Kelas VIII C Jam Ke 1-3
IDENTITAS
Nama Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mata Pelajaran : Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal :
Senin/ 31 Agustus 2026
Fase/ Kelas : D /
Kelas VIII C Jam Ke 1-3
Materi :
Makanan dan system pencernaan
(Sistem
Organ Pencernaan)
Pertemuan :
2
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(CP) :
Peserta didik mampu
mengetahui tentang kalori, nutrien, zat aditif, diet sehat, tabel informasi
nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia
TUJUAN PEMBELAJARAN
(TP)
Peserta didik dapat mengetahui tentang kalori, nutrien, zat
aditif, diet sehat, tabel informasi nilai gizi, dan sistem pencernaan manusia
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta
didik diajak untuk menyadari proses biologis yang terjadi di dalam tubuh mereka
sendiri secara sadar dan penuh perhatian (mindfulness)
Meaningful
( Bermakna), Peserta didik didalam pembelajaran dikaitkan secara langsung
dengan konteks kehidupan nyata, pilihan gaya hidup, kesehatan jangka panjang,
dan pemecahan masalah kontekstual.
Joyful
(Menyenangkan) Peserta didik menggunakan charta gambar anatomi system organ pencernaan
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.
Tahap
Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik dapat mengetahui system organ
pencernaan
2.
Tahap
Pendalaman: Peserta didik dapat menjelaskan fungsi spesifik dari masing-masing system
organ pencernaan.
3.
Tahap
Aplikasi dan Penyelidikan : Peserta
didik dapat menginvestigasi struktur, fungsi system organ pencernaan utama serta membedakan pencernaan mekanik dan
kimiawi
MATERI
Materi pembelajaran
terlampir sebagai berikut
Video link pembelajaran
Sistem organ pencernaan terlampir sebagai berikut
Adab & Kebesaran
Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:
1.
Al-Khaliq
(Maha Pencipta) & Keanekaragaman Nutrisi Alami
Peserta
didik diajak melihat bahwa setiap struktur organ pencernaan—mulai dari gigi
yang beragam bentuknya untuk merobek dan mengunyah, lambung yang menghasilkan
asam kuat, hingga anus sebagai proses
akhir pengeluaran makanan yang luar biasa dan tidak ada yang sia-sia.
Menyadari
hal ini menumbuhkan rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Allah sebagai
Al-Khaliq.
2.
Al-Hafiz
(Maha Memelihara)
Peserta didik mempelajari bagaimana Allah menjaga dan memelihara
kelangsungan hidup
manusia melalui mekanisme pertahanan yang ada di dalam saluran
pencernaan.
3.
Ar-Razzaq
(Maha Pemberi Rezeki)
Peserta didik memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi setiap
hari—karbohidrat,
protein, vitamin, dan air—serta kemampuan system organ pencernaan tubuh
untuk mencerna
dan mengubahnya menjadi energi adalah bentuk rezeki yang hakiki dari
Sang Pemberi Rezeki.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan assessment
terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN MATERI
Pencernaan
pada manusia dibagi menjadi pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi .
Pencernaan
mekanik tidak melibatkan enzim sedangkan kimiawi melibatkan enzim.
Sistem
pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus , usus
besar dan anu.
Kalenjar
pencernaan terdiri atas kelenjar ludah (saliva), pancreas, dan hati yang
berperan untuk menghasilkan enzim / getah pencernaan sehingga mudah diserap
oleh tubuh.
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
Secara umum, peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman yang positif dan
bertahap sepanjang proses pembelajaran mengenai zat gizi makanan
(karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air) serta fungsinya bagi
tubuh.
·
Tahap
Awal: Pemahaman peserta didik umumnya masih sebatas pengetahuan pengalaman sehari-hari. Mereka mengenal
makanan sekadar untuk mengenyangkan perut dan menganggap pencernaan hanya
terjadi di lambung..
·
Tahap
Proses: Di tengah proses pembelajaran, terjadi transformasi pemahaman
yang signifikan melalui aktivitas diskusi kelompok. Siswa mulai bisa membedakan
secara konkret antara pencernaan mekanik dan kimiawi
·
Tahap
Akhir: Pada akhir pembelajaran, peserta didik menunjukkan tingkat
pemahaman yang utuh, kontekstual, dan bermakna. Mereka tidak hanya mampu
menghafal nama organ ,tetapi mampu menerapkan pengetahuannya dalam studi kasus nyata
kehidupan sehari-hari.
.jpg)


























.jpg)










