Selasa, 27 Oktober 2026

Kelas IX C Jam Ke 1-3 dan Kelas IX B Jam Ke 8-10

 

Kelas IX C Jam Ke 1-3 dan Kelas IX B Jam Ke 8-10







 

IDENTITAS

               

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Selasa/ 27 Oktober  2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXC  Jam Ke 1-3

                                                               Kelas IXB  Jam Ke 8-10

 

Materi                                                  : Listrik statis

 

Pertemuan                                              :1

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Menganalisis gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari termasuk pemanfaatan sumber energi listrik ramah lingkungan.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat menganalisis konsep listrik statis, interaksi antar muatan, dan gaya Coulomb.

 

 

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik   menyadari bahwa listrik ada di dalam diri mereka (sistem saraf) dan di sekeliling mereka, serta menyadari proses berpikir mereka saat mengamati fenomena listrik (misalnya: rasa penasaran saat melihat petir atau rambut tertarik penggaris)

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat memahami Konsep fisika yang abstrak dihubungkan langsung dengan realitas kehidupan sehari-hari . Contohnya: Mengapa baterai smartphone cepat habis? Bagaimana fungsi tegangan (beda potensial) pada alat elektronik rumah tangga?

Menggembirakan (joyful)

Peserta didik dapat menciptakan  Suasana kelas yang kolaboratif, bebas dari kecemasan, eksperimen sederhana, dan apresiasi terhadap setiap penemuan kecil yang dilakukan .

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

 

1.Eksplorasi Struktur & Fungsi

Peserta didik mampu memahami komponen dasar pembentuk muatan, struktur medan listrik, dan cara kerja sumber tegangan.

 

2.Pemahaman Proses Biologis

Peserta didik Menghubungkan konsep fisika listrik dengan sistem kehidupan pada tubuh manusia dan hewan.

 

3.Kesadaran & Aksi Nyata

Peserta didik dapat menumbuhkan kesadaran diri (mindful) terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem saraf (menghindari paparan arus liar atau kebiasaan buruk yang merusak sel saraf).

 

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut
































Video pembelajaran  materi listrik statis terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=i-JxRGgizeY 



Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT

1.Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT

Memadukan sains (fisika dan biologi) dengan nilai-nilai ketuhanan (Adab & Kebesaran Allah SWT) adalah langkah luar biasa dalam mewujudkan pembelajaran yang utuh—mendidik akal sekaligus menumbuhkan jiwa spiritual peserta didik.Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan presisi dan ukuran yang sangat teliti. Partikel subatomik (elektron dan proton) yang tidak kasat mata diciptakan dengan hukum tarik-menarik dan tolak-menolak yang sangat teratur.

Peserta didik mengagumi kebesaran Sang Pencipta (Al-Khaliq) melalui keteraturan mikrokosmos (atom) hingga makrokosmos (petir dan medan magnet bumi).

 

2.Al Hafiz (Maha Memelihara)

Allah SWT melalui sifat Al-Hafiz memelihara sel saraf manusia dan menjaga keseimbangan atmosfer bumi dengan sistem kelistrikan yang sempurna.

Peserta didik dapat mensyukuri nikmat kesehatan tubuh (sistem saraf) dengan menjaga pola hidup sehat serta menggunakan energi ciptaan Allah dengan bijak.

 

3.Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik menerapkan rasa syukur yang mendalam (Alhamdulillah) dengan adanya Beda potensial (tegangan listrik pada baterai atau sumber energi) yang menggerakkan elektron menghasilkan arus listrik, yang kemudian menghidupkan berbagai teknologi penunjang kehidupan (penerangan, komunikasi, kesehatan).

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan aktivitas terlampir sebagai berikut

 




KESIMPULAN MATERI

Pengertian Medan Listrik dan Beda Potensial

Daerah di sekitar muatan listrik yang masih mendapat pengaruh gaya listrik (tolak-menolak atau tarik-menarik).

Beda Potensial adalah Perbedaan jumlah muatan listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian atau medan yang menyebabkan muatan listrik dapat mengalir

 

Contoh Medan Listrik dalam Kehidupan

1.Petir saat hujan: Terjadi medan listrik yang sangat kuat antara awan badai (atmosfer) dan permukaan bumi sehingga mampu menembus udara dan menghasilkan kilatan cahaya.

2.Gagang pintu tersengat listrik (kejutan statis): Adanya medan listrik statis dari tubuh atau benda sekitar yang menyebabkan lompatan elektron saat Anda menyentuh gagang pintu logam.

3.Mesin fotokopi dan printer laser: Memanfaatkan medan listrik untuk menarik dan menempelkan serbuk tinta (toner) ke atas kertas sesuai pola dokumen.

 

Contoh Beda Potensial (Tegangan) dalam Kehidupan

Baterai ponsel atau sentuh (1.5V – 3.7V): Memiliki kutub positif (potensial tinggi) dan kutub negatif (potensial rendah) yang menciptakan beda potensial sehingga arus listrik dapat mengalir untuk menghidupkan perangkat.

Stopkontak rumah (220 Volt): Menyediakan beda potensial sehingga ketika Anda mencolokkan TV, kulkas, atau lampu, arus listrik langsung mengalir

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi medan listrik dan beda potensial  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran kontekstual yang mendalam.

Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

1. Tahap Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal & Mengingat)

Pada tahap ini, peserta didik mulai mengenali fenomena dasar kelistrikan statis dan dinamis. Mereka memahami struktur atom sederhana (proton, elektron), gejala tarik-menarik muatan (seperti penggaris digosok rambut), serta konsep visualisasi garis gaya pada medan listrik.

 

2. Tahap Pemahaman Mendalam (Deep Learning / Menganalisis & Menalar)

Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kognitifnya dari sekadar mengamati gejala fisik menjadi menganalisis mekanisme di baliknya secara lebih komprehensif, termasuk menghubungkannya dengan sistem biologis makhluk hidup. Peserta didik mulai bisa menghubungkan konsep beda potensial (tegangan) dengan analogi aliran energi, serta memahami keterkaitan fisika dengan proses biologis (bioelektrik) seperti penghantaran impuls saraf pada tubuh manusia.

3. Tahap Aksi Nyata & Kesadaran Kontekstual (Transfer Learning / Mengaplikasikan & Merefleksikan)

Pada tahap puncak ini, peserta didik mampu mentransfer ilmu yang didapat ke dalam situasi nyata di lingkungan sekitar serta menumbuhkan kepekaan sosial dan keselamatan diri.

Peserta didik  mampu mentransfer pengetahuan yang didapat di kelas ke dalam kehidupan nyata sehari-hari, baik dalam bentuk kepedulian keselamatan kelistrikan, penghematan energi, maupun kesadaran spiritual.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar