Kelas
IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10
IDENTITAS
Nama
Guru :
Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd
Mapel
Pelajaran :
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Hari/Tanggal
:
Kamis/ 3 September 2026
Fase/
Kelas :
D / Kelas IXA Jam Ke 3-5
Kelas IXB
Jam Ke 9-10
Materi :
Homeostatis
Pertemuan :
4
CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP) :
Peserta didik mampu menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh
manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap
perubahan kondisi lingkungan luar.
TUJUAN
PEMBELAJARAN (TP)
Peserta didik dapat menganalisis mekanisme homeostasis pada tubuh
manusia sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan internal terhadap
perubahan kondisi lingkungan luar.
Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful),
Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:
Mindfull (
Berkesadaran), Peserta
didik untuk
sadar (mindful) bahwa
tubuh mereka memiliki sistem otomatis yang merespons perubahan lingkungan luar.
Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat mengaitkan
materi langsung dengan kehidupan skenario
nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
·
Mengapa seseorang yang berada di pegunungan
bersalju sering merasa ingin buang air kecil dan tubuhnya menggigil?
·
Mengapa kita merasa sangat haus dan kepanasan
saat berada di tengah terik matahari?
Serta peserta didik dapat menghubungkan
perubahan suhu luar atau kadar air dengan respons internal tubuh. Mereka
memaknai bahwa homeostasis bukan sekadar hafalan materi biologi, tetapi sistem
pertahanan hidup (survival
system) yang menjaga tubuh tetap hidup dan berfungsi optimal.
Joyful
(Menyenangkan) Peserta didik melakukan
simulasi Berkeringat (Uji Suhu Tubuh): Siswa
melakukan aktivitas fisik ringan (seperti lari di tempat selama 2 menit), lalu
mengamati perubahan suhu tubuh, detak jantung, dan keluarnya keringat sebagai
bentuk respons pendinginan alami tubuh.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
1.
Eksplorasi
Struktur & Fungsi
Peserta
didik dapat. Mengidentifikasi organ dan struktur pengatur ( 3 komponen anatomi
yang berfungsi sebagai reseptor, pusat kontrol, dan efektor.)
2.
Pemahaman Proses BiologisPeserta didik
dapat Menganalisis mekanisme umpan balik (feedback loop) mengenai respons tubuh terhadap
perubahan suhu atau kondisi luar ekstrem.
3.
Kesadaran & Aksi NyataPeserta didik
dapat Merefleksikan dan mengaplikasikan pola hidup sehat berdasarkan analisis sistem homeostasis..
MATERI
Materi
pembelajaran terlampir sebagai berikut
Video pembelajaran materi homeostatis terlampir sebagai berikut
https://www.youtube.com/watch?v=yoO5XkPiAnU
Adab
& Kebesaran Allah:
Peserta
didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:
1.
Al-Khaliq(
Maha menciptakan) Allah SWT
Peserta didik saat mempelajari bagaimana
tubuh manusia mendeteksi perubahan lingkungan luar (seperti suhu ekstrem atau
cahaya) dan meresponnya secara otomatis melalui sistem saraf dan hormon,
peserta didik diajak melihat betapa sempurnanya rancangan ciptaan Allah.
2.
Al
Hafiz (Maha Memelihara)
Peserta
didik mempelajari Homeostasis adalah cara tubuh mempertahankan lingkungan
internal agar tetap stabil (self-preservation).
Ini adalah wujud nyata kasih sayang Allah yang memelihara kehidupan manusia
melalui sistem organ
3.
Ar
Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Peserta
didik dapat mengkaitkan materi Homeostasis glukosa darah, cairan tubuh
(osmoregulasi), dan tekanan darah sangat bergantung pada apa yang dimasukkan ke
dalam tubuh. Makanan, air, dan oksigen adalah rezeki dari Allah yang harus
dikelola dengan seimbang.
ASESMEN
Setelah
melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan LKPD
terlampir sebagai berikut
KESIMPULAN
MATERI
Homeostasis
adalah kemampuan tubuh makhluk hidup untuk menjaga kestabilan kondisi internal
(seperti suhu, kadar air, dan pH) di tengah perubahan lingkungan luar
Mekanisme
Homeostasis
Tubuh
mengatur keseimbangan melalui tiga komponen utama:
1.Reseptor (Sensor): Bagian yang
mendeteksi perubahan atau rangsangan dari luar maupun dalam tubuh.
2.Pusat Kontrol (Integrator):
Otak (khususnya hipotalamus) atau sumsum tulang belakang yang memproses
informasi dari reseptor.
3. Efektor: Organ atau jaringan
yang merespons perintah pusat kontrol untuk mengembalikan kondisi tubuh ke
normal
Contoh
Homeostasis dalam Tubuh
Pengaturan Suhu Tubuh: Saat udara
panas, tubuh berkeringat untuk mendinginkan diri. Saat dingin, tubuh menggigil
untuk menghasilkan panas.
Pengaturan Kadar Air: Ketika
kekurangan cairan, ginjal memproduksi sedikit urine dan otak memicu rasa haus.
Pengaturan Gula Darah: Hormon insulin
dan glukagon menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.
Sebagian
besar mekanisme homeostatis menggunakan umpan balik negatif untuk
menghentikan perubahan agar kembali ke titik normal.
Sistem
organ yang terlibat homeostatis adalah system saraf, system endokrin, system peredaran
darah dan system ekskresi
Gangguan
penyskit yang terlibat homeostatis adalah
demam, diabetes , diabetes dan hipotermia
Cara
menjaga Homeostatis tubuh makan makanan yang bergizi, istirahat,
berolahraga,minum air putih yang cukup dan mengelola stres
KESIMPULAN HASIL
PEMBELAJARAN
Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi homeostasis
menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara
bertahap—
Tahapan Perkembangan Pemahaman
Peserta Didik:
Tahap 1: Pemahaman Awal (Surface Learning / Mengenal
& Mengingat) Peserta didik pada tahap ini mampu
mengidentifikasi dan mengingat kembali struktur anatomi dasar serta komponen
utama yang terlibat dalam sistem pengatur tubuh, seperti organ sensor, jalur
saraf, dan bagian otak yang bertindak sebagai pusat pengendali.
Tahap
2: Pemahaman Kontekstual & Fungsional (Deepening Learning / Menganalisis
Hubungan) Peserta didik pada tahap ini berhasil menganalisis bagaimana
tubuh merespons perubahan lingkungan luar melalui mekanisme umpan balik negatif
(negative feedback loop), seperti proses termoregulasi saat suhu ekstrim
serta pengaturan kadar air dan glukosa dalam tubuh.
Tahap 3: Pemahaman Bermakna & Kesadaran Diri
(Transfer / Mindful & Meaningful)
Peserta didik pada tahap ini mampu menghubungkan konsep ilmiah homeostasis
dengan kesadaran diri (mindfulness) terhadap kondisi fisik tubuh
sendiri, serta mengaplikasikannya dalam bentuk aksi nyata menjaga pola hidup
sehat sebagai wujud rasa syukur atas kebesaran ciptaan Sang Pencipta.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar