Selasa, 20 Oktober 2026

Kelas IXC Jam Ke 1-3 dan Kelas IXD Jam Ke 4-5

 

Kelas IXC  Jam Ke 1-3  dan  Kelas IXD Jam Ke 4-5







 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 20 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXC  Jam Ke 1-3

                                                                Kelas IXD Jam Ke 4-5

Materi                                                  : Listrik statis

 

Pertemuan                                              :1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik diharapkan mampu menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

 

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   memusatkan perhatian (mindfulness) pada fenomena sederhana agar mereka sadar bahwa sains ada di sekitar mereka.

Peserta didik melatih kesadaran reflektif: "Apa yang kalian rasakan di tangan? Apa yang kalian lihat pada kertas? Peserta didik fokus mengamati apa yang terjadi saat penggaris digosok ke rambut kering lalu didekatkan ke kertas

Meaningful ( Bermakna), Materi listrik statis sering dianggap abstrak. Pada tahap ini, konsep dihubungkan langsung dengan pengalaman hidup sehari-hari dan teknologi. Melalui demonstrasi, peserta didik dibimbing untuk menyimpulkan sendiri bahwa ada "muatan listrik" (positif dan negatif) yang berpindah akibat gesekan (triboelektrik), serta memahami hukum interaksi muatan (sejenis tolak-menolak, tak sejenis tarik-menarik) yang juga diaplikasikan pada alat seperti penangkal petir atau mesin pencetak laser (fotokopi).

Peserta didik dapat belajar sains harus terasa seperti bermain. Pada tahap ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas kolaboratif yang menantang dan memicu rasa ingin tahu (fun science).

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu Memahami struktur dasar penyusun materi (atom) dan fungsi perpindahan elektron dalam memicu gejala listrik statis.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik Menghubungkan konsep muatan listrik dan ion dengan proses biologis yang terjadi pada tubuh makhluk hidup (sistem saraf dan hewan bioelektrik).

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat Menumbuhkan kesadaran diri terhadap keselamatan dari fenomena alam (petir) dan merancang aksi nyata pemanfaatan atau pencegahan bahaya listrik statis.

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut

















Video pembelajaran  materi listrik statis  terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=RGxJMYbHdLY  



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Struktur atom (proton, elektron, neutron) yang berukuran sangat kecil namun tersusun dengan sangat rapi dan simetris pada setiap benda di alam semesta.

Allah menciptakan partikel dasar terkecil (elektron dan proton) dengan muatan yang pas dan presisi. Tanpa keseimbangan muatan ini, materi di alam semesta tidak akan bisa menyatu membentuk benda, air, atau tubuh manusia. Peserta didik menyadari bahwa manusia tidak ada apa-apanya dibanding keagungan Allah yang sanggup mengatur pergerakan triliunan elektron secara bersamaan tanpa ada yang bertabrakan.

.

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Petir mengandung energi listrik statis jutaan Volt yang mematikan. Namun, Allah menciptakan Bumi sebagai "penampung muatan" berkapasitas tak terbatas (grounding) untuk menetralkan kilat. Allah juga memberkati manusia dengan akal untuk menciptakan sistem penangkal petir demi keselamatan.Peserta didik melihat fenomena petir bukan hanya sebagai ketakutan, tetapi sebagai tanda penjagaan Allah SWT pada alam agar terjadi keseimbangan energi

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) atas rezeki kesehatan dan kesempurnaan sistem saraf. Siswa diajak menggunakan "listrik di dalam tubuhnya" (tangan, kaki, otak) hanya untuk perbuatan yang diridhai Allah, seperti menolong teman dan menuntut ilmu.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 





KESIMPULAN MATERI

Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik pada permukaan suatu benda yang menyebabkan muatan tersebut diam atau tidak mengalir

Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi.

Atom terdiri dari partikel- partikel antara lain

1. Proton ( + )

2. Elektron ( - )

3. Neutron ( o )

 

Cara Memberi Muatan Listrik

Benda netral dapat diberi muatan listrik melalui tiga cara:

·         Penggosokan: Contoh penggaris plastik/sisir digosok dengan rambut/wol akan menangkap elektron sehingga bermuatan negatif; batang kaca digosok dengan kain sutra akan melepas elektron sehingga bermuatan positif.

·         Konduksi: Memberi muatan dengan cara kontak/sentuhan langsung antara benda bermuatan dan benda netral.

·         Induksi: Memisahkan muatan listrik pada benda netral dengan cara mendekatkan benda bermuatan tanpa harus bersentuhan (digunakan pada prinsip kerja elektroskop).

 

Rumus Penting dalam Listrik Statis

·         Hukum Coulomb (Menghitung besar gaya tarik-menolak atau tolak-menolak antar dua muatan):
F=K.Q1.Q2/r2

 

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

·         Petir: Pelepasan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan Bumi.

·         Penggaris atau balon menarik kertas: Penggaris plastik yang digosokkan ke rambut dapat menarik potongan kertas kecil.

·         Rambut berdiri: Rambut ikut tertarik atau berdiri setelah bergesekan dengan balon atau perosotan plastik

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi listrik statis  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun fondasi pengetahuan konkrit mengenai struktur atom (proton dan elektron) serta fenomena dasar listrik statis melalui observasi langsung (mindful).Peserta didik mampu mengenali, mengingat, dan mendemonstrasikan gejala awal listrik statis sederhana (seperti penggaris digosok rambut yang dapat menarik kertas atau balon yang menempel). Mereka memahami bahwa perpindahan elektron akibat gesekan adalah akar dari fenomena tersebut.

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik dapat menganalisis interaksi muatan listrik (tolak-menolak dan tarik-menarik), memahami hukum dasar kelistrikan, serta menalar bagaimana sistem saraf manusia dan hewan tertentu (seperti belut listrik) memanfaatkan ion dan impuls listrik (bioelektrik) dalam proses biologisnya. Pada tahap ini, mereka juga merefleksikan kebesaran Allah SWT (Al-Khaliq dan Ar-Razzaq) melalui keteraturan struktur ciptaan-Nya.

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.

Peserta didik menunjukkan kesadaran kritis (mindful & meaningful) dengan merancang aksi nyata, seperti memahami sistem penangkal petir, menerapkan tips keselamatan saat badai, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan sifat Allah Al-Hafiz (Maha Memelihara). Mereka mampu mengkomunikasikan pemahamannya melalui produk kreatif atau kampanye keselamatan sederhana.

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar