Kelas
IX A Jam Ke 3-5 dan Kelas IX B Jam Ke 9-10
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Kamis/ 29 Oktober 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IX A Jam Ke 3-5
Kelas
IX B Jam Ke 9-10
Materi
: Listrik dinamis
Pertemuan :2
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta
didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik dinamis dalam kehidupan
sehari-hari.
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat menganalisis konsep listrik dinamis dalam kehidupan sehari-hari
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik menyadari bahwa listrik adalah energi yang
dekat dengan kehidupan mereka, memahami risiko bahayanya, serta sadar akan
proses berpikir saat menganalisis hubungan antara tegangan, hambatan, dan kuat
arus.
Meaningful ( Bermakna),
Peserta didik dapat memahami Konsep
abstrak seperti Hukum Ohm (V = I \ R) dihubungkan langsung dengan benda-benda
nyata di rumah (seperti mengapa lampu redup saat baterai melemah atau cara
kerja lampu).
Menggembirakan (joyful)
Peserta didik dapat menciptakan Suasana kelas yang kolaboratif, bebas dari
kecemasan, eksperimen sederhana, dan apresiasi terhadap setiap penemuan kecil
yang dilakukan .
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta didik
mampu mengenal komponen-komponen
penyusun rangkaian listrik beserta fungsi masing-masing.
2.Pemahaman Proses Biologis
Peserta didik mampu merumuskan dan menerapkan persamaan Hukum Ohm (V =
I \ R atau I = \V}{R}) untuk menyelesaikan perhitungan sederhana terkait
besar arus atau hambatan dalam suatu rangkaian.
3.Kesadaran & Aksi Nyata
Peserta didik dapat Menumbuhkan kesadaran diri
terhadap keselamatan penggunaan listrik dan mengimplementasikan aksi nyata
penghematan energi di kehidupan sehari-hari.
MATERI
Materi
pembelajaran terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi listrik dinamis terlampir sebagai
berikut
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT
1.Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Allah SWT adalah Zat yang menciptakan alam
semesta beserta hukum-hukum fisika yang sangat teratur dan presisi, termasuk
sistem kelistrikan di alam. Manusia hanya mampu merakit komponen ciptaan-Nya,
tetapi tidak mampu menciptakan elektron atau energi itu sendiri dari ketiadaan.
Peserta didik melihat lampu menyala dari aliran elektron mikroskopis, guru
mengajak mereka bertasbih. Betapa luar biasa Allah menciptakan partikel sekecil
elektron yang bergerak teratur menghantarkan energi.
2.Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Allah SWT menjaga keseimbangan alam dan
melindungi makhluk-Nya. Dalam konteks kelistrikan, arus listrik memiliki
potensi bahaya (seperti sengatan listrik atau kebakaran akibat korsleting).
Allah menciptakan sistem pelindung alami bagi tubuh manusia (seperti kulit
kering yang memiliki hambatan tinggi) dan mengilhami akal manusia untuk
menciptakan perangkat pengaman (seperti sekering dan circuit breaker).
3.Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Energi
listrik adalah salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT yang memudahkan hajat
hidup manusia (untuk penerangan, komunikasi, kesehatan, dll.). Arus listrik
mengalir membawa manfaat selayaknya rezeki yang mengalir kepada
hamba-hamba-Nya.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan
aktivitas terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Pengertian
dan Konsep Dasar
Listrik
Dinamis: Aliran muatan listrik yang bergerak
terus-menerus melalui penghantar (kabel) dalam
suatu rangkaian tertutup
Arus
Listrik
Arus listrik adalah aliran muatan listrik.
Muatan listrik tersebut mengalir dari kutub positif ke
kutub negatif.
Arah arus listrik sama dengan arah gerak muatan positif.
Arus listrik dapat mengalir pada sebuah rangkaian listrik
tertutup (ujung-ujung rangkaian dalam keadaan tertutup).
- Kuat arus listrik menunjukkan banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap sekon.
- Satuan kuat arus listrik adalah ampere (A).
- Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik adalah amperemeter
(ammeter).
Hukum
Ohm:
Menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar
berbanding lurus dengan beda potensial (tegangan) dan berbanding terbalik
dengan hambatannya (R).
Rumus:
I = V/R
V = I × R
R=V/I
KESIMPULAN
HASIL PEMBELAJARAN
Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada
materi listrik dinamis menunjukkan peningkatan yang positif. Proses
pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik
dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.
Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam
tiga tahapan utama:
1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning /
Mengenal & Mengingat)
Pada tahap ini, peserta didik berhasil mengenal
dan mengingat kembali komponen-komponen utama dalam rangkaian listrik tertutup
(seperti sumber tegangan/baterai, konduktor/kabel, beban/lampu, dan sakelar)..
2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning /
Menganalisis & Menalar)
Pada tahap ini, peserta didik tidak hanya
menghafal, tetapi mampu menganalisis hubungan fisis antarbesaran listrik dan
menalar prinsip kerjanya.
Melalui penalaran logis, peserta didik memahami
hubungan antara Tegangan (V), Kuat Arus (I), dan Hambatan (R).
Mereka mampu merumuskan serta menerapkan persamaan Hukum Ohm) untuk menyelesaikan analisis kasus perhitungan
sederhana terkait hambatan dan besar arus dalam suatu rangkaian. Secara
spiritual, siswa juga menyadari keteraturan hukum alam ini sebagai bentuk
kebesaran Al-Khaliq (Maha Pencipta).
3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer
Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)
Pada tahap puncak ini, peserta didik
mampu mentransfer pemahaman konseptual dan matematis ke dalam situasi dunia
nyata serta merefleksikan nilai-nilai adab dalam penggunaannya.
Peserta didik mampu mengidentifikasi
potensi bahaya kelistrikan di lingkungan sekitar dan menerapkan langkah-langkah
keselamatan kerja sebagai bentuk penjagaan diri (meneladani sifat Al-Hafiz / Maha Memelihara). Selain
itu, menunjukkan kesadaran kontekstual
dengan merancang aksi nyata penghematan energi listrik di rumah sebagai bentuk
syukur atas nikmat rezeki dari Allah SWT (Ar-Razzaq).








.gif)


















%20(1)_page-0001.jpg)