar

Mekanisme Homeostasis

Tubuh mengatur keseimbangan melalui tiga komponen utama:

1.Reseptor (Sensor): Bagian yang mendeteksi perubahan atau rangsangan dari luar maupun dalam tubuh.

2.Pusat Kontrol (Integrator): Otak (khususnya hipotalamus) atau sumsum tulang belakang yang memproses informasi dari reseptor.

3. Efektor: Organ atau jaringan yang merespons perintah pusat kontrol untuk mengembalikan kondisi tubuh ke normal

 

 

Contoh Homeostasis dalam Tubuh

Pengaturan Suhu Tubuh: Saat udara panas, tubuh berkeringat untuk mendinginkan diri. Saat dingin, tubuh menggigil untuk menghasilkan panas.

Pengaturan Kadar Air: Ketika kekurangan cairan, ginjal memproduksi sedikit urine dan otak memicu rasa haus.

Pengaturan Gula Darah: Hormon insulin dan glukagon menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.

Sebagian besar mekanisme homeostatis menggunakan umpan balik negatif untuk menghentikan perubahan agar kembali ke titik normal.

Sistem organ yang terlibat homeostatis adalah system saraf, system endokrin, system peredaran darah dan system ekskresi

Gangguan penyskit  yang terlibat homeostatis adalah demam, diabetes , diabetes dan hipotermia

Cara menjaga Homeostatis tubuh makan makanan yang bergizi, istirahat, berolahraga,minum air putih yang cukup  dan mengelola stres

 

 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi homeostasis menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap—

Tahapan Perkembangan Pemahaman Peserta Didik:

Tahap 1: Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat) Peserta didik pada tahap ini mampu mengidentifikasi dan mengingat kembali struktur anatomi dasar serta komponen utama yang terlibat dalam sistem pengatur tubuh, seperti organ sensor, jalur saraf, dan bagian otak yang bertindak sebagai pusat pengendali.

 Tahap 2: Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis Hubungan) Peserta didik pada tahap ini berhasil menganalisis bagaimana tubuh merespons perubahan lingkungan luar melalui mekanisme umpan balik negatif (negative feedback loop), seperti proses termoregulasi saat suhu ekstrim serta pengaturan kadar air dan glukosa dalam tubuh.

Tahap 3: Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri (Transfer / Mindful & Meaningful) Peserta didik pada tahap ini mampu menghubungkan konsep ilmiah homeostasis dengan kesadaran diri (mindfulness) terhadap kondisi fisik tubuh sendiri, serta mengaplikasikannya dalam bentuk aksi nyata menjaga pola hidup sehat sebagai wujud rasa syukur atas kebesaran ciptaan Sang Pencipta.

 

 

 

 


Rabu, 09 September 2026

Kelas IXA Jam Ke 1-2

 

Kelas IXA  Jam Ke 1-2




 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu/ 9 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 1-2

Materi                                                    : Homeostatis

Pertemuan                                              : 4

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik untuk sadar (mindful) bahwa tubuh mereka memiliki sistem otomatis yang merespons perubahan lingkungan luar.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengaitkan materi  langsung dengan kehidupan skenario nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

·         Mengapa seseorang yang berada di pegunungan bersalju sering merasa ingin buang air kecil dan tubuhnya menggigil?

·         Mengapa kita merasa sangat haus dan kepanasan saat berada di tengah terik matahari?

Serta peserta didik dapat menghubungkan perubahan suhu luar atau kadar air dengan respons internal tubuh. Mereka memaknai bahwa homeostasis bukan sekadar hafalan materi biologi, tetapi sistem pertahanan hidup (survival system) yang menjaga tubuh tetap hidup dan berfungsi optimal.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan simulasi Berkeringat (Uji Suhu Tubuh): Siswa melakukan aktivitas fisik ringan (seperti lari di tempat selama 2 menit), lalu mengamati perubahan suhu tubuh, detak jantung, dan keluarnya keringat sebagai bentuk respons pendinginan alami tubuh.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik dapat. Mengidentifikasi organ dan struktur pengatur ( 3 komponen anatomi yang berfungsi sebagai reseptor, pusat kontrol, dan efektor.)

 

2.      Pemahaman Proses BiologisPeserta didik dapat Menganalisis mekanisme umpan balik (feedback loop) mengenai respons tubuh terhadap perubahan suhu atau kondisi luar ekstrem.

 

3.      Kesadaran & Aksi NyataPeserta didik dapat Merefleksikan dan mengaplikasikan pola hidup sehat  berdasarkan analisis sistem homeostasis..

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut



















Video pembelajaran  materi homeostatis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=yoO5XkPiAnU   


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik saat mempelajari bagaimana tubuh manusia mendeteksi perubahan lingkungan luar (seperti suhu ekstrem atau cahaya) dan meresponnya secara otomatis melalui sistem saraf dan hormon, peserta didik diajak melihat betapa sempurnanya rancangan ciptaan Allah.

2.      Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik mempelajari Homeostasis adalah cara tubuh mempertahankan lingkungan internal agar tetap stabil (self-preservation). Ini adalah wujud nyata kasih sayang Allah yang memelihara kehidupan manusia melalui sistem organ

3.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik  dapat mengkaitkan materi  Homeostasis glukosa darah, cairan tubuh (osmoregulasi), dan tekanan darah sangat bergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam tubuh. Makanan, air, dan oksigen adalah rezeki dari Allah yang harus dikelola dengan seimbang.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan assessment terlampir sebagai berikut

 







Pertanyaan assessment mohon untuk dijawab dikolom komentar blogger serta ,mohon dilengkapi nama lengkap dan kelas serta mengirimkan bukti screenshoot pembelajaran melalui whatshap ibu 085840707929




KESIMPULAN MATERI

Homeostasis adalah kemampuan tubuh makhluk hidup untuk menjaga kestabilan kondisi internal (seperti suhu, kadar air, dan pH) di tengah perubahan lingkungan luar

Mekanisme Homeostasis

Tubuh mengatur keseimbangan melalui tiga komponen utama:

1.Reseptor (Sensor): Bagian yang mendeteksi perubahan atau rangsangan dari luar maupun dalam tubuh.

2.Pusat Kontrol (Integrator): Otak (khususnya hipotalamus) atau sumsum tulang belakang yang memproses informasi dari reseptor.

3. Efektor: Organ atau jaringan yang merespons perintah pusat kontrol untuk mengembalikan kondisi tubuh ke normal

 

 

Contoh Homeostasis dalam Tubuh

Pengaturan Suhu Tubuh: Saat udara panas, tubuh berkeringat untuk mendinginkan diri. Saat dingin, tubuh menggigil untuk menghasilkan panas.

Pengaturan Kadar Air: Ketika kekurangan cairan, ginjal memproduksi sedikit urine dan otak memicu rasa haus.

Pengaturan Gula Darah: Hormon insulin dan glukagon menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.

Sebagian besar mekanisme homeostatis menggunakan umpan balik negatif untuk menghentikan perubahan agar kembali ke titik normal.

Sistem organ yang terlibat homeostatis adalah system saraf, system endokrin, system peredaran darah dan system ekskresi

Gangguan penyskit  yang terlibat homeostatis adalah demam, diabetes , diabetes dan hipotermia

Cara menjaga Homeostatis tubuh makan makanan yang bergizi, istirahat, berolahraga,minum air putih yang cukup  dan mengelola stres

 

 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi homeostasis menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap—

Tahapan Perkembangan Pemahaman Peserta Didik:

Tahap 1: Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat) Peserta didik pada tahap ini mampu mengidentifikasi dan mengingat kembali struktur anatomi dasar serta komponen utama yang terlibat dalam sistem pengatur tubuh, seperti organ sensor, jalur saraf, dan bagian otak yang bertindak sebagai pusat pengendali.

 Tahap 2: Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis Hubungan) Peserta didik pada tahap ini berhasil menganalisis bagaimana tubuh merespons perubahan lingkungan luar melalui mekanisme umpan balik negatif (negative feedback loop), seperti proses termoregulasi saat suhu ekstrim serta pengaturan kadar air dan glukosa dalam tubuh.

Tahap 3: Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri (Transfer / Mindful & Meaningful) Peserta didik pada tahap ini mampu menghubungkan konsep ilmiah homeostasis dengan kesadaran diri (mindfulness) terhadap kondisi fisik tubuh sendiri, serta mengaplikasikannya dalam bentuk aksi nyata menjaga pola hidup sehat sebagai wujud rasa syukur atas kebesaran ciptaan Sang Pencipta.