Kamis, 08 Agustus 2019

SISTEM GERAK TUMBUHAN KELAS VIII E DAN KELAS VIII D


Sistem Gerak Pada Tumbuhan

Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas.

Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu. Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju kearah rangsang atau menjauhi, atau melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu. 

1. Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang diakibatkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.

endonom, gerak pada tumbuhan
 










Gerak endonom ada 2 yaitu :

·       Endonom nutasi yang merupakan gerakan spontan (gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata).
·       Endonom higroskopis yaitu akibat kadar air yang rendah (contoh : pecah kacang polong-polongan saat kering).

2.Gerak Etionom / Gerak Esionom

 Gerak etinom adalah gerakan pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari luar tumbuhan tersebut. Faktor penyebab gerakan etionom bisa berasal dari faktor rangsang sentuhan, air, cahaya, temperatur/suhu, zat kimia, gravitasi, dan lain sebagainya.
gravitasi pada tumbuhan
 










Beberapa jenis gerakan etionom yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

Tropisme adalah gerakan tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Rangsang dari luar yang mempengaruhi gerak tumbuhan ada bermacam-macam. Misalnya cahaya, gravitasi, air atau kelembaban, dan sentuhan atau singgungan.
Berdasarkan jenis rangsangan tersebut, tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, dan tigmotropisme.

>Fototropisme
ransangan matahari, gerak pada tumbuhan

Fototropisme  adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju kearah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.

>Geotropisme


fototropisme, gerak pada tumbuhan
 Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju kebawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju kebawah atau kedalam tanah.

>Hidrotropisme



gerak geotropisme menuju kebawah atau keatas
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan menuju kearah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan menuju temapt yang berair disebut gerka hidrotropisme positif. Apabila araah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar didalam tanah yang selalu menuju ketempat yang mengandung air.

>Tigmotropisme



gerak hodrotropisme positif, gerak pada tumbuhan


Tigmotropisme adalah gerak tumbuhan dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contohnya sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain.
B.Taksis
Tumbuhan umumnya hanya mampu melalukan gerak pada sebagian anggota tubuhnya, misalnya akar yang mendekati air atau pucuk yang mendekati cahaya. Namun, pada tumbuhan tingkat rendah mampu melakukan gerak berpindah tempat.

Seluruh tubuhnya berpindah. Misalnya, tumbuhan euglena dan bakteri besi. Gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsang disebut gerak taksis.

Berdasarkan rangsang penyebabnya, taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaktis.



A.Fototaksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya.Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya. 
B.Kemotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang berupa zat kimia. 
Contohnya Spermatozoid pada Arkegonium lumut-lumutan dan paku-pakuan yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein.

C.Nasti

Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang.

Sama halnya dengan gerak tropisme, gerak nasti juga dipengaruhi oleh rangsang dari luar seperti cahaya, suhu, sentuhan/singgungan, bahan kimia, serta kondisi gelap.

Macam-macam gerak nasti:
a)Fotonasti

gerak fotonasti, gerak pada tumbuhan

Fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Contoh fotonasti adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.

b)Thermonasti

Thermonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi rangsang berupa suhu. Contohnya mekarnya bunga tulip pada suhu tertentu.


gerak nasti thermonasti pada bunga tulip, gerak pada tumbuhan

 c)Niktinasti

Niktinasti adalah gerak nasti karena kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun majemuk (lamtoro, turi) karena cahaya gelap.



gerak niktinasti daun majemuk, gerak pada tumbuhan





gerak pada tumbuhan





  





Rabu, 07 Agustus 2019

Sistem Gerak Tumbuhan



Sistem Gerak Pada Tumbuhan
Kelas VIII C

Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas.

Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu. Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju kearah rangsang atau menjauhi, atau melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu. 

1. Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang diakibatkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.

endonom, gerak pada tumbuhan
 










Gerak endonom ada 2 yaitu :

·       Endonom nutasi yang merupakan gerakan spontan (gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata).
·       Endonom higroskopis yaitu akibat kadar air yang rendah (contoh : pecah kacang polong-polongan saat kering).

2.Gerak Etionom / Gerak Esionom

 Gerak etinom adalah gerakan pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari luar tumbuhan tersebut. Faktor penyebab gerakan etionom bisa berasal dari faktor rangsang sentuhan, air, cahaya, temperatur/suhu, zat kimia, gravitasi, dan lain sebagainya.
gravitasi pada tumbuhan
 










Beberapa jenis gerakan etionom yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

Tropisme adalah gerakan tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Rangsang dari luar yang mempengaruhi gerak tumbuhan ada bermacam-macam. Misalnya cahaya, gravitasi, air atau kelembaban, dan sentuhan atau singgungan.
Berdasarkan jenis rangsangan tersebut, tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, dan tigmotropisme.

>Fototropisme
ransangan matahari, gerak pada tumbuhan

Fototropisme  adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju kearah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.

>Geotropisme


fototropisme, gerak pada tumbuhan
 Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju kebawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju kebawah atau kedalam tanah.

>Hidrotropisme



gerak geotropisme menuju kebawah atau keatas
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan menuju kearah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan menuju temapt yang berair disebut gerka hidrotropisme positif. Apabila araah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar didalam tanah yang selalu menuju ketempat yang mengandung air.

>Tigmotropisme



gerak hodrotropisme positif, gerak pada tumbuhan


Tigmotropisme adalah gerak tumbuhan dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contohnya sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain.
B.Taksis
Tumbuhan umumnya hanya mampu melalukan gerak pada sebagian anggota tubuhnya, misalnya akar yang mendekati air atau pucuk yang mendekati cahaya. Namun, pada tumbuhan tingkat rendah mampu melakukan gerak berpindah tempat.

Seluruh tubuhnya berpindah. Misalnya, tumbuhan euglena dan bakteri besi. Gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsang disebut gerak taksis.

Berdasarkan rangsang penyebabnya, taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaktis.



A.Fototaksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya.Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya. 
B.Kemotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang berupa zat kimia. 
Contohnya Spermatozoid pada Arkegonium lumut-lumutan dan paku-pakuan yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein.

C.Nasti

Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang.

Sama halnya dengan gerak tropisme, gerak nasti juga dipengaruhi oleh rangsang dari luar seperti cahaya, suhu, sentuhan/singgungan, bahan kimia, serta kondisi gelap.

Macam-macam gerak nasti:
a)Fotonasti

gerak fotonasti, gerak pada tumbuhan

Fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Contoh fotonasti adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.

b)Thermonasti

Thermonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi rangsang berupa suhu. Contohnya mekarnya bunga tulip pada suhu tertentu.


gerak nasti thermonasti pada bunga tulip, gerak pada tumbuhan

 c)Niktinasti

Niktinasti adalah gerak nasti karena kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun majemuk (lamtoro, turi) karena cahaya gelap.



gerak niktinasti daun majemuk, gerak pada tumbuhan





gerak pada tumbuhan





  





Selasa, 06 Agustus 2019

Sistem Gerak Hewan


MATERI  IPA KELAS VIII C
Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara Berdasarkan Lingkungannya

Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara Berdasarkan Lingkungannya

Salah satu sifat mahluk hidup itu adalah bergerak, baik itu hewan, tumbuhan maupun manusia. Namun kali ini kita akan membahas mengenai system gerak pada hewan dan tumbuhan  setelah telah membahas mengenai sisitem gerak pada manusia dan untuk lebih jelasnya mari kita sama-sama menyimak ulasan berikut ini :

Hewan bergerak dengan berbagai macam cara misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap dan lain sebagainya. Contohnya, coba perhatikan hewan darat dan air yang bergerak, pasti cara mereka bergerak akan berbeda, hewan darat bergerak menggunakan otot dan rangka terutama pada bagian kakinya, ikan bergerak menggunakan siripnya dan pada burung menggunakan sayapnya. 

1. Gerak Hewan Air

Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara sehingga hewan akan lebih sulit bergerak didalam air dibandingkan udara. Air memiliki memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara dan tubuh hean yang hidup di air memiliki massa massa jenis jenis yang lebih kecil daripada lingkungannya. Kedua hal tersebut mengakibatkan hewan yang hidup didalam air dapat melayang-layang didalam air dengan mengeluarkan sedikit energy karena adanya gaya angkat oleh air.

Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara
Sistem Gerak Pada Hewan Air

Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh hewan iar adalah bentuk torpedo (streamline). Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh ikan meliuk-liuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air. Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang yang fleksibel untuk mendorong ekor dan sirip ikan didalam air. Ikan juga memiliki sirip tambahan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Untuk mengatur gerak naik turun, ikan memiliki gelembung  renang yang dapat mengeluarkan gas ( biasanya berupa oksigen ).

Sebagian besar ikan menggunakan gerakan lateral pada tubuh dan sirip ekornya untuk menghasilkan gaya dorong kedepan. Ada juga yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengahnya. Ikan yang bergerak menggunakan sirip pasangan dan sirip tengahnya cocok untuk hidup di terumbu karang. Tetapi jenis ikan ini tidak dapat berenang secepat ikan yang bergerak dengan menggunakan tubuh dan sirip ekornya.

Advertisement 2
Perlu kita pahami juga bahwa “ berbeda dengan ikan dan hewan lainnya yang hidup didalm air, bebek dapat terapung diatas air Karena bebek memanfaatkan prinsip tegangan permukaan air. Tegangan permukaan merupakan peristiwa yang diakibatkan adanya gaya kohesi antarmolekul-molekul iar. Selain nyamuk, anggang-angang juga memanfaatkan gaya tegangan permukaan untuk dapat bergerak di atas permukaan air. 

Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara
Sistem Gerak Pada Hewan Air

2. Gerak Hewan Udara

Pernakah   kalian melihat burung yang sedang terbang di udara? Bagaimana burung tersebut dapat terbang? Apa yang memengaruhi gerak burung tersebut? Bagaimana cara burung dapat terbang dan melawan gravitasi bumi? Gravitasi bumi adalah masalah utama yang dihadapi hewan-hewan yang dapat terbang di udara. Tubuh hewan tersebut harus memiliki daya angkat yang cukup besar untuk mengimbangi gaya grafitasi bumi  sebab tidak mungkin hewan tersebut  memiliki massa jenis yang mendekati massa jenis udara. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat adalah dengan menggunakan sayap. 

Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara
Gerak hewan udara
Sayap burung tersusun dari rangka yang kuat dan ringan, serta memilii otot yang kuat. Sayap burung memiliki bentuk yang melengkung sehingga udara yang mengalir pada bagain atas sayap lebih cepat daripada bagian bawahnya. Hal ini akan menghasilkan gaya angkat dan gaya dorong yang efektif untuk pergerakan burung. Struktur sayap yang demikian disebut Airfoil. Saat sayap dikepakkan, sayap membarikan gaya aksi terhadap udara dibawah sayap, sehingga akan mengalir kebawah. Sesuai dengan hukum III Newton, ketika benda pertama memberikan gaya F (aksi) pada benda kedua, maka benda kedua kaan memberikan gaya F (reaksi) pada benda pertama.  Hal inilah yang dapat membaut  burung dapat terbang keatas.

3. Gerak Hewan Darat

Hewan yang habitatnya atau hidup di darat memiliki otot dn tulang yang sangat kuat. Hal tersebut diperlukan untuk megatasi inersia (kecenderungan tubuh untuk diam)  dan untuk menyimpan energy pegas ( elastisitas ) untuk melakukan berbagai aktifitas. Bayangka bagaimana bila manusia atau kita berjalan. Seseorang mulai bergerak atau berjalan dengan menginjak lantai dengan menggunakan kakinya. Laintai kemudian memberikan gaya balik yang sama dan berlawanan arah pada orang tersebut dan gaya inilah yang menggerakkan orang tersebut kedepan saat berjalan. Dengan cara yang sama, seekor yang terbang kedepan memberikan gaya pada udara dengan cara mengepakkan sayapnya kebelakang dan kebawah untuk mendapatkan daya dorong dan daya angkat untuk mengimbangi gaya gravitasi bumi tetapi udara tersebut mendorong balik sayap burung ke depan.

Sistem Gerak Pada Hewan Darat, Air, dan Udara
Gerak hewan darat
Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang sangat besar dan akibatnya untuk bergerak, gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga sangat besar. Namun perbedaan struktur tulang serta kekuatan otot gajah dan kerbau membuat gajah mampu melakukan gerakan yang lebih lincah daripada kerbau. Lain halnya dengan kuda, harimau dan kijang, ketiga hewan tersebut memiliki struktur tulang rangka dan otot yagn sangat kuat. Kijang dan harimau memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan harimau mampu menyimpan alsatisitas yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan pada saat berlari, kijang dan harimau lebih banyak melompat ke udara dan meluncur di udara. Gaya gesek udara yang lebih kecil daripada gaya gesek permukaan tanah  membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kuda.



Jumat, 02 Agustus 2019

kelainan pada sistem gerak manusia


Pernahkah kamu melihat orang yang memakai kursi roda ? Salah satu penyebab orang memakai kursi roda karena orang tersebut mengalami fraktura (patah tulang) pada bagian kakinya, sehingga orang tersebut tidak dapat berjalan dengan normal. Fraktura adalah salah satu jenis kelainan yang terjadi pada sistem gerak manusia.

MACAM-MACAM KELAINAN PADA SISTEM GERAK MANUSIA

A. Riketsia

Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang berfungsi membantu penyerapan kalsium dan fosfor, sehingga proses pengerasan tulang terganggu. Penyakit ini terjadi pada anak-anak. Riketsa menyebabkan tulang tumbuh membengkok. Penyembuhan dan pencegahan dari penyakit ini dengan penambahan kalsium, fosfor, dan Vitamin D ke dalam menu makan. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan, suplemen.

Seseorang yang berusia 1-70 tahun membutuhkan vitamin D sebanyak 15Mg/hari. Seseorang yang berusia 71 tahun ke atas membutuhkan vitamin D sebanyak 20Mg/hari.
Riketsia disebabkan karena kurang vitamin D dan fosfor
Mengapa Vitamin D dapat diaktifkan dengan bantuan sinar matahari pagi melalui berjemur ?

Karena melalui paparan sinar matahari pagi selama 10-15 menit, sinar ultraviolet dari matahari akan dapat membantu tubuh mengaktifkan pro vitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D aktif akan dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam tubuh, sehingga akan menambah jumlah kalsium dan fosfor dalam darah. Bertambahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium, sehingga dapat menolong perbaikan tulang penderita riketsia.

B. Osteoporosis

Osteoporosis 
disebabkan karena kekurangan kalsium. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Pada orang yang sudah tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif dan massa tulang pun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan kalsium akan menjadi rapuh dan mudah patah.


(a) Struktur tulang yang normal dan (b) struktur tulang yang mengalami osteoporosis

C. Fraktura ( Patah Tulang)

Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang dapat patah. Salah satu penyebab terjadinya tulang patah karena tulang mengalami benturan yang keras, misalnya pada saat kecelakaan atau jatuh dari tempat tinggi. Patahnya tulang disebut Fraktura. Fraktura dapat dibedakan menjadi fraktura tertutup dan fraktura terbuka. Fraktura tertutup terjadi juka tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidak menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit.

 Patah Tulang (Fraktura)
D. Artritis.

Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan pada sendi rusak. kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang-kadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan.
Hasil gambar untuk gambar gangguan penyakit artritis



Rematik  adalah salah satu bentuk artritis. Penyebab terjadinya artritis masih belum diketahui dengan pasti. Menghindari infeksi yang akut dan mengonsumsi makanan yang seimbang dapat mengurangi terjadinya artritis.



E. Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis.

Tulang belakang normal manusia tidak lurus benar. Dilihat dari samping, Susunan tulang belakang membentuk beberapa lengkungan. Pada bagian dada, tulang belakang, membentuk lengkungan cembung menghadap belakang. Pada bagian pinggang, susunan tulang belakang membentuk lengkungan cembung menghadap depan. Bentuk tulang belakang mempengaruhi bentuk tubuh kita.

1) Lordosis

Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis dapat disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar ( misal karena kehamilan atau kegemukan ), riketsa atau karena kebiasaan yang salah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYKf6SyQcFNMdy-YqiHtrSVXFNkf36VxK8DJfA08qruiQIK_83V0gsmCkxll-L7Tblcwfx-MN4H3XW-NJj2LHOCIw6n0gZcajzLNaT33-Gxp5x706lq6iIBXkPUfymKAEBH1fF5C0yX70/s200/Lordosis.png
Tulang Belakang Penderita Lordosis

2) Kifosis

Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang, Penderita Kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis dapat disebabkan karena penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBKLBSDDVD8YHwgjdQYyr27rK6nPkJDUrTvu49eJmEH0u7lBArI4ms7COazMsWWJf7sMulr8zU2VSWb9nwYz6Ejd5HkRhC0jtupilmmg2ls-lUP0jimYOv1M2-J6e6E0SgJVHbsT4W4kE/s1600/Kifosis.png
Tualng Belakang Penderita Kifosis

3) Skoliosis.

Skiolosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skiolosis dapat disebabkan oleh penyakit polio atau kebiasaan posisi duduk yang salah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiI13AbdTe3bJoDjR0pH6xnSbZFIpweVJIaXqGePQc1rJtsIGvVlA6PKw-31XFrP_oODVckouiAlGpbHXIapien9hR1egwrwnIuZ2gvbn-YRm-8LWYfYvB33GmiYT9oilJf5NnFz5MQag/s1600/Skoliosis.png
Tulang Belakang Penderita Skoliosis