Kelas
IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Kamis/ 17 September 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IXA Jam Ke 3-5
Kelas
IXB Jam Ke 9-10
Materi :
Tekanan Zat Cair
Pertemuan :
2
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta
didik mampu memahami konsep tekanan pada zat cair (hidrostatis), faktor-faktor
yang mempengaruhinya, serta mampu mengaitkan konsep tersebut dengan fenomena
alam dan teknologi di sekitar.
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta
didik dapat menganalisis tekanan zat cair
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull (
Berkesadaran), Peserta
didik
Siswa diajak melakukan refleksi sejenak dengan membayangkan atau mengingat
pengalaman saat menyelam di kolam renang dan merasakan perubahan tekanan pada
gendang telinga.
Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat menghubungkan konsep dengan dikaitkan
secara kontekstual dengan kehidupan nyata, seperti alasan mengapa dinding
bagian bawah bendungan air dibuat jauh lebih tebal dibanding bagian atasnya.
Joyful
(Menyenangkan) Peserta didik melakukan
aktivitas game dan kompetisi dalam bentuk kartu domino berisikan soal
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.
Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta
didik mampu menyelidiki dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
besarnya tekanan hidrostatis melalui pengamatan langsung.
2.
Pemahaman Proses Biologis
Peserta
didik mampu menganalisis penerapan prinsip tekanan hidrostatis dalam sistem
fisiologis makhluk hidup
3.Kesadaran & Aksi Nyata
Peserta
didik merefleksikan pentingnya menjaga kesehatan sistem sirkulasi tubuh dan
merancang solusi atas permasalahan lingkungan sekitar terkait tekanan zat cair.
MATERI
Materi
pembelajaran terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi Tekanan terlampir sebagai berikut
https://www.youtube.com/watch?v=BpXYm7kh05Q
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:
1.
Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Peserta didik mentadabburi
keteraturan hukum fisika yang diciptakan Allah SWT pada zat cair. Rumus tekanan
hidrostatis adalah bukti kebesaran Sang
Pencipta yang mendesain air dengan massa jenis tertentu, gravitasi bumi yang
pas, serta kedalaman yang memengaruhi besarnya tekanan secara presisi dan
teratur tanpa ada kekeliruan.
2.
Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Peserta
didik mempelajari bagaimana Allah SWT memelihara keseimbangan sistem biologis
makhluk hidup melalui hukum tekanan hidrostatis.
3.
Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Peserta
didik mengamati bagaimana Allah SWT mengalirkan rezeki berupa air melalui
tekanan hidrostatis alami di bumi.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan
aktivitas terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Tekanan
Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi didalam air.
Tekanan
ini terjadi karena adanya berat air
dan kedalaman yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Hal
utama yang mempengaruhi tekanan hidrostatis adalah kedalaman, massa jenis zat
cair , dan gaya gravitasi pada tempat
tersebut.
Besarnya
tekanan hidrostatis
P
= ρ.g.h"
dimana
ρ(
rho ) adalah massa
jenis cairan ( Kg/m3
)
g
adalah gravitasi (10 m/s2)
h adalah kedalaman cairan ( meter )
Tekanan
hidrostatis banyak dimafaatkan dalam kehidupan sehari hari yaitu dinding
bendungan yang dibaut lebih tebal dibagian bawah,penyelam menggunakan peralatan
khusus, tangki air yang ditempatkan pada posisi tinggi, telinga terasa sakit
ketika menyelam terlalu dalam dll.
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada
materi tekanan zat cair (tekanan hidrostatis) menunjukkan peningkatan yang
positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap berhasil
mengantarkan peserta didik dari penguasaan konsep dasar hingga kesadaran
kontekstual yang mendalam. Perkembangan pemahaman tersebut terbagi ke dalam
tiga tahapan utama:
1. Tahap Pemahaman Awal
(Surface Learning / Mengenal & Mengingat)
Pada tahap ini, peserta didik berhasil membangun
fondasi pengetahuan konseptual dengan baik. Melalui kegiatan eksplorasi dan
eksperimen sederhana (seperti botol berlubang), mereka mampu mengenal,
mengingat, dan menyebutkan faktor-faktor utama yang memengaruhi besarnya
tekanan hidrostatis, yaitu massa jenis zat cair , percepatan gravitasi , dan
kedalaman/ketinggian zat cair
2. Tahap Pemahaman
Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis
Hubungan)
Pada tahap menengah, peserta didik menunjukkan
kemampuan analitis yang meningkat. Mereka tidak hanya menghafal rumus tetapi
mampu menganalisis hubungan sebab-akibat antarkomponennya. Peserta didik dapat
menghubungkan konsep tekanan hidrostatis dengan fenomena nyata dan proses
biologis di lingkungan sekitar, seperti mengapa dinding bendungan dibuat
semakin ke bawah semakin tebal, serta bagaimana tekanan darah bekerja pada
sistem sirkulasi manusia dan tumbuhan.
3. Tahap Pemahaman
Bermakna & Kesadaran Diri (Mindful & Meaningful Learning)
Pada tahap puncak, pembelajaran berhasil
menyentuh aspek afektif dan spiritual peserta didik. Mereka mampu merefleksikan
keteraturan hukum fisika sebagai wujud kebesaran Sang Pencipta (Al-Khaliq),
memahami penjagaan sistem tubuh yang seimbang (Al-Hafiz), serta
mensyukuri aliran air sebagai bentuk rezeki (Ar-Razzaq). Melalui aksi
nyata dan refleksi diri, peserta didik menyadari pentingnya menjaga kesehatan
fisik serta bersikap bijak terhadap sumber daya air dalam kehidupan
sehari-hari.
.jpg)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar