Jumat, 25 September 2026

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5

 

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5





IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Jumat / 25 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 1-2

                                                                Kelas VIII C Jam Ke 4-5

Materi                                                    : Gangguan/ Penyakit Sistem Peredaran Darah

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang struktur dan fungsi organ organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang struktur dan fungsi organ-organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diminta duduk tenang, melakukan mindfulness singkat selama 2 menit. Minta mereka duduk tenang, meraba denyut nadi di pergelangan tangan atau leher, dan merasakan ritme detak jantung mereka sendiri. Bayangkan jantungmu bekerja tanpa henti sejak kamu lahir tanpa pernah meminta cuti. Bagaimana perasaanmu terhadap kerja keras organ tubuhmu ini? Apa yang terjadi jika aliran darah itu terganggu?"

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik menganalisis penyebab, gejala, dan solusi pencegahannya, lalu menyadari bahwa pilihan gaya hidup harian mereka hari ini menentukan kesehatan jantung mereka di masa depan

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran melalui  permainan interaktif seperti Diagnosis Kasus Misteri (Medical Detective), dilanjutkan dengan sesi refleksi dan soal latihan.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik diajak membuka kesadaran diri (mindfulness) dan mengeksplorasi fenomena awal terkait kondisi tubuh mereka sebelum masuk ke materi teoretis

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat  menggali konsep ilmiah mengenai jenis-jenis gangguan peredaran darah (seperti Anemia, Hipertensi, Jantung Koroner, Hemofilia, dan Leukimia) dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung serta merancang solusi preventif terhadap gangguan sistem peredaran darah.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut





















 





Video link pembelajaran Gangguan/ Kelainan sistem peredaran darah terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=msP5CAyj8NM   


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik memiliki Rasa Kagum dan Syukur (Ta'dzim): Mengagungkan kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Jantung manusia memompa sekitar 7.000 liter darah setiap hari, melewati pembuluh darah sepanjang ribuan kilometer, tanpa pernah mogok sejak di dalam kandungan hingga akhir hayat.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik dapat menyadari bahwa tubuh adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan dipelihara (hifzhul badan). Allah Al-Hafiz telah menjaga keseimbangan sistem tubuh kita, namun manusia diberi akal untuk ikut memelihara penjagaan tersebut.

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik dapat  berniat bahwa ilmu tentang menjaga  kesehatan peredaran darah

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

Gangguan peredaran darah seperti :

 

1.      Hipertensi. Hipertensi alias tekanan darah tinggi

(≥ 140/90 mmHg). menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, atau bahkan gagal ginjal.

2.      Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari seharusnya (di bawah 90/60 mmHg)

3.      Aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena adanya penumpukan lemak, kolesterol, dan zat sisa lainnya di dinding pembuluh darah arteri, sehingga aliran darah tersumbat

4.      Leukimia (Kanker Darah)

Kanker darah yang menyebabkan produksi sel darah putih tidak terkendali.

5.      Varises adalah Pelebaran pembuluh darah vena yang sering terjadi di area kaki akibat penumpukan darah

6.      Anemia: Kekurangan hemoglobin atau sel darah merah sehingga tubuh kekurangan oksigen.

7.      Hemofilia

Gangguan pada sistem peredaran darah berupa darah yang sukar atau tidak dapat membeku dengan normal.

8.      Stroke adalah kondisi yang terjadi  ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan / pecahnya pembuluh darah

9.      Penyakit jantung koroner

Penyempitan pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung

Cara menjaga sistem peredaran darah agar tetap lancar dan sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, rajin olahraga, banyak minum air putih, istirahat yang cukup, tidak merokok, dan mengelola aktivitas yang baik

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi gangguan sistem peredaran darah—dari yang semula hanya mengenal penyakit secara abstrak, kini mampu menganalisis penyebab, gejala, hingga solusi pencegahan berbagai gangguan seperti anemia, hipertensi, jantung koroner, hemofilia, dan leukemia secara ilmiah.

Melalui tahapan pembelajaran yang mendalam, peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi kognitif terkait bagaimana fungsi organ peredaran darah dapat mengalami disfungsi akibat faktor genetik maupun gaya hidup, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan emosional yang mendalam.

Pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) terbukti berhasil menumbuhkan rasa syukur yang nyata pada diri peserta didik. Hal ini tercermin dari perubahan sikap dan komitmen kuat mereka untuk memperlakukan tubuh sebagai amanah yang harus dijaga, serta diaplikasikan melalui pilihan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 


Kamis, 24 September 2026

Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10

 

Kelas IXA  Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB  Jam Ke 9-10





IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Kamis/ 24 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 3-5

                                                               Kelas IXB  Jam Ke 9-10

Materi                                                    : Tekanan Zat Cair

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena alam dan teknologi di sekitar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat cair

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik  diajak mencelupkan benda (seperti telur / bola plastik atau batu) ke dalam wadah berisi air dan diminta memejamkan mata sejenak untuk merasakan secara sadar adanya dorongan ke atas (gaya ke atas) yang melawan tangan mereka.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik  dapat menghubungkan konsep gaya apung dengan teknologi sehari-hari, seperti bagaimana kapal laut raksasa berbahan baja bisa mengapung atau cara kerja kapal selam mengatur posisi ballast (tangki pemberat).

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan pratikum sederhana menggunakan telur, melalui eksperimen langsung, siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi juga membuktikannya secara visual

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mengamati dan mengenali komponen utama dalam fluida, yaitu massa jenis zat cair (rho), volume benda yang tercelup (V), serta gaya berat benda.

 

2.      Pemahaman Proses Biologis

 

Peserta didik mampu menelaah proses perbandingan matematis dan logis antara berat benda (w) dengan gaya ke atas (Fa) untuk menentukan posisi benda di dalam fluida.

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik menghubungkan sains dengan teknologi: Peserta didik menyadari kegunaan prinsip Archimedes dalam inovasi dunia nyata, seperti rancangan kapal selam, galangan kapal, dan jembatan ponton.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut


















 













Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=GyIilVmoLLQ 


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik mentadaburi kebesaran Allah SWT dalam menciptakan air dengan sifat fisik dan massa jenis yang unik. Allah menciptakan air tidak hanya sebagai sumber kehidupan, tetapi juga menetapkan hukum fisika (gaya ke atas) yang memungkinkan kapal-kapal raksasa bermuatan ribuan ton dapat berlayar dengan stabil di atas lautan luas

 

2        Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami bagaimana Allah SWT memelihara keseimbangan ekosistem perairan dan kestabilan bumi melalui hukum-hukum fluida. Contohnya adalah bagaimana ikan, paus, dan berbagai biota laut dapat mengatur posisi tubuh mereka di berbagai kedalaman air (melayang atau mengapung) berkat sistem organ yang selaras dengan prinsip fisika penjagaan dari-Nya.

 

1.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menyadari bahwa jalur distribusi rezeki di muka bumi ini sangat luas, salah satunya melalui lautan. Dengan prinsip Archimedes, manusia mampu merancang kapal kargo, kapal nelayan, dan jalur transportasi laut untuk mengantarkan rezeki (pangan, barang, dan manfaat) antar-pulau dan antar-negara.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

Hukum Archimedes membahas tentang gaya apung atau gaya ke atas yang dialami oleh benda saat dicelupkan ke dalam zat cair.

Bunyi Hukum Archimedes

“Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida (zat cair atau gas), akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut

Ketika benda berada di dalam zat cair, terdapat 3 kondisi melayang, mengapung dan tenggelam.

 

Rumus Hukum Archimedes

Besar gaya ke atas dapat dihitung dengan persamaan:

(Fa=rho. G. V)

Akibat gaya ke atas, berat benda di dalam air (Wa) terasa lebih ringan daripada berat benda di udara

 

Fa= Wu- Wa

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat cair ( Hukum Archimedes) menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1.      Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen dasar, menghafal atau mengingat kembali rumus tekanan hidrostatis dan Hukum Archimedes, serta mengenali variabel-variabel penentu seperti massa jenis zat cair (rho), kedalaman (h), percepatan gravitasi (g), dan volume benda yang tercelup.

2.      Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mulai mampu menghubungkan konsep sebab-akibat secara logis. Mereka memahami mengapa tekanan hidrostatis semakin besar pada kedalaman tertentu, serta mampu menganalisis kondisi mekanis mengapa suatu benda bisa terapung, melayang, atau tenggelam berdasarkan perbandingan antara berat benda ($w$) dan gaya ke atas (Fa).

3.      Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Peserta didik berhasil mengaplikasikan pemahaman sains ke dalam penyelesaian masalah nyata—seperti melalui proyek uji coba muatan kapal plastisin atau perancangan purwarupa sederhana. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan nilai-nilai keimanan dengan mentadaburi kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq, Al-Hafiz, dan Ar-Razzaq) di balik keteraturan hukum fluida di alam semesta.

 


Rabu, 23 September 2026

Kelas VIII D Jam Ke 6-8

 

Kelas VIII D Jam Ke 6-8








 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu / 23 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 6-8

Materi                                                    : Sistem Peredaran Darah

Pertemuan                                              : 1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang struktur dan fungsi organ organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang struktur dan fungsi organ-organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diminta duduk tenang, meletakkan tangan di dada atau pergelangan tangan, lalu fokus merasakan detak jantung mereka sendiri sebelum dan sesudah melakukan peregangan ringan. Mereka diajak merefleksikan bagaimana tubuh bekerja

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik mengkaji struktur jantung dan pembuluh darah dengan mengaitkannya langsung pada kasus nyata sehari-hari, serta melacak pemahaman mereka sendiri bagian mana dari rute peredaran darah.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran melalui  simulasi gerak "Kurir Oksigen" di dalam kelas, di mana siswa berperan sebagai sel darah yang mengantar "paket" oksigen.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik dapat mengidentifikasi keberadaan dan fungsi umum sistem peredaran darah dalam tubuh manusia melalui pengalaman nyata dan pengamatan awal.

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat menganalisis struktur serta fungsi organ penyusun (jantung, pembuluh darah, komponen darah) dan membedakan mekanisme peredaran darah besar serta kecil.

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung serta merancang solusi preventif terhadap gangguan sistem peredaran darah.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut







 










Video link pembelajaran sistem peredaran darah terlampir sebagai berikut

system peredaran darah

https://www.youtube.com/watch?v=msP5CAyj8NM 


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik memiliki Rasa Kagum dan Syukur (Ta'dzim): Mengucapkan kalimat tasbih atau hamdalah saat menyadari betapa sempurnanya sistem kerja jantung yang memompa darah setiap detik tanpa henti bahkan saat kita sedang tidur.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik dapat merawat dan memelihara kesehatan jantung serta pembuluh darah sebagai bentuk amanah penjagaan terhadap titipan Allah (tubuh), melalui pola makan sehat dan olahraga teratur.

 

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik dapat mempelajari fungsi darah sebagai alat pengangkut sari-sari makanan (nutrisi dan oksigen) ke seluruh sel-sel tubuh manusia.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

Sistem peredaran darah manusia atau sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang berfungsi mengedarkan oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh sel tubuh.

Komponen Utama

1.       Jantung: Organ berukuran kepalan tangan yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Memiliki empat ruang yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.

2.       Pembuluh Darah: Saluran tempat darah mengalir, terdiri atas arteri (membawa darah keluar jantung), vena (membawa darah masuk ke jantung), dan kapiler (tempat pertukaran zat).

3.       Darah: Cairan medium yang mengandung sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma darah untuk mengangkut zat serta melawan penyakit

 

Jenis Peredaran Darah

Proses peredaran darah besar meliputi: Jantung – seluruh tubuh – jantung.

Proses peredaran darah kecil sebagai berikut: Jantung – paru-paru – jantung.

 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik  mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi sistem peredaran darah—dari yang semula hanya memahami tubuh bekerja secara abstrak, kini mampu menjelaskan struktur, mekanisme, hingga fungsi fisiologis secara ilmiah.

Melalui tahapan pembelajaran yang mendalam, peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi kognitif terkait anatomi jantung, perbedaan pembuluh darah, dan alur peredaran darah besar serta kecil, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan emosional yang mendalam. Mereka mampu merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq, Al-Hafiz, Ar-Razzaq) yang mendesain sistem tubuh manusia dengan begitu sempurna dan penuh penjagaan.

Pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan berhasil menumbuhkan rasa syukur yang nyata pada diri peserta didik. Hal ini tercermin dari kesadaran mereka untuk memperlakukan tubuh sebagai amanah yang harus dijaga melalui komitmen menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.