Jumat, 18 September 2026

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C Jam Ke 4-5

 

Kelas VIII D Jam Ke 1-2 dan Kelas VIII C  Jam Ke 4-5







 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Jumat / 18 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 1-2

                                                               Kelas VIII C Jam Ke 4-5

Materi                                                    : Sistem Peredaran Darah

Pertemuan                                              : 1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu mengetahui tentang struktur dan fungsi organ organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui tentang struktur dan fungsi organ-organ peredaran darah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah, dan bagaimana cara memelihara sistem peredaran darah

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diminta duduk tenang, meletakkan tangan di dada atau pergelangan tangan, lalu fokus merasakan detak jantung mereka sendiri sebelum dan sesudah melakukan peregangan ringan. Mereka diajak merefleksikan bagaimana tubuh bekerja

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik mengkaji struktur jantung dan pembuluh darah dengan mengaitkannya langsung pada kasus nyata sehari-hari, serta melacak pemahaman mereka sendiri bagian mana dari rute peredaran darah.

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran melalui  simulasi gerak "Kurir Oksigen" di dalam kelas, di mana siswa berperan sebagai sel darah yang mengantar "paket" oksigen.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik dapat mengidentifikasi keberadaan dan fungsi umum sistem peredaran darah dalam tubuh manusia melalui pengalaman nyata dan pengamatan awal.

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat menganalisis struktur serta fungsi organ penyusun (jantung, pembuluh darah, komponen darah) dan membedakan mekanisme peredaran darah besar serta kecil.

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jantung serta merancang solusi preventif terhadap gangguan sistem peredaran darah.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut

















Video link pembelajaran sistem peredaran darah terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=-PmlXrXjnVE  


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik memiliki Rasa Kagum dan Syukur (Ta'dzim): Mengucapkan kalimat tasbih atau hamdalah saat menyadari betapa sempurnanya sistem kerja jantung yang memompa darah setiap detik tanpa henti bahkan saat kita sedang tidur.

 

2.      Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik dapat merawat dan memelihara kesehatan jantung serta pembuluh darah sebagai bentuk amanah penjagaan terhadap titipan Allah (tubuh), melalui pola makan sehat dan olahraga teratur.

 

3.      Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik dapat mempelajari fungsi darah sebagai alat pengangkut sari-sari makanan (nutrisi dan oksigen) ke seluruh sel-sel tubuh manusia.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut




KESIMPULAN MATERI

Sistem peredaran darah manusia atau sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang berfungsi mengedarkan oksigen, nutrisi , dan hormon ke seluruh sel tubuh.

Komponen Utama

1.       Jantung: Organ berukuran kepalan tangan yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Memiliki empat ruang yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.

2.       Pembuluh Darah: Saluran tempat darah mengalir, terdiri atas arteri (membawa darah keluar jantung), vena (membawa darah masuk ke jantung), dan kapiler (tempat pertukaran zat).

3.       Darah: Cairan medium yang mengandung sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma darah untuk mengangkut zat serta melawan penyakit

 

Jenis Peredaran Darah

Proses peredaran darah besar meliputi: Jantung – seluruh tubuh – jantung.

Proses peredaran darah kecil sebagai berikut: Jantung – paru-paru – jantung.

 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik  mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi sistem peredaran darah—dari yang semula hanya memahami tubuh bekerja secara abstrak, kini mampu menjelaskan struktur, mekanisme, hingga fungsi fisiologis secara ilmiah.

Melalui tahapan pembelajaran yang mendalam, peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi kognitif terkait anatomi jantung, perbedaan pembuluh darah, dan alur peredaran darah besar serta kecil, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan emosional yang mendalam. Mereka mampu merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq, Al-Hafiz, Ar-Razzaq) yang mendesain sistem tubuh manusia dengan begitu sempurna dan penuh penjagaan.

Pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan berhasil menumbuhkan rasa syukur yang nyata pada diri peserta didik. Hal ini tercermin dari kesadaran mereka untuk memperlakukan tubuh sebagai amanah yang harus dijaga melalui komitmen menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 


Kamis, 17 September 2026

Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10

 

Kelas IXA  Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB  Jam Ke 9-10





IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Kamis/ 17 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 3-5

                                                               Kelas IXB Jam Ke 9-10

Materi                                                    : Tekanan Zat Cair

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena alam dan teknologi di sekitar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat cair

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik Siswa diajak melakukan refleksi sejenak dengan membayangkan atau mengingat pengalaman saat menyelam di kolam renang dan merasakan perubahan tekanan pada gendang telinga.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik  dapat menghubungkan konsep dengan dikaitkan secara kontekstual dengan kehidupan nyata, seperti alasan mengapa dinding bagian bawah bendungan air dibuat jauh lebih tebal dibanding bagian atasnya.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan aktivitas game dan kompetisi dalam bentuk kartu domino berisikan soal

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu menyelidiki dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi besarnya tekanan hidrostatis melalui pengamatan langsung.

2.      Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik mampu menganalisis penerapan prinsip tekanan hidrostatis dalam sistem fisiologis makhluk hidup

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga kesehatan sistem sirkulasi tubuh dan merancang solusi atas permasalahan lingkungan sekitar terkait tekanan zat cair.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut



















Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=BpXYm7kh05Q  


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik mentadabburi keteraturan hukum fisika yang diciptakan Allah SWT pada zat cair. Rumus tekanan hidrostatis  adalah bukti kebesaran Sang Pencipta yang mendesain air dengan massa jenis tertentu, gravitasi bumi yang pas, serta kedalaman yang memengaruhi besarnya tekanan secara presisi dan teratur tanpa ada kekeliruan.

 

2.      Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik mempelajari bagaimana Allah SWT memelihara keseimbangan sistem biologis makhluk hidup melalui hukum tekanan hidrostatis.

 

3.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik mengamati bagaimana Allah SWT mengalirkan rezeki berupa air melalui tekanan hidrostatis alami di bumi.


ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut




KESIMPULAN MATERI

Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi didalam  air.

Tekanan ini terjadi karena adanya berat air dan kedalaman yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Hal utama yang mempengaruhi tekanan hidrostatis adalah kedalaman, massa jenis zat cair , dan gaya gravitasi pada tempat   tersebut.

Besarnya tekanan hidrostatis

P = ρ.g.h"

 dimana

ρ( rho ) adalah massa jenis cairan ( Kg/m3 )

g  adalah gravitasi (10 m/s2)

h  adalah kedalaman cairan ( meter )

 

Tekanan hidrostatis banyak dimafaatkan dalam kehidupan sehari hari yaitu dinding bendungan yang dibaut lebih tebal dibagian bawah,penyelam menggunakan peralatan khusus, tangki air yang ditempatkan pada posisi tinggi, telinga terasa sakit ketika menyelam terlalu dalam dll.

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat cair (tekanan hidrostatis) menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam. Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun fondasi pengetahuan konseptual dengan baik. Melalui kegiatan eksplorasi dan eksperimen sederhana (seperti botol berlubang), mereka mampu mengenal, mengingat, dan menyebutkan faktor-faktor utama yang memengaruhi besarnya tekanan hidrostatis, yaitu massa jenis zat cair , percepatan gravitasi , dan kedalaman/ketinggian zat cair

2. Tahap Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis Hubungan)

Pada tahap menengah, peserta didik menunjukkan kemampuan analitis yang meningkat. Mereka tidak hanya menghafal rumus tetapi mampu menganalisis hubungan sebab-akibat antarkomponennya. Peserta didik dapat menghubungkan konsep tekanan hidrostatis dengan fenomena nyata dan proses biologis di lingkungan sekitar, seperti mengapa dinding bendungan dibuat semakin ke bawah semakin tebal, serta bagaimana tekanan darah bekerja pada sistem sirkulasi manusia dan tumbuhan.

3. Tahap Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri (Mindful & Meaningful Learning)

Pada tahap puncak, pembelajaran berhasil menyentuh aspek afektif dan spiritual peserta didik. Mereka mampu merefleksikan keteraturan hukum fisika sebagai wujud kebesaran Sang Pencipta (Al-Khaliq), memahami penjagaan sistem tubuh yang seimbang (Al-Hafiz), serta mensyukuri aliran air sebagai bentuk rezeki (Ar-Razzaq). Melalui aksi nyata dan refleksi diri, peserta didik menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik serta bersikap bijak terhadap sumber daya air dalam kehidupan sehari-hari.

 

 


Rabu, 16 September 2026

Kelas IXA Jam Ke 1-2

 

Kelas IXA  Jam Ke 1-2





IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu/ 16 September  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 1-2

Materi                                                    : Tekanan Zat Padat

Pertemuan                                              : 1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat padat, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta menerapkan konsep tersebut dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat padat, cair, dan gas

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik mengamati dan membandingkan sensasi saat berdiri menggunakan alas kaki datar versus alas kaki berujung lancip (seperti sepatu hak tinggi) di atas spons atau tanah liat, lalu merefleksikan mengapa rasanya berbeda.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengaitkan fenomena tersebut dengan alasan mengapa fondasi bangunan dibuat lebih lebar di bagian bawah atau mengapa pisau harus diasah agar tajam.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik melakukan Demonstrasi interaktif "Tantangan Paku" (uji coba menekan benda dengan berbagai luas permukaan) yang dikemas dalam bentuk investigasi kelompok kecil

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu menyelidiki hubungan antara gaya tekan dan luas bidang sentuh terhadap besar tekanan yang dihasilkan melalui percobaan langsung.

2.      Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik dapat menghubungkan konsep fisika tekanan dengan kelangsungan hidup organisme di habitatnya.

3.Kesadaran & Aksi Nyata\

      Peserta didik mampu merancang solusi atau mengevaluasi penerapan teknologi dan aktivitas   

      sehari-hari yang memanfaatkan prinsip tekanan zat padat

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut









 



















Video pembelajaran  materi Tekanan  zat terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=oEOtXzqwwAs    


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik dapat menyimpulkan definisi tekanan zat padat berdasarkan data pengamatan ilmiah serta mengucapkan tasbih sebagai bentuk kekaguman atas keteraturan hukum fisika (sunnatullah) yang diciptakan oleh Al-Khaliq.

 

 

2.      Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik merenungkan bahwa sifat Al-Hafiz Allah tampak nyata pada bagaimana alam dan tubuh makhluk didesain tahan terhadap berbagai tekanan fisik, sehingga makhluk tersebut tetap terlindungi dan lestari.

 

Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik  dapat mengevaluasi pemanfaatan prinsip tekanan zat padat dalam teknologi sehari-hari dan merefleksikannya sebagai bentuk keluasan rezeki dan fasilitas dari Allah SWT.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut




KESIMPULAN MATERI

Tekanan adalah gaya yang bekerja pada suatu bidang per satuan luas.

Tekanan dipengaruhi oleh gaya (F) dan luas bidang (A)

Secara sistematis, tekanan dapat dituliskan 

P= F

     A

Contoh tekanan zat adalah spatu hak tinggi, sepatu salju, Contohnya lain ketika berjalan di tanah berlumpur, lebih mudah menggunakan sepatu boot agar tidak masuk ke tenah lumpur
daripada menggunakan sepatu dengan pijakan sempit. 

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat padat menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

Tahap 1: Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun fondasi kognitif dengan mengenali konsep dasar tekanan zat padat. Melalui observasi dan eksperimen sederhana (seperti membandingkan tancapan paku atau benda runcing dan tumpul), mereka mampu mengidentifikasi variabel gaya tekan (F) dan luas bidang sentuh (A),

Tahap 2: Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis Hubungan)

Pada tahap ini, pemahaman peserta didik meningkat ke tingkat yang lebih analitis. Mereka tidak hanya menghafal rumus, tetapi mampu mengaitkan konsep tekanan zat padat dengan realitas di sekitar—mulai dari analisis adaptasi morfologi makhluk hidup (seperti bentuk telapak kaki hewan) hingga aplikasi teknologi buatan manusia (seperti struktur fondasi bangunan, alat pemotong, dan kendaraan) yang memanfaatkan prinsip perbandingan besar kecilnya luas permukaan.

Tahap 3: Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri

Pada tahap akhir ini, pembelajaran mencapai esensi yang utuh di mana peserta didik mampu merefleksikan keteraturan hukum fisika dengan kebesaran ciptaan Tuhan. Mereka menyadari bahwa setiap prinsip sains memiliki fungsi dan hikmah yang luar biasa dalam menjaga keseimbangan alam, sehingga menumbuhkan sikap bijak, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kepedulian dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kehidupan sehari-hari secara bertanggung jawab.