Kamis, 27 Agustus 2026

Kelas IXA Jam Ke 3-5 dan Kelas IXB Jam Ke 9-10

 

Kelas IXA  Jam Ke 3-5 dan  Kelas IXB  Jam Ke 9-10




 

IDENTITAS

 

Nama Guru                                            : Wulan Aida Permata Dewi, S.Pd

Mapel Pelajaran                                     : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hari/Tanggal                                          : Kamis/ 27  Agustus 2026

Fase/ Kelas                                            : D /   Kelas IXA  Jam Ke 3-5

                                                                Kelas IXB  Jam Ke 9-10

Materi                                                    : Zat Adiktif

Pertemuan                                              : 2

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)  :

Peserta didik mampu memahami klasifikasi zat adiktif (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)

 

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik dapat memahami klasifikasi zat adiktif (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)

Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip: Berkesadaran (mindful), Bermakna (meaningful), dan Menggembirakan (joyful), melalui pengalaman belajar:

Mindfull ( Berkesadaran), Peserta didik dapat  komitmen menjaga kesehatan diri(menjauhi narkoba)

Meaningful ( Bermakna), Peserta didik dapat  mengkaitkan pembelajaran pilihan hidup saat ini (kehidupan nyata) dengan impian di masa depan  bukan sekadar teori.

Joyful (Menyenangkan)  Peserta didik aktivitas melalui kreativitas mind mapping bahaya zat adiktif yaitu berupa poster bahaya dari zat adiktif.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Pengenalan & Klasifikasi Zat Adiktif : peserta didik dapat mendefinisikan pengertian zat adiktif dan sifat ketergantungannya

Dampak & Cara Kerja pada Tubuh : Melalui penayangan video atau simulasi, peserta didik dapat menjelaskan cara kerja zat adiktif dalam memengaruhi sistem saraf pusat.

3. Solusi & Kampanye Anti-Narkoba : peserta didik dapat membuat kampanye mind mapping dengan membuat  (poster/infografis) mengenai  bahaya  penyalahgunaan zat adiktif

 

MATERI

Materi pembelajaran terlampir sebagai berikut















































Video pembelajaran  materi zat adiktif terlampir sebagai berikut

https://www.youtube.com/watch?v=M6QcUp5smjU  


Adab & Kebesaran Allah:

Peserta didik menerapkan 3 sifat agung Allah SWT:

1.      Al-Khaliq( Maha menciptakan) Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk Zat adiktif (seperti nikotin pada tembakau, kafein pada kopi/teh, atau zat alami lainnya) sebenarnya diciptakan oleh Allah SWT dengan unsur-unsur kimia tertentu di alam. Tanaman-tanaman ini tumbuh dari bumi ciptaan-Nya

2.       Al Hafiz (Maha Memelihara) manusia diberi amanah untuk menjaga (memelihara) kesehatan diri sendiri (tubuh sebagai titipan/pesanan Allah). Menjauhi NAPZA dan rokok adalah wujud ikhtiar kita dalam memelihara fungsi tubuh agar tetap sehat

3.      Ar Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Rezeki yang diberikan oleh Ar-Razzaq haruslah dicari dan dibelanjakan pada hal-hal yang halalan thayyiban (halal dan baik). Membeli barang-barang yang mengandung zat adiktif berbahaya (terutama yang merusak atau ilegal) sama artinya dengan menyia-nyiakan rezeki pemberian Allah untuk hal yang mendatangkan kemudaratan, bukan keberkahan.

Peserta didik mampu menerapkan adab menjaga kesucian diri (iffah) melalui pemeliharaan kesehatan organ tubuh, serta menghargai regulasi biologis yang seimbang sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaan Allah SWT.

 

ASESMEN

Setelah melihat materi tersebut , mohon untuk dipahami materinya dan mengerjakan LKPD terlampir sebagai berikut






KESIMPULAN MATERI

Zat adiktif adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan ketagihan (adiksi) serta ketergantungan fisik maupun psikologis bagi penggunanya.

Zat adiktif dikelompokkan menjadi tiga jenis utama (NAPZA): Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif bukan narkotika dan psikotropika.

Berdasarkan cara kerjanya dan efek yang ditimbulkan pada sistem saraf pusat, 3 jenis NAPZA dapat dikelompokkan menjadi depresan, stimulan, dan halusinogen

1.Narkotika adalah zat atau obat dari bahan alam atau sintetis yang menurunkan kesadaran, mengurangi rasa nyeri, dan menyebabkan kecanduan berat. Contohnya adalah ganja, heroin, opium, dan kokain.

2.Psikotropika adalah zat atau obat (bukan narkotika) yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Golongan I: Berpotensi kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan untuk obat (contoh: ekstasi/MDMA, LSD).

Golongan II: Berpotensi kuat menyebabkan ketergantungan dan sangat terbatas untuk obat (contoh: amfetamin, sabu-sabu).

Golongan III: Berpotensi sedang menyebabkan ketergantungan dan luas untuk obat (contoh: amobarbital).

Golongan IV: Berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan sangat luas untuk obat (contoh: diazepam, fenobarbital)

3.Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika: Zat sehari-hari yang memicu ketergantungan. Contohnya adalah kafein (dalam kopi dan teh), nikotin (dalam rokok), serta alkohol.

Sebatang rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, dengan puluhan di antaranya bersifat karsinogenik atau memicu kanker

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN

 

Secara umum, tingkat pemahaman peserta didik pada materi Zat Adiktif  menunjukkan peningkatan yang positif. Proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap—mulai dari identifikasi jenis zat, analisis dampak kesehatan, hingga perumusan solusi pencegahan—berhasil membantu peserta didik membangun pemahaman yang utuh dan bermakna.

 

 

Tahapan Perkembangan Pemahaman Peserta Didik

·         Tahap Awal (Pengenalan Konsep): Peserta didik awalnya mampu mengenali dan membedakan zat adiktif ke dalam kelompok utama (narkotika, psikotropika, dan zat psikooaktif lainnya seperti nikotin dan kafein) melalui contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari.

·         Tahap Menengah (Analisis Dampak): Pada tahap ini, peserta didik mulai menunjukkan kemampuan berpikir kritis dengan menganalisis dampak fisiologis, psikologis, serta sosial dari penyalahgunaan zat adiktif terhadap individu dan lingkungan sekitar.

·         Tahap Lanjutan (Refleksi dan Aksi Nyata): Peserta didik mampu mengaitkan materi dengan studi kasus nyata, menunjukkan sikap penolakan terhadap penyalahgunaan narkoba, serta merancang kampanye atau mind mapping poster edukatif bertema anti-narkoba sebagai bentuk penerapan pengetahuan.

 

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar