Selasa, 14 Mei 2019

Alat Optik

Indera Penglihatan dan Alat Optik

I. Indera Penglihatan


Indera penglihatan kita adalah mata yang terletak di bagian rongga mata. Mata kita dapat melihat jika terdapat cahaya, dan sebaliknya jika tidak ada cahaya maka mata kita tidak dapat melihat.
Mata kita terdiri dari bagian luar mata dan bagian dalam mata.
1. Bagian luar mata



Fungsi bagian-bagian luar mata yaitu:
a. Kelopak mata membantu mata saat terpejam dan berkedip. Tujuan mata terpejam untuk mengistirahatkan mata. Mata berkedip untuk menjaga mata agar tetap lembab dan mengeluarkan kotoran dari mata.
b. Alis mata berfungsi sebagai penahan keringat agar tidak masuk ke dalam mata.
c. Bulu mata berfungsi sebagai pelindung mata dari cahaya matahari agar tidak silau.

2. Bagian dalam mata




Fungsi bagian-bagian dalam mata adalah sebagai berikut:
a. Kornea merupakan bagian mata terluar berupa selaput bening, yang berfungsi untuk meneruskan cahaya yang masuk ke dalam retina.
b. Iris terletak tepat di belakang kornea. Iris memiliki warna karena mengandung pigmen.
c. Pupil terletak tepat di tengah iris, berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.
d. Lensa tepat berada di belakang pupil, berfungsi untuk meneruskan cahaya yang masuk agar jatuh tepat di retina.
e. Badan bening merupakan cairan yang membentuk mata menjadi bola, berfungsi meneruskan cahaya yang telah melewati lensa dan selanjutnya diteruskan ke retina.
f. Retina terletak dibagian belakang, yang berfungsi menerima cahaya yang masuk ke dalam mata kemudian diteruskan ke syaraf mata.
g. Syaraf mata berfungsi meneruskan informasi yang diterima oleh mata ke otak.

Cara Kerja Mata
Coba kamu perhatikan cara kerja mata berikut ini:




Mata bekerja saat menerima cahaya yang masuk ke mata melalui pupil. Lensa mata memfokuskan cahaya sehingga bayangan benda jatuh pada retina. Ujung-ujung syaraf penglihatan di retina menyampaikan bayangan benda itu ke otak. Setelah diproses di otak kita dapat melihat benda tersebut.


Kelainan Mata
Mata perlu perawatan yang baik agar tidak rusak. Berikut ini beberapa kelainan pada mata:
1. Miopi (rabun jauh)
Berkurangnya kemampuan mata untuk melihat benda pada jarak yang jauh. Pada penderita miopi, cahaya jatuh di depan retina sehingga benda pada jarak yang jauh tidak dapat terlihat dengan jelas. Miopi bisa dibantu dengan kacamata lensa cekung (negatif).
2. Hipermetropi (rabun dekat)
Berkurangnya kemampuan mata untuk melihat benda pada jarak dekat. Pada penderita hipermetropi, cahaya jatuh di belakang retina sehingga benda pada jarak dekat tidak dapat terlihat jelas. Hipermetropi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung (positif).
3. Presbiopi
Atau mata tua, disebabkan daya akomodasi mata tidak bekerja dengan baik. Sehingga penderita presbiopi tidak bisa melihat benda pada jarak dekat dan jauh. Presbiopi bisa dibantu dengan lensa cembung dan cekung.
4. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata.

II. Alat Optik



Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma.
Prinsip kerja dari alat optik adalah dengan memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya. Pemantulan cahaya adalah peristiwa pengembalian arah rambat cahaya pada reflektor. Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena cahaya melalui bidang batas antara dua zat bening yang berbeda kerapatannya.
Beberapa jenis alat optik yang akan kita pelajari dalam konteks ini adalah:

  • Mata
  • Kamera
  • Lup (kaca pembesar)
  • Teropong (teleskop)
  • Mikroskop


Mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena dalam pemakaiannya mata membutuhkan berbagai benda-benda optik seperti lensa.Berikut ini adalah bagian-bagian mata dan fungsinya:

  1. Kornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata dari kontak dengan udara luar.
  2. Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan cahaya dalam pembentukan bayangan.
  3. Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada retina.
  4. Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan benda, di tempat ini terdapat simpul-simpul syaraf optik.
  5. Otot siliar berfungsi untuk mengatur daya akomodasi mata.


A. Kamera 
Kamera merupakan alat optik yang dapat memindahkan/mengambil gambar dan menyimpannya dalam bentuk file, film maupun print-out. Kamera menggunakan lensa positif dalam membentuk bayangan. Sifat bayangan yang dibentuk kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
Pemfokusan dilakukan dengan mengatur jarak lensa dengan film. Perubahan jarak benda mengakibatkan perubahan jarak bayangan pada film oleh karena itu lensa kamera perlu digeser agar bayangan tetap jatuh pada film. Hal ini terjadi karena jarak fokus lensa kamera tetap. Dari rumus umum optik, jika jarak fokus tetap, maka perubahan jarak benda (So) akan diikuti oleh perubahan jarak bayangan (Si).
Bagian-bagian dari kamera secara sederhana terdiri dari:

  • Lensa cembung
  • Film
  • Diafragma
  • Aperture

B. Lup
Sebagaimana namanya, lup memiliki fungsi untuk memperbesar bayangan benda. Lup adalah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar nampak lebih besar. Bayangan yang dibentuk oleh lup memiliki sifat: mayategak, dan diperbesar. Untuk itu benda harus diletakkan di Ruang I atau daerah yang dibatasi oleh fokus dan pusat lensa atau cermin (antara f dan O), dimana So < f.
Ada dua cara bagaimana menggunakan lup yaitu:
 a. Dengan cara mata berakomodasi maksimum.
 b. Dengan cara mata tidak berakomodasi.

Mata Berakomodasi Maksimum Mata berakomodasi maksimum yaitu cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa agar berbentuk secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:

  1. bayangan yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata / Punctum Proksimum (PP)
  2. benda yang diamati harus diletakkan di antara titik fokus dan lensa
  3. kelemahan : mata cepat lelah
  4. keuntungan : perbesaran bertambah (maksimum)
  5. Sifat bayangan : mayategak, dan diperbesar


Mata Tak Berakomodasi
Mata tak berakomodasi yaitu cara memandang obyek pada titik jauhnya (yaitu otot siliar tidak bekerja/rileks dan lensa mata berbentuk sepipih-pipihnya).
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu diperhatikan adalah:

  1. maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak hingga
  2. benda yang dilihat harus diletakkan di titik fokus (So = f)
  3. keuntungan : mata tak cepat lelah
  4. Kerugian : perbesaran berkurang (minimum)



C. Teropong Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. Secara umum teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa okuler.

Berdasarkan fungsinya teropong dibagi menjadi:
1. teropong bintang
2. teropong bumi
3. teropong panggung

Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi sebagai lup. Dengan demikian cara mengamati obyek apakah mau dengan cara berakomodasi maupun tidak berakomodasi tergantung dari posisi lensa okulernya. Oleh karena itu jarak antara obyektif dan okuler dapat diubah-ubah. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa okulernya.

1. Teropong Bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di langit (bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar, sedangkan okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek.


2. Teropong Bumi Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh dipermukaan bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih jelas, lebih dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif dan salah satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan. Pembentukan bayangan pada alat ini dapat dilihat dalam gambar berikut.
Panjang teropong bumi adalah panjang fokus lensa obyektif ditambah 2 kali jarak fokus lensa pembalik dan panjang fokus lensa okuler. Dengan rumus : d = fOb + 4 fp + fOk
3. Teropong Panggung Teropong panggung adalah teropong yang mengkombinasikan antara lensa positif dan lensa negatif. Lensa negatif digunakan sebagai pembalik dan sekaligus sebagai okuler. Sifat bayangan yang terbentuk adalah mayategak, dan diperkecil.


Prinsip kerja teropong panggung adalah sinar sejajar yang masuk ke lensa obyektif membentuk bayangan nyata tepat di titik fokus obyektif. Bayangan ini akan berfungsi sebagai benda maya bagi lensa okuler. Dan oleh lensa okuler akan dibentuk bayangan yang dapat dilihat oleh mata.

Pada pengamatan tanpa berakomodasi maka panjang teropong adalah :
d = f (Ob) – f (Ok)
d = panjang teropong dalam meter
(Ob) = panjang fokus lensa obyektif dalam meter
(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter


D. Mikroskop 

LUP sebagai alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda kecil memiliki keterbatasan. Untuk itu diperlukan alat optik yang memiliki kemampuan untuk memperbesar bayangan hingga berlipat-lipat. Alat ini dikenal dengan nama mikroskop. Mikroskop yang paling sederhana menggunakan kombinasi dua buah lensa positif, dengan panjang titik fokus obyektif lebih kecil daripada jarak titik fokus lensa okuler.
Prinsip kerja mikroskop adalah obyek ditempatkan di ruang dua lensa obyektif sehingga terbentuk bayangan nyata terbalik dan diperbesar. Lensa okuler mempunyai peran seperti lup, sehingga pengamat dapat melakukan dua jenis pengamatan yaitu dengan mata tak berakomodasi atau dengan mata berakomodasi maksimum. Pilihan jenis pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara menggeser jarak benda terhadap lensa obyektif yang dilakukan dengan tombol soft adjustment (tombol halus yang digunakan untuk menemukan fokus). Kegiatan berikut ini akan memperlihatkan pembentukan bayangan pada mikroskop.

Minggu, 28 April 2019

CAHAYA

CAHAYA DAN OPTIK

Dalam materi yang akan kita kupas kali ini saya akan memberi tau apa saja yang akan kita pahami antara lain adalah :
- Sifat Cahaya, Pemantulan Cahaya, dan Pembiasan Cahaya
- Cermin datar, Cermin Cekung, Cermin cembung, dan Persamaan Umum Cermin
- Lensa Cekung, Lensa Cembung, dan Persamaan Umum Lensa
- Alat Optik, Mata, Lup, Kamera, Mikroskop, Teropong, Teleskop, dan Periskop
Mari kita bahas satu-persatu dari awal yaitu sifat cahaya.

A. Definisi dan Sifat Cahaya

- segala sesuatu yang memancar keluar dari suatu sumber tetapi bukan zat (tidak memiliki massa) disebut radiasi. Radiasi yang dapat dilihat oleh mata manusia disebut cahaya, berikut adalah sifat-sifat cahaya :
Dapat dilihat oleh mata.
Merambat menurut garis lurus.
Merupaka gelombang elektro magnetik yang memiliki arah rambat yang tegak lurus dan termasuk gelombang transversal, dan memiliki energi
Dapat mengalami pemantulan, pembiasan, dan dapat dipancarkan dalam bentuk radiasi.

- Bayang-bayang merupakan suatu daerah gelap yang terbentuk pada saat sebuah benda menghalangi cahaya yang mengenai suatu permukaan. Berikut adalah jenis bayang-bayang :
Umbra atau bayang-bayang gelap adalah bayang-bayang yang tidak dilalui oleh berkas-berkas cahaya.
Penubra (bayang-bayang kabur), yaitu bayang-bayang yang masih dilalui oleh berkas cahaya

B.Pemantulan Cahaya

Hukum-hukum pemantulan cahaya adalah sebagai berikut :
Sinar datang, garis normal, dan sinar pantuk terletak pada satu bidang dan berpotongan di satu titik.
Besar sudut datang i sama dengan sudut pantul r (i = r). Berikut gambarannya :
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Jenis pemantulan cahaya ada dua yaitu :
Pemantulan teratur, terjadi jika berkas sinar yang sejajar jatuh pada bidang datar sehingga sinar dipantulkan ke arah yang sejajar. Berikut gambarannya :
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap
- Pemantulan baru, terjadi jika berkas sinar yang sejajar jatuh pada bidang tidak rata sehingga sinar dipantulkan ke segala arah. Berikut gambarannya :

Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

C. Pembiasan Cahaya

- Pembiasan cahaya adalah pembelokan berkas cahaya yang merambat dari satu medium ke medium lain yang berbeda kerapatan optiknya, Beriku adalah hukum-hukum pembiasan cahaya
Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang dan berpotongan di satu titik, sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. Berikut gambarannya :

- Indeks bias medium adalah nilai perbandingan antara proyeksi sinar datang dan proyeksi bisa pada bidang pembias. hubungan indeks bias medium dengan cepat rambat gelombang cahaya dinyatakan dengan persamaan berikut:



Keterangan :
n = indeks bias medium
c = cepat rambat cahaya di ruang hampa (m/s)
v = cepat rambat cahaya di ddalam medium (m/s)

D. Cermin

 Cermin Datar
- Cermin datar terbuat dari salah satu permukaannya dilapisi dengan amalgam perak dan permukaannya datar, Sifat bayangan cermin datar yaitu :
 Maya
 Sama besar dengan benda
 Tegak
 Menghadap terbalik dengan benda
 Jarak bayangan ke cermin sana dengan jarak benda ke cermin (jarak bayangan = jarak benda)

- Penggunaan cermin datar biasanya digunakan untuk bercermin dan sering digunakan untuk menutupi dinding ruang seingga memberi kesan ruang yang lebih besar.

 Cermin Cekung
- Cermin Cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung kedalam, cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen) dan bayangannya bersifat maya, tegak, dan diperbesar.
- Jari-jari kelengkungan ditulis dengan (R) dan jarak fokus (f), cermin cekung bertanda positif, sinar-sinar istimewa pada cermin cekung adalah sebagai berikut.
- Sinar sejajar sumbu utama cermin dipantulkan melalui titik fokus F. berikut gambarannya :
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Sinar datang melalui titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama, Berikut gambarannya :
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin P dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan tersebut. Berikut Gambarannya :
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Penggunaan cermin cekung dimanfaatkan oleh dokter gigi serta digunakan sebagai pemantul pada lampu sorot mobil dan lampu senter.

 Cermin Cembung
- Cermin cembung adalah cermin yang permukaannya melengkung keluar, cermin cembung bersifat menyebarkan cahaya (divergen) dan bayangannya bersifat maya, tegak dan diperbesar. Berikut adalah gambaran istimewah cermin cembung.
- Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seakan-akan berasal dari titik fokus F. Berikut gambarannya :

Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Sinar datang menuju titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu utama. Berikut gambarannya :


Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


-Sinar datang menuju ke titik pusat kelengkungan dipantulkan kembali seakan-akan datang dari pusat titik kelengkungan tersebut. Berikut gambarbarannya :

Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap

- Penggunaan cermin cembung dalam kehidupan sehari-hari adalah kaca sepion mobil dan kaca yang di tempatkan dipersimpangan jalan.

 Persamaan Umum Cermin
- Persamaan umum cermin (cembung dan cekung):



Keterangan :
f = jarak fokus (cm)
s = jarak benda (cm)
s' = jarak bayangan (cm)

- persamaan perbesaran bayangan yang dibentuk cermin :



Keterangan :
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda (cm)
h' = tinggi bayangan (cm)

E. Lensa

- Lensa adalah sebuah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bindang datar dan satu bidang lengkung.

 Lensa Cekung
- lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya, sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung adalah maya, tegak dan diperkecil. Jenis-jenis lensa cekung diantaranya adalah :
 Lensa cekung ganda (bikonkaf)
 Lensa cekung datar (plankonkaf)
 Lensa cekung cembung (konkaf konveks)
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


- Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung :
Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus F1.
Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus F2 dan dibiaskan sejajar sumbu utama,
Sinar datang melalui titik pesat lensa O diteruskan lurus tanpa dibiaskan.
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


 Lensa Cembung
- lensa cembung adalah lendsa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung adalah maya, tegak dan diperbesar, jenis-jenis lensa cembung, diantaranya adalah :
 Lensa cembung ganda (bikonveks)
 Lensa cembung datar (plankonveks)
 Lensa cembung cekung (konveks konkaf)
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


- Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung :
Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus F1 yang terdapat dibelakang lensa.
Sinar datang melalui titik fokus F2 yang terdapat didepan lensa dibiaskan sejajar sumbu utama.
Sinar datang melalui titik pusat lensa O diteruskan lurus tanpa dibiaskan.
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


 Persamaan Umum Lensa
- Persamaan umum lensa :



Keterangan :
f = jarak fokus (cm)
s = jarak benda (cm)
s' = jarak bayangan (cm)

- Perbesaran bayangan lensa :



Keterangan :
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda (cm)
h' = tinggi bayangan (cm)

-Kekuatan lensa :



Keterangan :
P = kekuatan lensa (dioptri)
f = jarak fokus (cm)

Kamis, 28 Maret 2019

Gelombang bunyi

GELOMBANG BUNYI


Pengertian Bunyi


Bunyi adalah sesuatu yang dihasilkan dari suatu getaran. Bunyi termasuk gelombang longitudinal yang merambat lurus kegala arah dari sumber tersebut.

Syarat terjadinya dan terdengarnya bunyi adalah
a.        Ada sumber bunyi (benda yang bergetar)
b.       Ada medium (zat antara untuk merambatnya bunyi)
c.        Ada penerima bunyi yang berada di dekat atau dalam jangkauan sumber bunyi


Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya < 20 Hz. bunyi ini tidak dapat didengarkan oleh manusia namun dapat didengarkan oleh laba-laba, jangkrik dan lumba-lumba.

2. Bunyi audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya diantara  20 Hz - 20.000 Hz. bunyi jenis inilah yang dapat didengarkan oleh manusia.

3. Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya  > 20.000 Hz. bunyi jenis ini juga tidak dapat di dengarkan manusia. hewan yang mampu mengarkan bunyi jenis ini adalan lumba2, jangkrik, anjing....dll

Materi Fisika lengkap : Gelombang Bunyi (Pengertian, Sifat, Jenis-jenis Bunyi, Cepat Rambat Bunyi, Pemantulan Bunyi dan manfaatnya, resonansi, dan manfaat gelombang bunyi dalam kehidupan.

Nada Bunyi, Kuat Bunyi dan Warna Bunyi.
Nada dan Desah
Nada adalah bunyi yang frekuensinya tetap. Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur. Nada bunyi bergantung pada frekuensi sumber bunyi. Semakin tinggi frekuensi sumber bunyi, semakin tinggi nada bunyi yang dihasilkannya. Sebaliknya, semakin rendah frekuensi sumber bunyi, semakin rendah nada bunyi yang dihasilkannya.
Kuat Bunyi
Kuat Bunyi (Intensitas Bunyi) adalah keras atau lemahnya bunyi yang terdengar. Kuat bunyi bergantung pada amplitudo. Semakin besar amplitudo getaran sumber bunyi, semakin keras bunyi yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin kecil amplitudo getaran sumber bunyi, semakin lemah bunyi yang dihasilkannya. 
Kualitas Bunyi atau Timbre
Umumnya, sumber nada tidak bergetar hanya pada nada dasarnya, tetapi disertai pula oleh nada‑nada atasnya. Gabungan nada dasar dan nada‑nada atas menghasilkan bentuk gelombang tertentu untuk setiap sumber nada yang menunjukkan kualitas bunyi atau timbre dari sumber nada. Sebagai contoh, nada suling dan nada terompet pada frekuensi yang dibedakan bunyinya.

Cepat Rambat Bunyi 


Cepat rambat bunyi adalah jarak yang ditempuh oleh bunyi tiap satuan waktu. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi
a.        Medium tempat gelombang bunyi itu dirambatkan
b.       Suhu

Cepat rambat bunyi pada beberapa medium :

Medium
Kecepatan (m/s)
Udara
340
Alkohol
1.240
Air
1.500
Kayu oak
3.850
Kaca
4.540
Besi
5.100

Suhu Udara ( C)
Kecepatan (m/s)
0
332
15
340
25
347

Cepat rambat bunyi dirumuskan sebagai berikut :
V = s : t
Keterangan:
v = cepat rambat bunyi (m/s)
s = jarak yang ditempuh (m)
t = waktu tempuh (s)
Pengertian dan Rumus Cepat Rambat Bunyi di Udara serta Contoh Soal Cepat Rambat Gelombang Bunyi
Gambar: Rumus Cepat Rambat Bunyi


Contoh Soal Cepat Rambat Gelombang Bunyi

Ledakan petasan terdengar 4 sekon setelah terlihat percikan api. Berapa laju rambat bunyi di udara saat itu jika jarak antara petasan dengan pengamat 1,2 km? (laju rambat cahaya di udara diabaikan)

Pembahasan

Diketahui: rambatan bunyi petasan di udara
t = 4 s
s = 1,2 km = 1.200 m

Ditanya: v = ...?

V = s : t
    = 1.200 m : 4 s
    = 300 m/s
Jadi, laju rambat bunyi di udara saat itu adalah 300 m/s.

Laju rambat bunyi di udara berbeda-beda pada suhu yang berbedabeda. Moll dan Van Beek menyelidiki laju bunyi di udara dengan cara berikut.

Di atas dua bukit yang berjarak 17 km ditempatkan sebuah meriam. Percobaan dilakukan pada malam hari agar terlihat nyala api yang keluar dari mulut meriam sewaktu ditembakkan.

Dengan mencatat selisih waktu antara nyala api yang terlihat dan bunyi yang terdengar, orang dapat menentukan waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat dari satu bukit ke bukit yang lain. Menurut pengamatan, selisih waktu itu 50 detik.

Dengan menggunakan rumus berikut ini.
V = s : t
Maka
V = 17.000 m : 50 s
    = 340 m/s

Hukum Marsenne 


Marsenne menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan panjang senar, penampang senar, tegangan, dan jenis senar. Faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi nada alamiah sebuah senar atau dawai menurut Marsenne adalah sebagai berikut :

1) Panjang senar, semakin panjang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
2) Luas penampang, semakin besar luas penampang senar, semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
3) Tegangan senar, semakin besar tegangan senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.
4) Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.

Resonansi.
Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda bila benda lain digetarkan di dekatnya. Resonansi terjadi apabila frekuensi benda yang bergetar sama dengan frekuensi alami benda yang ikut bergetar.

Pemantulan Bunyi


Jenis pemantulan bunyi ada 2 yakni :
1. Gaung, adalah bunyi pantul yang sebagian terdengar bersamaan dengan bunti aslinya. Hal ini menyebabkan bunyi asli terdengar kurang jelas.

Contoh
Bunyi asli           : mer - de - ka
Bunyi pantul     :          mer - de - ka

mperistiwa seperti ini dapat terjadi dalam sebuah gedung yang tidak ada peredam suaranya. untuk mengurangi atau menghilangkan gaung diperlukan bahan peredam suara seperti : gabus, kapas, wool, kardus dll.

2. Gema, adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai. hal ini terjadi karena dinding pantulnya mempunyai jarak yang jauh. misalnya pada suatu lembah atau gunung.
Contoh
Bunyi asli           : mer - de - ka
Bunyi pantul     :             mer - de - ka
Hukum pemantulan bunyi 
a.        Bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal terletak pada bidang yang sama
b.       Sudut datang sama dengan sudut pantul

Manfaat Pemantulan Bunyi

Pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan antara lain untuk :
  1. menentukan cepat rambat bunyi di udara,
  2. melakukan survei geofisika untuk men­deteksi lapisan‑lapisan batuan yang mengandung minyak bumi, mendeteksi cacat dan retak pada logam, dan,
  3. mengukur ketebalan pelat logam.


Perhitungan Jarak Sumber Bunyi dengan Bidang Pantul


karena lintasan bunyi pantul merupakan gerak bolak balik maka jarak sumber dengan bidang pantul sama dengan separuhnya

s = jarak tempuh gelombang bunyi (m)
v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s)
t = waktu tempuh gelombang bunyi (t)


 Contoh :
Diketahui cepat rambat gelombang bunyi di udara adalah 340 m/s. Sebuah kapal memancarkan bunyi sonar ke dasar laut. Jika 4 sekon kemudian orang di dalam kapal dapat mendengarkan bunyi pantulannya. Hitung kedalaman laut tersebut...?

t   = 4 s
v  = 340 m/s
s  = (v x t) / 2 = (340 x 4) / 2 = 680 m



Efek Doppler.

Efek Doppler adalah efek berubahnya frekuensi yang terdengar oleh pendengar karena gerak sumber bunyi atau pendengar. Jika sumber bunyi mendekati pendengar, maka pendengar akan menerima getaran yang lebih banyak sehingga frekuensi bunyi lebih tinggi. Sebalik­nya, jika sumber bunyi menjauhi pendengar, pendengar akan menerima getaran lebih sedikit sehingga frekuensi bunyi lebih rendah, tetapi frekuensi asal tidak berubah.