Jumat, 16 Oktober 2026

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5

 

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5







 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Jumat / 16 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 1-2

                                                                 Kelas VIII C  Jam Ke 4-5

Materi                                                    :  Sistem Ekskresi

Pertemuan                                              : 1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang struktur, fungsi, dan peranan sistem ekskresi

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat mengetahui tentang struktur, fungsi, dan peranan sistem ekskresi

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik  menyadari bahwa sistem ekskresi bukan sekadar teori di buku, melainkan proses nyata yang sedang terjadi di dalam tubuh

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik  dapat menghubungkan konsep sains dengan realitas kehidupan nyata, kesehatan pribadi, serta pilihan gaya hidup siswa sehari-hari.

Menjaga asupan air dan pola makan, melainkan bentuk apresiasi dan perlindungan terhadap organ vital mereka sendiri.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik memahami organ  melalui bagian anatomi charta model anatomi

 

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik   mengamati kondisi fisik mereka sendiri: menghembuskan napas di cermin/kaca (menyadari uap air & CO2), meraba telapak tangan setelah melompat kecil (menyadari keringat).

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat  menganalisis keterkaitan antara gaya hidup (asupan cairan, pola makan, kebiasaan) dengan gangguan pada sistem ekskresi

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menghubungkan konsep ke dalam kehidupan nyata (meaningful), melatih keterampilan berpikir kritis melalui penyelidikan ilmiah, serta merumuskan tindakan nyata untuk merawat tubuh.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut





























Video link pembelajaran sistem ekskresi terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=MxKq15l1NGQ 


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik mengagumi betapa sempurna, presisi, dan terstrukturnya desain organ ekskresi yang diciptakan Allah SWT.

Mengucapkan Subhanallah / Masya Allah saat mempelajari struktur dan fungsi serta peranan dari system ekskresi

2.Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik dapat menyadari bahwa  Allah senantiasa memelihara Keseimbangan (Homeostatis) dalam tubuh manusia agar tetap bertahan hidup.

Allah Al-Hafiz tidak pernah tertidur menjaga tubuh kita. Bahkan saat kita tidur nyenyak, ginjal, paru-paru, dan hati kita terus membuang racun agar saat bangun pagi tubuh kita tetap sehat." Karena Allah telah memelihara tubuh kita, maka adab siswa terhadap tubuhnya adalah turut memeliharanya (tidak menahan kencing, cukup minum air putih, dan menghindari makanan/minuman beracun/berbahaya). Peserta didik dapat menjaga kebersihan organ ekskresi (seperti kulit dan saluran kemih) sebagai bentuk menjaga amanah fisik dari Al-Hafiz.

 

3.Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Rezeki bukan hanya uang atau makanan yang masuk ke mulut, tetapi juga ketika nutrisi dari makanan itu diserap kembali oleh tubuh dan tidak terbuang sia-sia. Allah Ar-Razzaq memastikan setiap zat yang kita butuhkan kembali ke darah untuk memberi energi bagi kita."Bersyukur atas nikmat kesehatan dan organ tubuh yang masih berfungsi normal. Peserta didik dapat menerapkan sifat Ar-Razzaq dalam kehidupan sehari-hari

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 

 





KESIMPULAN MATERI

 

Untuk alat/ organ  ekskresi meliputi ginjal, kulit, paru paru dan kulit.

Ginjal mengeluarkan zat sisa berupa urine. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah.

Kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat. Kulit berfungsi untuk melindungi jaringan dibawahnya dari kerusakan kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, berbagai jenis kuman dan zat kimia berbahaya, mengurangi kehilangan air dalam tubuh serta mengatur suhu tubuh .

Paru-paru mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan uap air.  Fungsi Paru paru sebagai alat pernapasan dan sebagai alat ekskresi .

Hati mengeluarkan zat sisa berua urea dan empedu. Fungsi ekskresi hati adalah menghasilkan empedu. Selain berperan dalam pencernaan , hati juga berperan dalam sistem eksresi yaitu mengekskresikan zat warna empedu yang disebut bilirubin.

 

 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi system ekskresi. Melalui tahapan pembelajaran yang mendalam, peserta didik tidak sekadar menghafal nama-nama organ , melainkan berhasil membangun pemahaman utuh yang menyatukan sains, kesadaran diri, dan keimanan (Deep Learning).

Transformasi pemahaman tersebut terwujud melalui tiga dimensi utama:

1. Transformasi Kognitif & Saintifik (Mendalam & Bermakna)

·         Pemahaman Konseptual yang Utuh: Peserta didik berhasil memahami mekanisme kerja sistem ekskresi (filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi pada ginjal, serta peran kulit, paru-paru, dan hati) bukan sebagai hafalan lepas, melainkan sebagai satu kesatuan sistem penyeimbang tubuh (homeostatis).

·         Keterampilan Berpikir Kritis & Analitis: Peserta didik mampu mengorelasikan antara gaya hidup (seperti konsumsi air putih, kebiasaan menahan buang air kecil, dan pola makan) dengan kesehatan organ ekskresi.

2. Transformasi Keterampilan & Kolaborasi (Joyful & Interaktif)

·         Kolaborasi & Komunikasi: Peserta didik mengasah keterampilan kerja sama tim, menyampaikan gagasannya secara percaya diri, serta mampu mengomunikasikan kampanye hidup sehat (Hydration Tracker) kepada teman sebaya dengan bahasa yang persuasif dan kontekstual.

3. Transformasi Spiritual & Karakter (Mindful & Beradab)

·         Kesadaran Diri (Mindful): Melalui sesi body scan dan refleksi sensori, peserta didik semakin peka dan hadir secara utuh menyadari proses biologis yang terjadi di dalam tubuhnya setiap saat.

·         Penerapan Adab & Refleksi Asmaul Husna: Peserta didik berhasil menautkan sains dengan keagungan Allah SWT melalui penerapan 3 Sifat Agung-Nya:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta): Menumbuhkan rasa kagum (Subhanallah) atas begitu presisinya desain jutaan nefron mikroskopis di dalam ginjal manusia.

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara): Menyadari kasih sayang Allah yang terus memelihara keseimbangan racun dan cairan tubuh, sehingga memicu adab peserta didik untuk ikut memelihara amanah fisik dengan tidak merusak tubuhnya.

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Memahami bahwa proses reabsorpsi (penyerapan kembali nutrisi) adalah bentuk rezeki keberlanjutan dari Allah, yang mendorong adab rasa syukur (Alhamdulillah) serta sikap hemat/tidak mubazir dalam kehidupan sehari-hari.


Kamis, 15 Oktober 2026

Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10

 

Kelas IXA  Jam Ke 3-5  dan Kelas IXB  Jam Ke 9-10






 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Kamis/ 15 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 3-5

                                                                Kelas IXB  Jam Ke 9-10

Materi                                                  : Tekanan Zat Gas Aplikasi pada Tekanan Zat

 

Pertemuan                                              :3

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu menganalisis konsep tekanan pada zat gas (tekanan udara) dan kaitannya dengan fenomena alam serta teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep tekanan pada zat gas (tekanan udara)

Peserta didik dapat menganalisis penerapan tekanan zat

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari secara penuh dengan breathing (kesadaran bernapas). Peserta didik menyadari bagaimana udara masuk dan keluar dari paru-paru akibat perbedaan tekanan.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik   mengeksplorasi keterkaitan materi dengan teknologi nyata, seperti cara kerja balon udara, pompa hidrolik sederhana, atau sistem kerja rem hidrolik pada kendaraan.

Peserta didik dapat merefleksikan kerja tubuh mereka sendiri (misalnya mengukur denyut nadi atau tekanan darah simulasi,  menyadari betapa sempurnanya sistem biologis ciptaan Tuhan.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik menjawab  berisi pertanyaan  yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu mengaitkannya dengan fungsi atau fenomena tekanan gas yang dihasilkan

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik memahami mekanisme tahapan proses biologis yang digerakkan oleh prinsip fisika tekanan gas.

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat melakukan teknik pernapasan sadar (mindful breathing) sambil merefleksikan seberapa bersih udara yang mereka hirup dan bagaimana menjaga kesehatan paru-paru dari polusi atau rokok yang mengganggu sistem tekanan/fungsi alveolus.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut























Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

 

https://www.youtube.com/watch?v=I_loNPrUX2A  



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik menyadari Allah menciptakan gas/udara lengkap dengan sifat-sifat fisiknya (memiliki massa, menempati ruang, dan memberikan tekanan) serta mendesain hukum alam (sunnatullah) seperti Hukum Boyle (P1 V1 = P2 V2) dengan sempurna.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami penerapan tekanan gas pada sistem pernapasan manusia. Saat diafragma bergerak, volume paru-paru membesar, tekanan udara di dalam paru-paru mengecil, sehingga udara otomatis mengalir masuk. Proses ini bekerja otomatis 24 jam sehari tanpa perlu kita perintahkan secara manual.Syukur atas nikmat bernapas dengan mudah dan Tanggung Jawab (Amanah) dalam menjaga kesehatan organ pernapasan

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik memahami  tekanan gas sebagai sarana penyalur rezeki. Tanpa adanya tekanan gas dan angin (pergerakan udara dari tekanan tinggi ke rendah), awan hujan tidak akan berpindah untuk membasahi bumi, penyerbukan tanaman tidak terjadi, dan teknologi bermanfaat seperti balon udara atau pompa hidrolik/pneumatik tidak akan pernah ada. Oksigen yang kita hirup secara gratis setiap detik adalah rezeki tak terhingga dari Ar-Razzaq melalui perantara mekanisme tekanan gas.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

Gas juga memiliki berat dan memberikan tekanan ( menekan) ke segala arah.

Tekanan gas terbagi 2 :

  1. Gas Terbuka (Tekanan Udara/Atmosfer)
  2. Gas diruang tertutup

Tekanan Udara Terbuka Tekanan yang dihasilkan oleh berat kolom udara di atmosfer bumi yang menekan ke segala arah,  Diukur menggunakan barometer.

Contoh Kejadian: Angin darat dan angin laut, telinga berdengung saat naik pesawat, atau air yang lebih cepat mendidih di pegunungan.

Tekanan Udara Tertutup Tekanan gas yang berada di dalam wadah atau ruangan.  Diukur menggunakan manometer

Contoh Kejadian: Tekanan udara pada ban kendaraan, balon udara, tabung gas LPG, atau proses pernapasan saat udara masuk dan keluar dari paru-paru

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat gas  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Peserta didik mengenal konsep dasar bahwa gas memiliki massa, menempati ruang, dan memberikan tekanan ke segala arah. Mereka mengingat kembali istilah-istilah penting (seperti volume, tekanan, suhu, dan partikel gas).

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

 

Peserta didik mulai menganalisis hubungan antarvariabel (misalnya bagaimana perubahan volume rongga dada mengubah tekanan udara di paru-paru) serta mengaitkan struktur organ dengan fungsi biologisnya.

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap akhir, peserta didik berhasil mentransfer konsep tekanan gas ke dalam situasi dunia nyata, teknologi, pemecahan masalah kesehatan, mitigasi lingkungan, maupun pembuatan produk sederhana.

 

 


Rabu, 14 Oktober 2026

Kelas IXA Jam Ke 1-2

 

 

Kelas IXA  Jam Ke 1-2







 

 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu/ 14 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 1-2

Materi                                                    : Tekanan Zat Cair

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena alam dan teknologi di sekitar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat cair

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari secara penuh proses perubahan posisi air saat selang/pipa penghubung dibuka, melatih fokus dan kepekaan indra terhadap fenomena alam

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik   mengaitkan konsep hukum bejana berhubungan dengan teknologi nyata di sekitar, seperti cara kerja teko air, menara air bersih, kunci air pada saluran pembuangan, dan alat penyipat datar (waterpass) yang digunakan tukang bangunan.

Peserta didik menyimpulkan makna konseptual bahwa zat cair sejenis dalam bejana berhubungan selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik menjawab  berisi pertanyaan  yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik fisik berbagai bentuk wadah atau pipa yang saling terhubung serta mengenali bagian-bagian sistem bejana berhubungan..

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama meskipun bentuk wadahnya berbeda.

Peserta didik dapat memahami hukum dasar bejana berhubungan secara konseptual

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat menyebutkan penerapan bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari (seperti waterpass tukang bangunan, menara air bersih, dan teko air).

 


MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut































Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=xi56WhclCrI    


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik menyadari bahwa hukum-hukum fisika, termasuk sifat air yang selalu mencari bidang datar dalam bejana berhubungan, diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat teliti dan sempurna tanpa cacat.

Penerapan peserta didik dapat  mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan zat cair dengan sifat alir yang unik, sehingga air dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh seluruh makhluk hidup di bumi.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami bagaimana Allah SWT menjaga keseimbangan alam (sunnatullah) melalui hukum kesetimbangan cairan, di mana sistem hidrostatis bekerja secara teratur untuk memelihara kestabilan kehidupan.

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik merefleksikan bahwa air adalah salah satu bentuk rezeki terbesar dari Allah SWT yang mengalir ke berbagai penjuru bumi melalui sistem hidrologi dan teknologi sederhana (seperti saluran air dan menara air).Mensyukuri nikmat air dengan cara menggunakan dan mendistribusikannya secara bijak, serta tidak melakukan pemborosan air sebagai bentuk tanggung jawab menjaga rezeki Allah.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 

 



KESIMPULAN MATERI

 

Hukum Bejana Berhubungan

Berbunyi : permukaan zat cair yang sejenis dan dalam keadaan diam pada beberapa wadah yang saling terhubung akan selalu berada pada satu bidang datar dengan ketinggian yang sama, tanpa dipengaruhi oleh bentuk atau volume wadah tersebut.

Jika bejana berisi dua zat cair berbeda massa jenis (ρ₁ dan ρ₂), ketinggian permukaan dari batas bawah cairan (h₁ dan h₂) tidak sama, dengan persamaan

P1= P2

P1.g. h1 = p2. g. h2

P1.h1= P2.h2

 

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Teko air
Pemanas Air
Waterpass (alat ukur kerataan)
Sistem irigasi
Menara air dan saluran distribusi air bersih

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat cair ( Bejana Berhubungan) menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenal dan mengingat konsep dasar terkait bentuk wadah dan sifat zat cair.Mereka mampu mengidentifikasi berbagai bentuk wadah yang saling terhubung (seperti pipa U atau selang transparan) serta mengamati bahwa zat cair dapat mengalir bebas melalui celah penghubung tersebut.

 

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Pada tahap ini, peserta didik diajak untuk menganalisis dan menalar mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap akhir, peserta didik berhasil mentransfer ilmu yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual).Mereka mampu mengaitkan konsep bejana berhubungan dengan teknologi nyata seperti pembuatan waterpass, menara air bersih, dan teko.

Diintegrasikan dengan sifat Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki), peserta didik juga menumbuhkan kesadaran untuk mensyukuri nikmat air serta menggunakannya secara bijak dan tidak boros sebagai bentuk aksi nyata.