Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB
Jam Ke 9-10
IDENTITAS
Nama Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel Pelajaran : Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal :
Kamis/ 27 Agustus 2026
Fase/ Kelas : D
/ Kelas IXA Jam Ke 3-5
Kelas IXB
Jam Ke 9-10
Materi :
Zat Adiktif
Pertemuan :
2
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(CP) :
Peserta didik mampu
memahami klasifikasi zat adiktif (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)
TUJUAN PEMBELAJARAN
(TP)
Peserta didik dapat memahami klasifikasi zat
adiktif (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull (
Berkesadaran), Peserta didik dapat
komitmen menjaga kesehatan diri(menjauhi narkoba)
Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengkaitkan pembelajaran pilihan hidup saat
ini (kehidupan nyata) dengan impian di masa depan bukan sekadar teori.
Joyful
(Menyenangkan) Peserta didik aktivitas melalui kreativitas
mind mapping bahaya zat adiktif yaitu berupa poster bahaya dari zat adiktif.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
Pengenalan
& Klasifikasi Zat Adiktif : peserta didik dapat mendefinisikan pengertian
zat adiktif dan sifat ketergantungannya
Dampak
& Cara Kerja pada Tubuh : Melalui penayangan video atau simulasi, peserta
didik dapat menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam memengaruhi sistem saraf
pusat.
3.
Solusi & Kampanye Anti-Narkoba : peserta didik dapat membuat kampanye mind
mapping dengan membuat
(poster/infografis) mengenai
bahaya penyalahgunaan zat adiktif
MATERI
Materi pembelajaran
terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi zat adiktif terlampir sebagai berikut
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:
1.
Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta
isinya, termasuk Zat adiktif (seperti nikotin pada tembakau, kafein pada
kopi/teh, atau zat alami lainnya) sebenarnya diciptakan oleh Allah SWT dengan
unsur-unsur kimia tertentu di alam. Tanaman-tanaman ini tumbuh dari bumi
ciptaan-Nya
2.
Al Hafiz (Maha Memelihara) manusia diberi
amanah untuk menjaga (memelihara)
kesehatan diri sendiri (tubuh sebagai titipan/pesanan Allah). Menjauhi
NAPZA dan rokok adalah wujud ikhtiar kita dalam memelihara fungsi tubuh agar
tetap sehat
3.
Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Rezeki
yang diberikan oleh Ar-Razzaq
haruslah dicari dan dibelanjakan pada hal-hal yang halalan thayyiban (halal dan baik). Membeli barang-barang yang
mengandung zat adiktif berbahaya (terutama yang merusak atau ilegal) sama
artinya dengan menyia-nyiakan rezeki pemberian Allah untuk hal yang
mendatangkan kemudaratan, bukan keberkahan.
Peserta
didik mampu menerapkan adab menjaga kesucian diri (iffah) melalui pemeliharaan
kesehatan organ tubuh, serta menghargai regulasi biologis yang seimbang sebagai
bentuk rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan LKPD
terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Zat
adiktif adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan ketagihan (adiksi) serta
ketergantungan fisik maupun psikologis bagi penggunanya.
Zat
adiktif dikelompokkan menjadi tiga jenis utama (NAPZA): Narkotika, Psikotropika
dan Zat Adiktif bukan narkotika dan psikotropika.
Berdasarkan
cara kerjanya dan efek yang ditimbulkan pada sistem saraf pusat, 3 jenis NAPZA
dapat dikelompokkan menjadi depresan, stimulan, dan halusinogen
1.Narkotika
adalah zat atau obat dari bahan alam atau sintetis yang menurunkan kesadaran,
mengurangi rasa nyeri, dan menyebabkan kecanduan berat. Contohnya adalah ganja,
heroin, opium, dan kokain.
2.Psikotropika
adalah zat atau obat (bukan narkotika) yang berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku.
Golongan I: Berpotensi kuat
menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan untuk obat (contoh:
ekstasi/MDMA, LSD).
Golongan II: Berpotensi kuat
menyebabkan ketergantungan dan sangat terbatas untuk obat (contoh: amfetamin,
sabu-sabu).
Golongan III: Berpotensi sedang
menyebabkan ketergantungan dan luas untuk obat (contoh: amobarbital).
Golongan IV: Berpotensi ringan
menyebabkan ketergantungan dan sangat luas untuk obat (contoh: diazepam,
fenobarbital)
3.Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika:
Zat sehari-hari yang memicu ketergantungan. Contohnya adalah kafein (dalam kopi
dan teh), nikotin (dalam rokok), serta alkohol.
Sebatang
rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, dengan puluhan di antaranya
bersifat karsinogenik atau memicu kanker
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
Secara
umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi Zat Adiktif menunjukkan peningkatan
yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap—mulai dari
identifikasi jenis zat, analisis dampak kesehatan, hingga perumusan solusi
pencegahan—berhasil membantu peserta didik membangun pemahaman yang utuh dan
bermakna.
Tahapan
Perkembangan Pemahaman Peserta Didik
·
Tahap
Awal (Pengenalan Konsep): Peserta didik awalnya mampu mengenali dan
membedakan zat adiktif ke dalam kelompok utama (narkotika, psikotropika, dan
zat psikooaktif lainnya seperti nikotin dan kafein) melalui contoh-contoh
konkret dalam kehidupan sehari-hari.
·
Tahap
Menengah (Analisis Dampak): Pada tahap ini, peserta didik mulai
menunjukkan kemampuan berpikir kritis dengan menganalisis dampak fisiologis,
psikologis, serta sosial dari penyalahgunaan zat adiktif terhadap individu dan
lingkungan sekitar.
·
Tahap
Lanjutan (Refleksi dan Aksi Nyata): Peserta didik mampu mengaitkan
materi dengan studi kasus nyata, menunjukkan sikap penolakan terhadap
penyalahgunaan narkoba, serta merancang kampanye atau mind mapping poster
edukatif bertema anti-narkoba sebagai bentuk penerapan pengetahuan.














.jpg)
























