Rabu, 14 Oktober 2026

Kelas IXA Jam Ke 1-2

 

 

Kelas IXA  Jam Ke 1-2







 

 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu/ 14 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 1-2

Materi                                                    : Tekanan Zat Cair

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena alam dan teknologi di sekitar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat cair

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari secara penuh proses perubahan posisi air saat selang/pipa penghubung dibuka, melatih fokus dan kepekaan indra terhadap fenomena alam

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik   mengaitkan konsep hukum bejana berhubungan dengan teknologi nyata di sekitar, seperti cara kerja teko air, menara air bersih, kunci air pada saluran pembuangan, dan alat penyipat datar (waterpass) yang digunakan tukang bangunan.

Peserta didik menyimpulkan makna konseptual bahwa zat cair sejenis dalam bejana berhubungan selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik menjawab  berisi pertanyaan  yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik fisik berbagai bentuk wadah atau pipa yang saling terhubung serta mengenali bagian-bagian sistem bejana berhubungan..

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama meskipun bentuk wadahnya berbeda.

Peserta didik dapat memahami hukum dasar bejana berhubungan secara konseptual

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat menyebutkan penerapan bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari (seperti waterpass tukang bangunan, menara air bersih, dan teko air).

 


MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut































Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=xi56WhclCrI    


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik menyadari bahwa hukum-hukum fisika, termasuk sifat air yang selalu mencari bidang datar dalam bejana berhubungan, diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat teliti dan sempurna tanpa cacat.

Penerapan peserta didik dapat  mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan zat cair dengan sifat alir yang unik, sehingga air dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh seluruh makhluk hidup di bumi.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami bagaimana Allah SWT menjaga keseimbangan alam (sunnatullah) melalui hukum kesetimbangan cairan, di mana sistem hidrostatis bekerja secara teratur untuk memelihara kestabilan kehidupan.

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik merefleksikan bahwa air adalah salah satu bentuk rezeki terbesar dari Allah SWT yang mengalir ke berbagai penjuru bumi melalui sistem hidrologi dan teknologi sederhana (seperti saluran air dan menara air).Mensyukuri nikmat air dengan cara menggunakan dan mendistribusikannya secara bijak, serta tidak melakukan pemborosan air sebagai bentuk tanggung jawab menjaga rezeki Allah.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 

 



KESIMPULAN MATERI

 

Hukum Bejana Berhubungan

Berbunyi : permukaan zat cair yang sejenis dan dalam keadaan diam pada beberapa wadah yang saling terhubung akan selalu berada pada satu bidang datar dengan ketinggian yang sama, tanpa dipengaruhi oleh bentuk atau volume wadah tersebut.

Jika bejana berisi dua zat cair berbeda massa jenis (ρ₁ dan ρ₂), ketinggian permukaan dari batas bawah cairan (h₁ dan h₂) tidak sama, dengan persamaan

P1= P2

P1.g. h1 = p2. g. h2

P1.h1= P2.h2

 

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Teko air
Pemanas Air
Waterpass (alat ukur kerataan)
Sistem irigasi
Menara air dan saluran distribusi air bersih

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat cair ( Bejana Berhubungan) menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenal dan mengingat konsep dasar terkait bentuk wadah dan sifat zat cair.Mereka mampu mengidentifikasi berbagai bentuk wadah yang saling terhubung (seperti pipa U atau selang transparan) serta mengamati bahwa zat cair dapat mengalir bebas melalui celah penghubung tersebut.

 

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Pada tahap ini, peserta didik diajak untuk menganalisis dan menalar mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap akhir, peserta didik berhasil mentransfer ilmu yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual).Mereka mampu mengaitkan konsep bejana berhubungan dengan teknologi nyata seperti pembuatan waterpass, menara air bersih, dan teko.

Diintegrasikan dengan sifat Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki), peserta didik juga menumbuhkan kesadaran untuk mensyukuri nikmat air serta menggunakannya secara bijak dan tidak boros sebagai bentuk aksi nyata.

 

 

 


Kelas VIII D Jam Ke 6-8

 Kelas VIII D Jam Ke 6-8





IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mata Pelajaran                                       : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Rabu / 14 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D / Kelas VIII D  Jam Ke 6-8

Materi                                                    :  Sistem Pernapasan Manusia

Pertemuan                                              : 3

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu  mengetahui fungsi dan struktur organ-organ pernapasan, bahaya rokok, serta penyakit penyakit akibat merokok

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat  mengetahui fungsi dan struktur organ-organ pernapasan, bahaya rokok, perokok pasif, serta penyakit penyakit akibat merokok

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik diminta sebelum masuk materi inti,  melakukan mindful breathing selama 1 menit—menutup mata, fokus merasakan udara masuk melalui hidung, dada mengembang, hingga udara dihembuskan perlahan.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik Mengaitkan mekanisme pertukaran gas di alveolus dengan bagian organ pernapasan

 

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik memahami organ serta cara kerja pernapasan melalui bagian anatomi pernapasan

 

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.      Tahap Pengenalan Konsep (Eksplorasi) : Peserta didik  melakukan praktik sadar (mindful breathing) selama 1–2 menit, lalu meraba dada dan perut mereka sendiri untuk merasakan gerakan saat bernapas.

2.      Tahap Pendalaman: Peserta didik dapat  menelaah fungsi spesifik setiap bagian saluran pernapasan (misalnya fungsi rambut getar/silia dan lendir di hidung dalam menyaring debu), mekanisme pernapasan dan volume pernapasan manusia

3.      Tahap Aplikasi dan Penyelidikan :  Peserta didik dapat menerapkan konsep yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah nyata

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut


 
































Video link pembelajaran sistem pernapasan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=hPJ2zmO-Z6o   



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik menyadari bahwa tubuh manusia diciptakan dengan rancangan terbaik dan paling presisi tanpa ada cacat. Tidak ada teknologi buatan manusia yang mampu meniru efisiensi pertukaran gas di alveolus secara persis dalam ruang sekecil paru-paru. Ungkapan syukur melatih lisan dan hati untuk senantiasa bertasbih (Subhanallah) saat mempelajari fungsi setiap organ pernapasan yang bekerja otomatis, bahkan saat manusia sedang tidur.

 

2.Al-Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik dapat menyadari bahwa sebagai bentuk adab kepada Sang Pemelihara, peserta didik berkomitmen menjaga kesehatan paru-paru miliknya dengan tidak merokok, menghindari polusi, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak sistem pernapasan (merusak titipan Allah).

 

3.Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik dapat   menyadari bahwa oksigen bersih yang dihirup jutaan kali dalam sehari adalah rezeki paling mahal dari Allah Ar-Razzaq yang diberikan secara gratis dan tidak pernah putus, yang jika harus dibeli di rumah sakit (seperti tabung oksigen pasien) harganya sangat mahal.

 

ASESMEN

 

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 


 


KESIMPULAN MATERI

Udara bergerak  masuk ke dalam tubuh melalui jalur berurutan Rongga Hidung- Faring – Laring – Trakea – Bronkus – Bronkiolus dan Alveolus

Pada saat bernapas ada 2 mekanisme yaitu menghirup udara (insipirasi) dan mengembuskan udara (ekspirasi) yang melibatkan pertukaran udara antara atmosfer dengan alveolus (paru-paru)

Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi dan tempat terjadinya:

1.      Pernapasan dada yaitu berkontraksinya otot antartulang rusuk

2.      Pernapasan perut yaitu teknik bernapas dalam menggunakan otot diafragma (sekat rongga dada dan perut)

•      Volume paru-paru orang dewasa: 5-6 liter, terdiri dari:

•      Volume tidal (VT), volume cadangan inspirasi (VCI) / Komplementer , volume cadangan ekspirasi (VCE)/ Suplementer, volume residu (VR) .

•      Alat  yang digunakan untuk mencatat volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru disebut spirometer

 

Gangguan Pernapasan Manusia

Asma, Bronkitis, Pneumonia, TBC, Influenza, Emfisema dll

Zat Berbahaya dalam rokok seperti Nikotin, Tar dan Karbon Monoksida

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

Seiring berjalannya proses eksplorasi, pendalaman konsep, serta penyelidikan, peserta didik mengalami transformasi pemahaman yang luar biasa pada materi sistem pernapasan manusia. Melalui tahapan pembelajaran yang mendalam, peserta didik tidak sekadar menghafal nama-nama organ atau rumus pernapasan, melainkan berhasil membangun pemahaman utuh yang menyatukan sains, kesadaran diri, dan keimanan (Deep Learning).

Transformasi pemahaman tersebut terwujud melalui tiga dimensi utama:

1.      Transformasi Kognitif & Saintifik (Mendalam & Bermakna): Peserta didik mampu menghubungkan konsep abstrak—seperti perbedaan tekanan udara saat pernapasan dada dan perut serta proses difusi gas di alveolus—dengan kenyataan konkret di dalam tubuh mereka sendiri. Melalui penyelidikan aktivitas fisik, mereka menyadari secara logis mengapa tubuh membutuhkan suplai oksigen yang lebih banyak saat bergerak aktif.

2.      Transformasi Keterampilan & Kolaborasi (Joyful): Melalui pengalaman langsung , peserta didik aktif memecahkan masalah secara kolaboratif. Suasana belajar yang interaktif menumbuhkan antusiasme tinggi, mengubah kelas sains menjadi ruang penemuan yang menyenangkan dan penuh kegembiraan (joyful learning).

3.      Transformasi Spiritual & Karakter (Mindful & Beradab): Puncak dari pembelajaran ini adalah lahirnya kesadaran spiritual yang mendalam (mindful). Peserta didik melihat setiap hirupan udara bukan sekadar siklus biologis biasa, melainkan bukti nyata atas kebesaran Allah SWT:

o    Mengagumi kesempurnaan desain organ ciptaan Al-Khaliq.

o    Merasakan perlindungan tanpa henti dari Al-Hafiz melalui sistem pertahanan tubuh yang bekerja otomatis.

o    Mensyukuri oksigen gratis tanpa batas sebagai rezeki terbesar dari Ar-Razzaq, yang mendorong mereka untuk merawat kesehatan diri dan melestarikan lingkungan.

Dengan demikian, pembelajaran sistem pernapasan ini berhasil membentuk peserta didik menjadi pembelajar yang cerdas secara sains, peduli terhadap kesehatan tubuh, serta memiliki kedekatan spiritual yang kuat kepada Sang Pencipta

Selasa, 13 Oktober 2026

Kelas IXC Jam Ke 1-3 dan Kelas IXD Jam Ke 4-5

 

Kelas IXC  Jam Ke 1-3  dan Kelas IXD  Jam Ke 4-5

 







 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 13 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXC  Jam Ke 1-3

                                                                Kelas IXD  Jam Ke 4-5

Materi                                                  : Tekanan Zat Gas Aplikasi pada Tekanan Zat

 

Pertemuan                                              :3

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu menganalisis konsep tekanan pada zat gas (tekanan udara) dan kaitannya dengan fenomena alam serta teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep tekanan pada zat gas (tekanan udara)

Peserta didik dapat menganalisis penerapan tekanan zat

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari secara penuh dengan breathing (kesadaran bernapas). Peserta didik menyadari bagaimana udara masuk dan keluar dari paru-paru akibat perbedaan tekanan.

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik   mengeksplorasi keterkaitan materi dengan teknologi nyata, seperti cara kerja balon udara, pompa hidrolik sederhana, atau sistem kerja rem hidrolik pada kendaraan.

Peserta didik dapat merefleksikan kerja tubuh mereka sendiri (misalnya mengukur denyut nadi atau tekanan darah simulasi,  menyadari betapa sempurnanya sistem biologis ciptaan Tuhan.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik menjawab  berisi pertanyaan  yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu mengaitkannya dengan fungsi atau fenomena tekanan gas yang dihasilkan

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik memahami mekanisme tahapan proses biologis yang digerakkan oleh prinsip fisika tekanan gas.

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat melakukan teknik pernapasan sadar (mindful breathing) sambil merefleksikan seberapa bersih udara yang mereka hirup dan bagaimana menjaga kesehatan paru-paru dari polusi atau rokok yang mengganggu sistem tekanan/fungsi alveolus.

 

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut














 














Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=I_loNPrUX2A 



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik menyadari Allah menciptakan gas/udara lengkap dengan sifat-sifat fisiknya (memiliki massa, menempati ruang, dan memberikan tekanan) serta mendesain hukum alam (sunnatullah) seperti Hukum Boyle (P1 V1 = P2 V2) dengan sempurna.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami penerapan tekanan gas pada sistem pernapasan manusia. Saat diafragma bergerak, volume paru-paru membesar, tekanan udara di dalam paru-paru mengecil, sehingga udara otomatis mengalir masuk. Proses ini bekerja otomatis 24 jam sehari tanpa perlu kita perintahkan secara manual.Syukur atas nikmat bernapas dengan mudah dan Tanggung Jawab (Amanah) dalam menjaga kesehatan organ pernapasan

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik memahami  tekanan gas sebagai sarana penyalur rezeki. Tanpa adanya tekanan gas dan angin (pergerakan udara dari tekanan tinggi ke rendah), awan hujan tidak akan berpindah untuk membasahi bumi, penyerbukan tanaman tidak terjadi, dan teknologi bermanfaat seperti balon udara atau pompa hidrolik/pneumatik tidak akan pernah ada. Oksigen yang kita hirup secara gratis setiap detik adalah rezeki tak terhingga dari Ar-Razzaq melalui perantara mekanisme tekanan gas.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 



 

KESIMPULAN MATERI

Gas juga memiliki berat dan memberikan tekanan ( menekan) ke segala arah.

Tekanan gas terbagi 2 :

  1. Gas Terbuka (Tekanan Udara/Atmosfer)
  2. Gas diruang tertutup

Tekanan Udara Terbuka Tekanan yang dihasilkan oleh berat kolom udara di atmosfer bumi yang menekan ke segala arah,  Diukur menggunakan barometer.

Contoh Kejadian: Angin darat dan angin laut, telinga berdengung saat naik pesawat, atau air yang lebih cepat mendidih di pegunungan.

Tekanan Udara Tertutup Tekanan gas yang berada di dalam wadah atau ruangan.  Diukur menggunakan manometer

Contoh Kejadian: Tekanan udara pada ban kendaraan, balon udara, tabung gas LPG, atau proses pernapasan saat udara masuk dan keluar dari paru-paru

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat gas  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Peserta didik mengenal konsep dasar bahwa gas memiliki massa, menempati ruang, dan memberikan tekanan ke segala arah. Mereka mengingat kembali istilah-istilah penting (seperti volume, tekanan, suhu, dan partikel gas).

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

 

Peserta didik mulai menganalisis hubungan antarvariabel (misalnya bagaimana perubahan volume rongga dada mengubah tekanan udara di paru-paru) serta mengaitkan struktur organ dengan fungsi biologisnya.

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap akhir, peserta didik berhasil mentransfer konsep tekanan gas ke dalam situasi dunia nyata, teknologi, pemecahan masalah kesehatan, mitigasi lingkungan, maupun pembuatan produk sederhana.