Selasa, 20 Oktober 2026

Kelas IXB Jam Ke 8-10

 

Kelas IXB  Jam Ke 8-10






IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 20 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXB  Jam Ke 8-10

Materi                                                  : Listrik statis

 

Pertemuan                                              :1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   memusatkan perhatian (mindfulness) pada fenomena sederhana agar mereka sadar bahwa sains ada di sekitar mereka.

Peserta didik melatih kesadaran reflektif: "Apa yang kalian rasakan di tangan? Apa yang kalian lihat pada kertas? Peserta didik fokus mengamati apa yang terjadi saat penggaris digosok ke rambut kering lalu didekatkan ke kertas

Meaningful ( Bermakna), Materi listrik statis sering dianggap abstrak. Pada tahap ini, konsep dihubungkan langsung dengan pengalaman hidup sehari-hari dan teknologi. Melalui demonstrasi, peserta didik dibimbing untuk menyimpulkan sendiri bahwa ada "muatan listrik" (positif dan negatif) yang berpindah akibat gesekan (triboelektrik), serta memahami hukum interaksi muatan (sejenis tolak-menolak, tak sejenis tarik-menarik) yang juga diaplikasikan pada alat seperti penangkal petir atau mesin pencetak laser (fotokopi).

Peserta didik dapat belajar sains harus terasa seperti bermain. Pada tahap ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas kolaboratif yang menantang dan memicu rasa ingin tahu (fun science).

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu Memahami struktur dasar penyusun materi (atom) dan fungsi perpindahan elektron dalam memicu gejala listrik statis.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik Menghubungkan konsep muatan listrik dan ion dengan proses biologis yang terjadi pada tubuh makhluk hidup (sistem saraf dan hewan bioelektrik).

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat Menumbuhkan kesadaran diri terhadap keselamatan dari fenomena alam (petir) dan merancang aksi nyata pemanfaatan atau pencegahan bahaya listrik statis.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut







































Video pembelajaran  materi listrik statis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=JK40cC8sR-g 


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Struktur atom (proton, elektron, neutron) yang berukuran sangat kecil namun tersusun dengan sangat rapi dan simetris pada setiap benda di alam semesta.

Allah menciptakan partikel dasar terkecil (elektron dan proton) dengan muatan yang pas dan presisi. Tanpa keseimbangan muatan ini, materi di alam semesta tidak akan bisa menyatu membentuk benda, air, atau tubuh manusia. Peserta didik menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibanding keagungan Allah yang sanggup mengatur pergerakan triliunan elektron secara bersamaan tanpa ada yang bertabrakan.

.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Petir mengandung energi listrik statis jutaan Volt yang mematikan. Namun, Allah menciptakan Bumi sebagai "penampung muatan" berkapasitas tak terbatas (grounding) untuk menetralkan kilat. Allah juga memberkati manusia dengan akal untuk menciptakan sistem penangkal petir demi keselamatan.Peserta didik melihat fenomena petir bukan hanya sebagai ketakutan, tetapi sebagai tanda penjagaan Allah SWT pada alam agar terjadi keseimbangan energi

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) atas rezeki kesehatan dan kesempurnaan sistem saraf. Siswa diajak menggunakan "listrik di dalam tubuhnya" (tangan, kaki, otak) hanya untuk perbuatan yang diridhai Allah, seperti menolong teman dan menuntut ilmu.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 

 


 




KESIMPULAN MATERI

Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan suatu benda yang menyebabkan muatan tersebut diam atau tidak mengalir

Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi.

Atom terdiri dari partikel- partikel antara lain

1. Proton ( + )

2. Elektron ( - )

3. Neutron ( o )

 

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Petir: Pelepasan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan Bumi.

·         Penggaris atau balon menarik kertas: Penggaris plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas kecil.

·         Rambut berdiri: Rambut ikut tertarik atau berdiri setelah bergesekan dengan balon atau perosotan plastik

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi listrik statis  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun fondasi pengetahuan konkrit mengenai struktur atom (proton dan elektron) serta fenomena dasar listrik statis melalui observasi langsung (mindful).Peserta didik mampu mengenali, mengingat, dan mendemonstrasikan gejala awal listrik statis sederhana (seperti penggaris digosok rambut yang dapat menarik kertas atau balon yang menempel). Mereka memahami bahwa perpindahan elektron akibat gesekan adalah akar dari fenomena tersebut.

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik dapat menganalisis interaksi muatan listrik (tolak-menolak dan tarik-menarik), memahami hukum dasar kelistrikan, serta menalar bagaimana sistem saraf manusia dan hewan tertentu (seperti belut listrik) memanfaatkan ion dan impuls listrik (bioelektrik) dalam proses biologisnya. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq dan Ar-Razzaq) melalui keteraturan struktur ciptaan-Nya.

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.Peserta didik menunjukkan kesadaran kritis (mindful & meaningful) dengan merancang aksi nyata, seperti memahami sistem penangkal petir, menerapkan tips keselamatan saat badai, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan sifat Allah Al-Hafiz (Maha Memelihara). Mereka mampu mengkomunikasikan pemahamannya melalui produk kreatif atau kampanye keselamatan sederhana


Senin, 19 Oktober 2026

Kelas IXD Jam Ke 4-6 dan Kelas IXC Jam Ke 9-10

 

Kelas IXD  Jam Ke 4-6 dan  Kelas IXC Jam Ke 9-10





 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Senin/ 19 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXD  Jam Ke 4-6

                                                                Kelas IXC Jam Ke 9-10

Materi                                                  : Listrik statis

 

Pertemuan                                              :1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   memusatkan perhatian (mindfulness) pada fenomena sederhana agar mereka sadar bahwa sains ada di sekitar mereka.

Peserta didik melatih kesadaran reflektif: "Apa yang kalian rasakan di tangan? Apa yang kalian lihat pada kertas? Peserta didik fokus mengamati apa yang terjadi saat penggaris digosok ke rambut kering lalu didekatkan ke kertas

Meaningful ( Bermakna), Materi listrik statis sering dianggap abstrak. Pada tahap ini, konsep dihubungkan langsung dengan pengalaman hidup sehari-hari dan teknologi. Melalui demonstrasi, peserta didik dibimbing untuk menyimpulkan sendiri bahwa ada "muatan listrik" (positif dan negatif) yang berpindah akibat gesekan (triboelektrik), serta memahami hukum interaksi muatan (sejenis tolak-menolak, tak sejenis tarik-menarik) yang juga diaplikasikan pada alat seperti penangkal petir atau mesin pencetak laser (fotokopi).

Peserta didik dapat belajar sains harus terasa seperti bermain. Pada tahap ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas kolaboratif yang menantang dan memicu rasa ingin tahu (fun science).

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu Memahami struktur dasar penyusun materi (atom) dan fungsi perpindahan elektron dalam memicu gejala listrik statis.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik Menghubungkan konsep muatan listrik dan ion dengan proses biologis yang terjadi pada tubuh makhluk hidup (sistem saraf dan hewan bioelektrik).

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat Menumbuhkan kesadaran diri terhadap keselamatan dari fenomena alam (petir) dan merancang aksi nyata pemanfaatan atau pencegahan bahaya listrik statis.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut






























Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=JK40cC8sR-g   


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Struktur atom (proton, elektron, neutron) yang berukuran sangat kecil namun tersusun dengan sangat rapi dan simetris pada setiap benda di alam semesta.

Allah menciptakan partikel dasar terkecil (elektron dan proton) dengan muatan yang pas dan presisi. Tanpa keseimbangan muatan ini, materi di alam semesta tidak akan bisa menyatu membentuk benda, air, atau tubuh manusia. Peserta didik menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibanding keagungan Allah yang sanggup mengatur pergerakan triliunan elektron secara bersamaan tanpa ada yang bertabrakan.

.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Petir mengandung energi listrik statis jutaan Volt yang mematikan. Namun, Allah menciptakan Bumi sebagai "penampung muatan" berkapasitas tak terbatas (grounding) untuk menetralkan kilat. Allah juga memberkati manusia dengan akal untuk menciptakan sistem penangkal petir demi keselamatan.Peserta didik melihat fenomena petir bukan hanya sebagai ketakutan, tetapi sebagai tanda penjagaan Allah SWT pada alam agar terjadi keseimbangan energi

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) atas rezeki kesehatan dan kesempurnaan sistem saraf. Siswa diajak menggunakan "listrik di dalam tubuhnya" (tangan, kaki, otak) hanya untuk perbuatan yang diridhai Allah, seperti menolong teman dan menuntut ilmu.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 






KESIMPULAN MATERI

Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan suatu benda yang menyebabkan muatan tersebut diam atau tidak mengalir

Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi.

Atom terdiri dari partikel- partikel antara lain

1. Proton ( + )

2. Elektron ( - )

3. Neutron ( o )

 

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Petir: Pelepasan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan Bumi.

·         Penggaris atau balon menarik kertas: Penggaris plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas kecil.

·         Rambut berdiri: Rambut ikut tertarik atau berdiri setelah bergesekan dengan balon atau perosotan plastik

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi listrik statis  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun fondasi pengetahuan konkrit mengenai struktur atom (proton dan elektron) serta fenomena dasar listrik statis melalui observasi langsung (mindful).Peserta didik mampu mengenali, mengingat, dan mendemonstrasikan gejala awal listrik statis sederhana (seperti penggaris digosok rambut yang dapat menarik kertas atau balon yang menempel). Mereka memahami bahwa perpindahan elektron akibat gesekan adalah akar dari fenomena tersebut.

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik dapat menganalisis interaksi muatan listrik (tolak-menolak dan tarik-menarik), memahami hukum dasar kelistrikan, serta menalar bagaimana sistem saraf manusia dan hewan tertentu (seperti belut listrik) memanfaatkan ion dan impuls listrik (bioelektrik) dalam proses biologisnya. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq dan Ar-Razzaq) melalui keteraturan struktur ciptaan-Nya.

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.

Peserta didik menunjukkan kesadaran kritis (mindful & meaningful) dengan merancang aksi nyata, seperti memahami sistem penangkal petir, menerapkan tips keselamatan saat badai, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan sifat Allah Al-Hafiz (Maha Memelihara). Mereka mampu mengkomunikasikan pemahamannya melalui produk kreatif atau kampanye keselamatan sederhana.

 

 


Kelas VIII C Jam Ke 1-3

 

Kelas VIII C Jam Ke 1-3





 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Senin / 19 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII C  Jam Ke 1-3

Materi                                                    :  Usaha

Pertemuan                                              : 1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep usaha

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik  dapat memahami konsep usaha

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   merenungkan: "Coba bayangkan saat kalian mendorong meja yang berat sendirian versus dibantu teman. Apa yang kalian rasakan pada otot kalian? Di mana energi itu bekerja?"

Peserta didik menyadari kaitan antara kerja fisik yang mereka lakukan sehari-hari dengan konsep sains yang akan dipelajari, sehingga mereka siap secara mental (ready to learn).

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik  dapat menghubungkan konsep sains dengan realitas kehidupan nyata .Peserta didik  berdiskusi bahwa dalam sains, usaha memiliki syarat mutlak: ada gaya dan ada perpindahan searah gaya tersebut. Ini membangun pemahaman konseptual yang mendalam

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik berdiskusi bahwa Membuktikan Konsep Usaha Nol, usaha bernilai nol jika perpindahan benda bernilai 0.

 

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik   Membangun kesadaran (mindful) dan rasa ingin tahu tentang definisi "Usaha" dalam konteks fisika vs. kehidupan sehari-hari, serta menemukan syarat terjadinya usaha.

Peserta didik menyimpulkan dua syarat utama terjadinya usaha secara sains: Adanya gaya (F) dan adanya perpindahan (s) yang searah dengan gaya.

 

2.Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat  memahami hubungan kuantitatif antara Gaya (F), Perpindahan (s), dan Usaha (W), serta merumuskannya secara bermakna (meaningful) tanpa sekadar menghafal rumus.

 

3.Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menghubungkan konsep ke dalam kehidupan nyata (meaningful), melatih keterampilan berpikir kritis melalui mengumpulkan data nyata, dan mengomunikasikan hasilnya.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut
























Video link pembelajaran sistem pernapasan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=k0bdmgyng7c  


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Allah SWT menciptakan hukum-hukum fisika yang presisi dan teratur di alam semesta, termasuk Hukum Usaha dan Energi (W = F \ s).

Peserta didik menyadari bahwa gaya, perpindahan, dan usaha tidak terjadi secara kebetulan. Allah menciptakan alam semesta dengan ukuran, keteraturan, dan keseimbangan yang sempurna.

 

2.Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Usaha yang kita lakukan memerlukan energi, dan energi di alam semesta ini terpelihara/kekal (Hukum Kekekalan Energi: energi tidak diciptakan atau dimusnahkan oleh manusia, melainkan hanya berpindah/berubah bentuk).

Allah SWT senantiasa memelihara alam semesta agar tetap seimbang. Sebagai khalifah di bumi, manusia berkewajiban memelihara tubuh dan lingkungan tempat mereka melakukan usaha.

 

3.Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Usaha manusia (W) berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Untuk mendapatkan rezeki/hasil, harus ada gaya (ikhtiar) dan perpindahan (pergerakan/tindakan nyata).

Dalam fisika, jika s = 0 (tidak ada perpindahan/diam saja), maka W = 0 (tidak ada usaha), walaupun gaya yang dikeluarkan sangat besar (misalnya mendorong tembok sampai lelah). Begitu pula dalam kehidupan: diam tanpa tindakan tidak akan menghasilkan buah ikhtiar. Namun, hasil akhir tetaplah karunia dari Allah SWT Ar-Razzaq.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut


 



KESIMPULAN MATERI

 

Usaha berkaitan erat dengan energi. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Usaha berkaitan dengan gaya dan perpindahan. Usaha terjadi jika gaya yang bekerja pada suatu benda mengakibatkan benda itu berpindah tempat.

Persamaan Usaha

W = F.s

 

Contoh usaha dalam kehidupan sehari hari mendorong troli disupermarket, menarik koper dibandra, mengayuh sepeda agar maju , mendorong meja dll

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi Usaha. Pembelajaran tidak sekadar menyentuh hafalan rumus, melainkan membentuk pemahaman utuh yang terwujud melalui tiga dimensi utama:

Transformasi pemahaman tersebut terwujud melalui tiga dimensi utama:

1. Transformasi Kognitif & Saintifik (Mendalam & Bermakna)

·         Perubahan Pemahaman: Peserta didik mengalami pergeseran konseptual dari mendefinisikan "usaha" secara awam menjadi pemahaman fisika yang presisi. Mereka menyadari bahwa rasa lelah atau gaya saja tidak cukup; usaha (W) hanya terjadi jika ada gaya (F) yang menghasilkan perpindahan (s) yang searah.

·         Penguasaan Kuantitatif: Peserta didik mampu menguraikan hubungan matematis W = F \ s secara logis dan mengaplikasikannya dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafal persamaan matematika tanpa makna.

2. Transformasi Keterampilan & Kolaborasi (Joyful & Interaktif)

·         Kemampuan Penyelidikan Scientific: Melalui kegiatan sederhana dan tantangan peserta didik terampil mengumpulkan data saintifik, serta menganalisis variabel percobaan secara mandiri.

·         Kolaborasi & Komunikasi: Pembelajaran yang menggembirakan mendorong terbentuknya kerja sama tim yang aktif, di mana setiap peserta didik berani menyampaikan pendapat, mendiskusikan temuan kelompok, dan mempresentasikannya dengan percaya diri dan kreatif.

3. Transformasi Spiritual & Karakter (Mindful & Beradab)

Internalisasi Nilai Keagungan Allah SWT:

·         Al-Khaliq (Maha Pencipta): Peserta didik bersyukur dan mengagumi keteraturan hukum fisika yang diciptakan Allah SWT serta kesempurnaan desain tubuh manusia yang memungkinkan mereka menghasilkan gaya dan energi.

·         Al-Hafiz (Maha Memelihara): Peserta didik menumbuhkan kesadaran (mindful) untuk memelihara kesehatan tubuh (adab ergonomis) dan menggunakan energi secara efisien tanpa mubazir.

·         Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Peserta didik memahami hakikat ikhtiar, bahwa keberhasilan dan rezeki membutuhkan gaya (usaha keras) dan perpindahan (aksi nyata), yang kemudian diimbangi dengan sikap tawakal dan pantang menyerah.