Rabu, 28 Oktober 2026

Kelas VIII D Jam Ke 6-8

 

Kelas VIII D Jam Ke 6-8






 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu / 28 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 6-8

Materi                                                    :  Energi

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep energi dan  hubungan usaha dan energi

 

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik  dapat memahami konsep energi dan  hubungan usaha dan energy

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik menyadari bahwa setiap benda di sekitar mereka menyimpan potensi energi, bahkan saat diam.

Peserta didik menyadari kaitan antara kerja fisik yang mereka lakukan sehari-hari dengan konsep sains yang akan dipelajari, sehingga mereka siap secara mental (ready to learn).

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik  dapat menghubungkan konsep sains dengan realitas kehidupan nyata .seperti wahana roller coaster, buah kelapa yang jatuh dari pohon, atau cara kerja ketapel dan busur panah.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik bereksperimen melontarkan gulungan kertas atau bola kecil menggunakan karet gelang dengan tingkat tarikan yang berbeda (energi potensial).

 

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik   Membangun kesadaran (mindful) dan rasa ingin tahu tentang definisi "Usaha" dalam konteks fisika vs. kehidupan sehari-hari, serta menemukan syarat terjadinya usaha.

Peserta didik  mampu mengidentifikasi fenomena keberadaan energi potensial (tersimpan) pada benda-benda di sekitar melalui pengamatan 

2.Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat  menganalisis hubungan matematis dan konseptual antar-variabel pembentuk Energi Potensial Gravitasi (Ep = m . g .h)

3.Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil penyelidikan secara kreatif serta merefleksikan peran energi potensial dalam solusi kehidupan sehari-hari.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut

 






























Video link pembelajaran energi  terlampir sebagai berikut

 

https://www.youtube.com/watch?v=iB25b86Zbkc&t=233s 



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah SWT adalah Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan alam semesta dengan hukum-hukumnya yang presisi. Dalam sains, kita mengenal Hukum Kekekalan Energi (Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, melainkan hanya dapat diubah bentuknya). Manusia tidak bisa "menciptakan" energi baru, kita hanya bisa merakit atau mengubah bentuk energi ciptaan Allah (misalnya mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi gerak, atau energi surya menjadi energi listrik)..

 

2.Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Allah SWT adalah Al-Hafiz (Maha Memelihara) yang menjaga keseimbangan alam semesta. Pada materi Energi Potensial energi yang "tersimpan" dalam suatu posisi atau struktur menunjukkan betapa teraturnya sistem yang Allah pelihara. Contohnya, air di bendungan atau awan di langit menyimpan energi potensial yang besar. Jika tidak dipelihara dan diatur oleh hukum fisika ciptaan-Nya, energi itu bisa menjadi bencana, namun dengan penjagaan-Nya, energi itu dikelola menjadi sumber kehidupan (seperti PLTA).

3.Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Allah SWT adalah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) yang menyediakan seluruh sumber energi bagi kelangsungan hidup makhluk-Nya di bumi — mulai dari energi matahari (surya), angin, air, hingga energi kimia dalam bahan bakar fosil dan makanan. Semua bentuk energi di bumi pada hakikatnya adalah rezeki yang tidak pernah putus yang Dia hamparkan agar manusia dapat bersyukur dan mengelolanya dengan bijak.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut





KESIMPULAN MATERI

Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan suatu sistem melakukan kerja. Dalam fisika, energi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Energi dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya, tetapi jumlahnya tetap.

Hukum Kekekalan Energi

Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi dalam suatu sistem tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun hanya dapat berubah bentuk.

Energi terbagi 3 yaitu energy kinetic, potensial dan mekanik.

Energi potensial akibat dari posisi nya maupun benda dan susunanya.

Contoh buah jatuh dari pohon,

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi Energi. Pembelajaran tidak sekadar menyentuh hafalan rumus, melainkan membentuk pemahaman utuh yang terwujud melalui tiga dimensi utama:

Transformasi pemahaman tersebut terwujud melalui tiga dimensi utama:

1. Transformasi Kognitif & Saintifik (Mendalam & Bermakna)

 

Peserta didik bergeser dari sekadar menghafal rumus Ep = m. g . h atau hukum kekekalan energi, menjadi paham secara hakiki (conceptual understanding).

 

2. Transformasi Keterampilan & Kolaborasi (Joyful & Interaktif)

Pembelajaran berubah dari pasif mendengarkan ceramah menjadi pengalaman aktif, merancang, mencoba, gagal, dan bangkit kembali melalui suasana yang menyenangkan (joyful).

 

3. Transformasi Spiritual & Karakter (Mindful & Beradab)

Puncak dari sains adalah melahirkan rasa tunduk, takjub, dan syukur kepada Sang Pencipta, serta menumbuhkan adab dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Peserta didik  menyadari bahwa presisi hukum fisika di alam semesta adalah bukti kehebatan penciptaan-Nya.

Peserta didik memahami keteraturan sistem energi (seperti gravitasi) sebagai wujud pemeliharaan Allah yang menjaga bumi tetap stabil dan aman bagi kehidupan.

Peserta didik melihat segala bentuk sumber energi (surya, air, angin, makanan) sebagai rezeki tak terhingga yang harus disyukuri, tidak boleh dihambur-hamburkan, dan harus dikelola dengan bijak (ramah lingkungan).

 


Kelas IX A Jam Ke 1-2

 Kelas IX A Jam Ke 1-2





 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu/ 28 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 1-2

Materi                                                  : Listrik statis

 

Pertemuan                                              :1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Menganalisis gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik statis, interaksi antar muatan, dan gaya Coulomb.

 

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari bahwa listrik ada di dalam diri mereka (sistem saraf) dan di sekeliling mereka, serta menyadari proses berpikir mereka saat mengamati fenomena listrik (misalnya: rasa penasaran saat melihat petir atau rambut tertarik penggaris)

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat memahami Konsep fisika yang abstrak dihubungkan langsung dengan realitas kehidupan sehari-hari . Contohnya: Mengapa baterai smartphone cepat habis? Bagaimana fungsi tegangan (beda potensial) pada alat elektronik rumah tangga?

Menggembirakan (joyful)

Peserta didik dapat menciptakan  Suasana kelas yang kolaboratif, bebas dari kecemasan, eksperimen sederhana, dan apresiasi terhadap setiap penemuan kecil yang dilakukan .

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu memahami komponen dasar pembentuk muatan, struktur medan listrik, dan cara kerja sumber tegangan.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik Menghubungkan konsep fisika listrik dengan sistem kehidupan pada tubuh manusia dan hewan.

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat menumbuhkan kesadaran diri (mindful) terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem saraf (menghindari paparan arus liar atau kebiasaan buruk yang merusak sel saraf).

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut


























Video pembelajaran  materi listrik statis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=i-JxRGgizeY   


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Memadukan sains (fisika dan biologi) dengan nilai-nilai ketuhanan (Adab & Kebesaran Allah SWT) adalah langkah luar biasa dalam mewujudkan pembelajaran yang utuh—mendidik akal sekaligus menumbuhkan jiwa spiritual peserta didik.Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan presisi dan ukuran yang sangat teliti. Partikel subatomik (elektron dan proton) yang tidak kasat mata diciptakan dengan hukum tarik-menarik dan tolak-menolak yang sangat teratur.

Peserta didik mengagumi kebesaran Sang Pencipta (Al-Khaliq) melalui keteraturan mikrokosmos (atom) hingga makrokosmos (petir dan medan magnet bumi).

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Allah SWT melalui sifat Al-Hafiz memelihara sel saraf manusia dan menjaga keseimbangan atmosfer bumi dengan sistem kelistrikan yang sempurna.

Peserta didik dapat mensyukuri nikmat kesehatan tubuh (sistem saraf) dengan menjaga pola hidup sehat serta menggunakan energi ciptaan Allah dengan bijak.

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) dengan adanya Beda potensial (tegangan listrik pada baterai atau sumber energi) yang menggerakkan elektron menghasilkan arus listrik, yang kemudian menghidupkan berbagai teknologi penunjang kehidupan (penerangan, komunikasi, kesehatan).


ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut


 



KESIMPULAN MATERI

Pengertian Medan Listrik dan Beda Potensial

Daerah di sekitar muatan listrik yang masih mendapat pengaruh gaya listrik (tolak-menolak atau tarik-menarik).

Beda Potensial adalah Perbedaan jumlah muatan listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian atau medan yang menyebabkan muatan listrik dapat mengalir

 

Contoh Medan Listrik dalam Kehidupan

1.Petir saat hujan: Terjadi medan listrik yang sangat kuat antara awan badai (atmosfer) dan permukaan bumi sehingga mampu menembus udara dan menghasilkan kilatan cahaya.

2.Gagang pintu tersengat listrik (kejutan statis): Adanya medan listrik statis dari tubuh atau benda sekitar yang menyebabkan lompatan elektron saat Anda menyentuh gagang pintu logam.

3.Mesin fotokopi dan printer laser: Memanfaatkan medan listrik untuk menarik dan menempelkan serbuk tinta (toner) ke atas kertas sesuai pola dokumen.

 

Contoh Beda Potensial (Tegangan) dalam Kehidupan

Baterai ponsel atau sentuh (1.5V – 3.7V): Memiliki kutub positif (potensial tinggi) dan kutub negatif (potensial rendah) yang menciptakan beda potensial sehingga arus listrik dapat mengalir untuk menghidupkan perangkat.

Stopkontak rumah (220 Volt): Menyediakan beda potensial sehingga ketika Anda mencolokkan TV, kulkas, atau lampu, arus listrik langsung mengalir

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi medan listrik dan beda potensial  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenali fenomena dasar kelistrikan statis dan dinamis. Mereka memahami struktur atom sederhana (proton, elektron), gejala tarik-menarik muatan (seperti penggaris digosok rambut), serta konsep visualisasi garis gaya pada medan listrik.

 

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik mulai bisa menghubungkan konsep beda potensial (tegangan) dengan analogi aliran energi, serta memahami keterkaitan fisika dengan proses biologis (bioelektrik) seperti penghantaran impuls saraf pada tubuh manusia.

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.

Peserta didik  mampu mentransfer pengetahuan yang didapat di kelas ke dalam kehidupan nyata sehari-hari, baik dalam bentuk kepedulian keselamatan kelistrikan, penghematan energi, maupun kesadaran spiritual.

 

 

 




Selasa, 27 Oktober 2026

Kelas IX D Jam Ke 4-5

 

Kelas IX D Jam Ke 4-5








 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 27 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IX D  Jam Ke 4-5

Materi                                                  : Listrik dinamis

 

Pertemuan                                              :2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik dinamis dalam kehidupan sehari-hari.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik dinamis dalam kehidupan sehari-hari

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari bahwa listrik adalah energi yang dekat dengan kehidupan mereka, memahami risiko bahayanya, serta sadar akan proses berpikir saat menganalisis hubungan antara tegangan, hambatan, dan kuat arus.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat memahami Konsep abstrak seperti Hukum Ohm (V = I \ R) dihubungkan langsung dengan benda-benda nyata di rumah (seperti mengapa lampu redup saat baterai melemah atau cara kerja  lampu).

 

Menggembirakan (joyful)

Peserta didik dapat menciptakan  Suasana kelas yang kolaboratif, bebas dari kecemasan, eksperimen sederhana, dan apresiasi terhadap setiap penemuan kecil yang dilakukan .

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu  mengenal komponen-komponen penyusun rangkaian listrik beserta fungsi masing-masing.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik mampu merumuskan dan menerapkan persamaan Hukum Ohm (V = I \ R atau I = \V}{R}) untuk menyelesaikan perhitungan sederhana terkait besar arus atau hambatan dalam suatu rangkaian.

 

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat Menumbuhkan kesadaran diri terhadap keselamatan penggunaan listrik dan mengimplementasikan aksi nyata penghematan energi di kehidupan sehari-hari.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut






















Video pembelajaran  materi listrik dinamis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=f2yZUoCaKcM 



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Allah SWT adalah Zat yang menciptakan alam semesta beserta hukum-hukum fisika yang sangat teratur dan presisi, termasuk sistem kelistrikan di alam. Manusia hanya mampu merakit komponen ciptaan-Nya, tetapi tidak mampu menciptakan elektron atau energi itu sendiri dari ketiadaan. Peserta didik melihat lampu menyala dari aliran elektron mikroskopis, guru mengajak mereka bertasbih. Betapa luar biasa Allah menciptakan partikel sekecil elektron yang bergerak teratur menghantarkan energi.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Allah SWT menjaga keseimbangan alam dan melindungi makhluk-Nya. Dalam konteks kelistrikan, arus listrik memiliki potensi bahaya (seperti sengatan listrik atau kebakaran akibat korsleting). Allah menciptakan sistem pelindung alami bagi tubuh manusia (seperti kulit kering yang memiliki hambatan tinggi) dan mengilhami akal manusia untuk menciptakan perangkat pengaman (seperti sekering dan circuit breaker).

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Energi listrik adalah salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT yang memudahkan hajat hidup manusia (untuk penerangan, komunikasi, kesehatan, dll.). Arus listrik mengalir membawa manfaat selayaknya rezeki yang mengalir kepada hamba-hamba-Nya.


ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 




KESIMPULAN MATERI

Pengertian dan Konsep Dasar

Listrik Dinamis: Aliran muatan listrik yang bergerak

 terus-menerus melalui penghantar (kabel) dalam

 suatu rangkaian tertutup

Arus Listrik

Arus listrik adalah aliran muatan listrik.

Muatan listrik tersebut mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Arah arus listrik sama dengan arah gerak muatan positif.

Arus listrik dapat mengalir pada sebuah rangkaian listrik tertutup (ujung-ujung rangkaian dalam keadaan tertutup).

  • Kuat arus listrik menunjukkan banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap sekon.
  • Satuan kuat arus listrik adalah ampere (A).
  • Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik adalah amperemeter (ammeter).

Hukum Ohm: Menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial (tegangan) dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R).

Rumus:

I = V/R

V = I × R

R=V/I

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi listrik dinamis menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil mengenal dan mengingat kembali komponen-komponen utama dalam rangkaian listrik tertutup (seperti sumber tegangan/baterai, konduktor/kabel, beban/lampu, dan sakelar)..

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Pada tahap ini, peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menganalisis hubungan fisis antarbesaran listrik dan menalar prinsip kerjanya.

Melalui penalaran logis, peserta didik memahami hubungan antara Tegangan (V), Kuat Arus (I), dan Hambatan (R). Mereka mampu merumuskan serta menerapkan persamaan Hukum Ohm) untuk menyelesaikan analisis kasus perhitungan sederhana terkait hambatan dan besar arus dalam suatu rangkaian. Secara spiritual, siswa juga menyadari keteraturan hukum alam ini sebagai bentuk kebesaran Al-Khaliq (Maha Pencipta).

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer pemahaman konseptual dan matematis ke dalam situasi dunia nyata serta merefleksikan nilai-nilai adab dalam penggunaannya.

Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi bahaya kelistrikan di lingkungan sekitar dan menerapkan langkah-langkah keselamatan kerja sebagai bentuk penjagaan diri (meneladani sifat Al-Hafiz / Maha Memelihara). Selain itu,  menunjukkan kesadaran kontekstual dengan merancang aksi nyata penghematan energi listrik di rumah sebagai bentuk syukur atas nikmat rezeki dari Allah SWT (Ar-Razzaq).