Selasa, 13 Oktober 2026

Kelas IXB Jam Ke 8-10

 

Kelas IXB  Jam Ke 8-10






 

 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 13 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXD  Jam Ke 4-6

Materi                                                    : Tekanan Zat Cair

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena alam dan teknologi di sekitar.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis tekanan zat cair

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari secara penuh proses perubahan posisi air saat selang/pipa penghubung dibuka, melatih fokus dan kepekaan indra terhadap fenomena alam

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik   mengaitkan konsep hukum bejana berhubungan dengan teknologi nyata di sekitar, seperti cara kerja teko air, menara air bersih, kunci air pada saluran pembuangan, dan alat penyipat datar (waterpass) yang digunakan tukang bangunan.

Peserta didik menyimpulkan makna konseptual bahwa zat cair sejenis dalam bejana berhubungan selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik menjawab  berisi pertanyaan  yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik fisik berbagai bentuk wadah atau pipa yang saling terhubung serta mengenali bagian-bagian sistem bejana berhubungan..

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama meskipun bentuk wadahnya berbeda.

Peserta didik dapat memahami hukum dasar bejana berhubungan secara konseptual

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat menyebutkan penerapan bejana berhubungan dalam kehidupan sehari-hari (seperti waterpass tukang bangunan, menara air bersih, dan teko air).

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut



































Video pembelajaran  materi Tekanan  terlampir sebagai berikut


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Peserta didik menyadari bahwa hukum-hukum fisika, termasuk sifat air yang selalu mencari bidang datar dalam bejana berhubungan, diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat teliti dan sempurna tanpa cacat.

Penerapan peserta didik dapat  mengagumi kebesaran Allah SWT yang menciptakan zat cair dengan sifat alir yang unik, sehingga air dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh seluruh makhluk hidup di bumi.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Peserta didik memahami bagaimana Allah SWT menjaga keseimbangan alam (sunnatullah) melalui hukum kesetimbangan cairan, di mana sistem hidrostatis bekerja secara teratur untuk memelihara kestabilan kehidupan.

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik merefleksikan bahwa air adalah salah satu bentuk rezeki terbesar dari Allah SWT yang mengalir ke berbagai penjuru bumi melalui sistem hidrologi dan teknologi sederhana (seperti saluran air dan menara air).Mensyukuri nikmat air dengan cara menggunakan dan mendistribusikannya secara bijak, serta tidak melakukan pemborosan air sebagai bentuk tanggung jawab menjaga rezeki Allah.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 

 



KESIMPULAN MATERI

 

Hukum Bejana Berhubungan

Berbunyi : permukaan zat cair yang sejenis dan dalam keadaan diam pada beberapa wadah yang saling terhubung akan selalu berada pada satu bidang datar dengan ketinggian yang sama, tanpa dipengaruhi oleh bentuk atau volume wadah tersebut.

Jika bejana berisi dua zat cair berbeda massa jenis (ρ₁ dan ρ₂), ketinggian permukaan dari batas bawah cairan (h₁ dan h₂) tidak sama, dengan persamaan

P1= P2

P1.g. h1 = p2. g. h2

P1.h1= P2.h2

 

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Teko air
Pemanas Air
Waterpass (alat ukur kerataan)
Sistem irigasi
Menara air dan saluran distribusi air bersih

 

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi tekanan zat cair ( Bejana Berhubungan) menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenal dan mengingat konsep dasar terkait bentuk wadah dan sifat zat cair.Mereka mampu mengidentifikasi berbagai bentuk wadah yang saling terhubung (seperti pipa U atau selang transparan) serta mengamati bahwa zat cair dapat mengalir bebas melalui celah penghubung tersebut.

 

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Pada tahap ini, peserta didik diajak untuk menganalisis dan menalar mengapa permukaan zat cair sejenis selalu berada pada bidang datar yang sama, terlepas dari bentuk wadahnya.

 

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap akhir, peserta didik berhasil mentransfer ilmu yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual).Mereka mampu mengaitkan konsep bejana berhubungan dengan teknologi nyata seperti pembuatan waterpass, menara air bersih, dan teko.

Diintegrasikan dengan sifat Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki), peserta didik juga menumbuhkan kesadaran untuk mensyukuri nikmat air serta menggunakannya secara bijak dan tidak boros sebagai bentuk aksi nyata.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar