Senin, 07 September 2026

Kelas IXD Jam Ke 4-6 dan Kelas IXC Jam Ke 9-10

 

Kelas IXD  Jam Ke 4-6 dan Kelas IXC  Jam Ke 9-10



 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Senin/ 7 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXD  Jam Ke 4-6

                                                                 Kelas IXC  Jam Ke 9-10

Materi                                                    : Homeostatis

Pertemuan                                              : 4

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap perubahan kondisi lingkungan luar.

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik untuk sadar (mindful) bahwa tubuh mereka memiliki sistem otomatis yang merespons perubahan lingkungan luar.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengaitkan materi  langsung dengan kehidupan skenario nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

·         Mengapa seseorang yang berada di pegunungan bersalju sering merasa ingin buang air kecil dan tubuhnya menggigil?

·         Mengapa kita merasa sangat haus dan kepanasan saat berada di tengah terik matahari?

Serta peserta didik dapat menghubungkan perubahan suhu luar atau kadar air dengan respons internal tubuh. Mereka memaknai bahwa homeostasis bukan sekadar hafalan materi biologi, tetapi sistem pertahanan hidup (survival system) yang menjaga tubuh tetap hidup dan berfungsi optimal.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan simulasi Berkeringat (Uji Suhu Tubuh): Siswa melakukan aktivitas fisik ringan (seperti lari di tempat selama 2 menit), lalu mengamati perubahan suhu tubuh, detak jantung, dan keluarnya keringat sebagai bentuk respons pendinginan alami tubuh.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik dapat. Mengidentifikasi organ dan struktur pengatur ( 3 komponen anatomi yang berfungsi sebagai reseptor, pusat kontrol, dan efektor.)

 

2.      Pemahaman Proses BiologisPeserta didik dapat Menganalisis mekanisme umpan balik (feedback loop) mengenai respons tubuh terhadap perubahan suhu atau kondisi luar ekstrem.

 

3.      Kesadaran & Aksi NyataPeserta didik dapat Merefleksikan dan mengaplikasikan pola hidup sehat  berdasarkan analisis sistem homeostasis..

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut


















Video pembelajaran  materi homeostatis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=yoO5XkPiAnU


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik saat mempelajari bagaimana tubuh manusia mendeteksi perubahan lingkungan luar (seperti suhu ekstrem atau cahaya) dan meresponnya secara otomatis melalui sistem saraf dan hormon, peserta didik diajak melihat betapa sempurnanya rancangan ciptaan Allah.

2.      Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik mempelajari Homeostasis adalah cara tubuh mempertahankan lingkungan internal agar tetap stabil (self-preservation). Ini adalah wujud nyata kasih sayang Allah yang memelihara kehidupan manusia melalui sistem organ

3.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik  dapat mengkaitkan materi  Homeostasis glukosa darah, cairan tubuh (osmoregulasi), dan tekanan darah sangat bergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam tubuh. Makanan, air, dan oksigen adalah rezeki dari Allah yang harus dikelola dengan seimbang.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan LKPD terlampir sebagai berikut




Pertanyaan assessment mohon untuk dijawab dikolom komentar blogger  ,mohon dilengkapi nama lengkap dan kelas serta mengirimkan bukti screenshoot pembelajaran melalui whatshap ibu 085840707929


KESIMPULAN MATERI

Homeostasis adalah kemampuan tubuh makhluk hidup untuk menjaga kestabilan kondisi internal (seperti suhu, kadar air, dan pH) di tengah perubahan lingkungan luar

Mekanisme Homeostasis

Tubuh mengatur keseimbangan melalui tiga komponen utama:

1.Reseptor (Sensor): Bagian yang mendeteksi perubahan atau rangsangan dari luar maupun dalam tubuh.

2.Pusat Kontrol (Integrator): Otak (khususnya hipotalamus) atau sumsum tulang belakang yang memproses informasi dari reseptor.

3. Efektor: Organ atau jaringan yang merespons perintah pusat kontrol untuk mengembalikan kondisi tubuh ke normal

 

 

Contoh Homeostasis dalam Tubuh

Pengaturan Suhu Tubuh: Saat udara panas, tubuh berkeringat untuk mendinginkan diri. Saat dingin, tubuh menggigil untuk menghasilkan panas.

Pengaturan Kadar Air: Ketika kekurangan cairan, ginjal memproduksi sedikit urine dan otak memicu rasa haus.

Pengaturan Gula Darah: Hormon insulin dan glukagon menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.

Sebagian besar mekanisme homeostatis menggunakan umpan balik negatif untuk menghentikan perubahan agar kembali ke titik normal.

Sistem organ yang terlibat homeostatis adalah system saraf, system endokrin, system peredaran darah dan system ekskresi

Gangguan penyskit  yang terlibat homeostatis adalah demam, diabetes , diabetes dan hipotermia

Cara menjaga Homeostatis tubuh makan makanan yang bergizi, istirahat, berolahraga,minum air putih yang cukup  dan mengelola stres

 

 


KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi homeostasis menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap—

Tahapan Perkembangan Pemahaman Peserta Didik:

Tahap 1: Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat) Peserta didik pada tahap ini mampu mengidentifikasi dan mengingat kembali struktur anatomi dasar serta komponen utama yang terlibat dalam sistem pengatur tubuh, seperti organ sensor, jalur saraf, dan bagian otak yang bertindak sebagai pusat pengendali.

 Tahap 2: Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis Hubungan) Peserta didik pada tahap ini berhasil menganalisis bagaimana tubuh merespons perubahan lingkungan luar melalui mekanisme umpan balik negatif (negative feedback loop), seperti proses termoregulasi saat suhu ekstrim serta pengaturan kadar air dan glukosa dalam tubuh.

Tahap 3: Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri (Transfer / Mindful & Meaningful) Peserta didik pada tahap ini mampu menghubungkan konsep ilmiah homeostasis dengan kesadaran diri (mindfulness) terhadap kondisi fisik tubuh sendiri, serta mengaplikasikannya dalam bentuk aksi nyata menjaga pola hidup sehat sebagai wujud rasa syukur atas kebesaran ciptaan Sang Pencipta.

 

 


Kelas VIII C Jam Ke 1-3

 

Kelas VIII C Jam Ke 1-3




 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Senin/ 7  September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII C  Jam Ke 1-3                     

Materi                                                    : Zat Aditif (Informasi Nilai Gizi)

Pertemuan                                              : 3

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diajak untuk sadar penuh (mindful) terhadap apa yang mereka konsumsi sehari-hari, merefleksikan kebiasaan makan, serta memahami bagaimana organ pencernaan bekerja mengolah makanan tersebut secara sadar

Meaningful ( Bermakna), Pembelajaran dikaitkan langsung dengan konteks kehidupan nyata, seperti membaca label kemasan makanan yang biasa dibeli di kantin atau supermarket dan memahami dampak zat aditif bagi kesehatan jangka panjang.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran melalui investigasi detektif label makanan

 

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik menyadari kebiasaan makan diri sendiri melalui pengamatan langsung pada kemasan produk sehari-hari.

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dalam kelompok membedah angka kecukupan gizi, persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi), dan jenis zat aditif pada label makanan untuk menentukan kategori makanan sehat atau kurang sehat.

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik menuangkan hasil penyelidikan dan rancangan label makanan yang tertera pada bungkus kemasan, menu makanan sehari-hari yang seimbang gizinya (memperhatikan kalori, bebas zat aditif berbahaya, dan ramah pencernaan) untuk remaja seusia mereka.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut


















Video link pembelajaran Informasi Nilai Gizi terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=9yqRhCxRsEo   


 

Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Saat peserta didik mengamati keragaman bahan makanan, susunan zat gizi (karbohidrat, protein, lemak), serta kompleksitas organ pencernaan pada label kemasan dan tubuh mereka, mereka diajak untuk menyadari bahwa tidak ada satupun ciptaan yang sia-sia.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

 

Tubuh manusia adalah amanah dan titipan dari Allah yang harus dijaga keberlangsungannya.

Berhati-hati dan selektif dalam memilih makanan (memperhatikan informasi nilai gizi) sebagai bentuk ikhtiar nyata dalam menjaga dan merawat kesehatan tubuh yang telah dipelihara oleh Allah SWT.

 

 

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Setiap kalori dan nutrien yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman adalah rezeki langsung yang dikaruniakan oleh Allah Ar-Razzaq. Menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas setiap suap makanan yang dikonsumsi, menghargai proses rezeki tersebut dengan tidak berlebihan (tidak mubazir), serta menyadari bahwa nikmat rasa dan sistem pencernaan yang berfungsi normal adalah karunia yang harus disyukuri.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan assessment terlampir sebagai berikut

 


  



Pertanyaan tesebut mohon untuk dijawab dikolom komentar blogger serta berikan alasannya ,mohon dilengkapi nama lengkap dan kelas serta mengirimkan bukti screenshoot pembelajaran melalui whatshap ibu 085840707929

 

KESIMPULAN MATERI

 

Tabel informasi nilai gizi biasanya tertera dalam label makanan yang berisikan rincian komposisi bahan baku dan tabel informasi nilai gizinya. Tabel informasi nilai gizi berisi takaran saji, kalori, dan Persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG), yang rinciannya memiliki takaran saji, energy total dan persentase angka kecukupan gizi.

Nilai ini menunjukkan jumlah zat gizi dalam satuan berat seperti miligram (mg) atau gram (gr) atau disajikan dalam bentuk persentase (%) AKG.

Dengan memerhatikan dan membaca nilai informasi nilai gizi kamu bisa mengetahui kandungan gizi dari produk makanan atau minuman yang kamu konsumsi. Selain itu, kandungan gizi dalam produk makanan atau minuman yang tertera jelas juga bisa kamu gunakan untuk memilih mana yang kandungan nutrisinya lebih besar atau lebih sehat.

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Perjalanan belajar peserta didik pada materi Informasi Nilai Gizi dan Sistem Pencernaan menunjukkan perkembangan kognitif dan kesadaran diri yang signifikan.

Pada awal pembelajaran, pemahaman peserta didik umumnya masih bertumpu pada pengetahuan awal yang bersumber dari pengalaman sehari-hari (lay knowledge). Mereka melihat makanan sebatas pada rasa yang enak, merek yang populer, atau kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kemasan tanpa pernah membaca atau memahami angka-angka di balik bungkusnya. Istilah kalori, zat aditif, atau fungsi organ pencernaan dipahami secara parsial dan sekadar hafalan.

Melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang berpusat pada tiga prinsip—berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful)—serta penguatan adab terhadap kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq, Al-Hafiz, Ar-Razzaq), terjadi pergeseran paradigma berpikir peserta didik.

Pada tahap akhir pembelajaran, peserta didik berhasil mencapai tingkat pemahaman yang utuh, kontekstual, dan bermakna

 

 


Jumat, 04 September 2026

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5

 

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5







IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Jumat/ 4  September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 1-2

                                                                 Kelas VIII C  Jam Ke 4-5 

Materi                                                    : Makanan dan system pencernaan

                                                               (Sistem Organ Pencernaan serta Gangguan system pencernaan)

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diajak dapat merefleksikan kebiasaan nyata mereka sehari-hari dihubungkan dengan kesehatan organ pencernaan.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat membangun pemahaman konsep ilmiah mengenai enzim, organ pencernaan, serta gangguan/penyakit (seperti maag, diare, serta konstipasi, ) melalui studi kasus nyata.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik  menggunakan  charta gambar anatomi system organ pencernaan

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik dapat mengetahui system organ pencernaan berkaitan juga dengan gangguan pencernaan

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat menjelaskan fungsi spesifik dari masing-masing system organ pencernaan.

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menginvestigasi struktur, fungsi system organ pencernaan utama  serta gangguan system pencernaan

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut





























Video link pembelajaran Gangguan sistem  pencernaan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=3ogoVkLBAEA



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik menyadari bahwa tubuh manusia adalah ciptaan agung yang tidak ada cacat desainnya. Gangguan atau penyakit pencernaan sering kali muncul akibat ulah manusia sendiri (seperti pola makan yang salah atau kebersihan yang diabaikan), yang membuktikan bahwa organ tubuh ciptaan Al-Khaliq ini memerlukan penjagaan yang sesuai dengan aturan Sang Pencipta.

Allah menciptakan sistem pencernaan manusia dengan struktur dan mekanisme yang sangat presisi, mulai dari pencernaan mekanik hingga kimiawi melibatkan enzim yang spesifik. Ketika terjadi gangguan seperti appendiksitis (usus buntu) atau kelainan lambung (maag), hal ini menunjukkan betapa rumit dan sempurnanya rancangan ciptaan Allah.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

     Peserta didik mempelajari bagaimana Allah menjaga dan memelihara kelangsungan hidup

     manusia melalui mekanisme pertahanan yang ada di dalam saluran pencernaan.

 

 

Allah SWT memelihara tubuh manusia setiap detik melalui mekanisme pertahanan alami di sistem pencernaan, seperti asam lambung yang membunuh bakteri jahat di makanan, lendir (mukus) yang melindungi dinding lambung agar tidak mencerna dirinya sendiri, hingga gerak peristaltik. Gangguan seperti gastritis atau tukak lambung terjadi ketika fungsi pemeliharaan alami ini melemah akibat pola hidup yang tidak teratur.

 

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

    Setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh adalah bentuk rezeki dari Ar-Razzaq. Proses pencernaan mengubah rezeki tersebut menjadi sari-sari makanan, glukosa, dan energi yang mengalir ke seluruh sel tubuh. Gangguan pencernaan seperti konstipasi (sembelit), diare, atau malnutrisi sering kali berkaitan dengan bagaimana manusia memperlakukan rezeki makanan tersebut (misalnya kurang serat, kurang air putih, atau makan berlebihan).

.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan assessment terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

 

Terdapat organ-organ yang berada dalam sistem pencernaan yaitu mulut, kerongkongan,lambung, usus halus, usus besar dan anus.Proses pencernaan makanan juga membutuhkan organ tambahan  yaitu hati, pangkreas, kantong empedu

Sistem pencernaan yang tidak berjalan dengan lancar dapat menyebabkan timbulnya gangguan atau kelainan .Adapun gangguan kelainan pada system pencernaan manusia seperti kolik, konstipasi, mag , diare,radang usus buntu,  sariawan dan gerd.

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Pada awal pembelajaran, pemahaman peserta didik umumnya masih bertumpu pada pengetahuan awal yang bersumber dari pengalaman sehari-hari (lay knowledge). Mereka mengenali gangguan pencernaan sebatas istilah umum yang sering didengar di lingkungan sekitar, seperti "sakit perut", "maag", atau "diare", tanpa memahami akar penyebab fisiologis atau mekanismenya secara biologis.

Seiring berjalannya proses pembelajaran melalui aktivitas diskusi kelompok dan eksplorasi terbimbing, terjadi transformasi pemahaman yang signifikan. Peserta didik mulai mampu membedakan berbagai jenis gangguan sistem pencernaan berdasarkan karakteristiknya, seperti membedakan antara gangguan mekanis/kimiawi, infeksi bakteri, hingga akibat pola makan yang keliru (contohnya membedakan gejala karies , maag,dan  konstipasi)

Pada tahap akhir pembelajaran, peserta didik berhasil mencapai tingkat pemahaman yang utuh, kontekstual, dan bermakna. Mereka tidak lagi berhenti pada hafalan konsep atau gejala penyakit semata, melainkan mampu menerapkan pengetahuannya secara kritis dalam menganalisis studi kasus nyata di kehidupan sehari-hari, serta merumuskan langkah preventif untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan diri dan keluarga.